Welcome!

Hanya sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....

Selasa, 26 Januari 2016

Setelah Penikahan Itu...



Suatu hari sesosok pria yang ku kenal baru sebentar saja datang ke rumahku dan berkata:

"Saya mencintai anak ibu bapak, saya ingin segera menikahinya, secepatnya"

Seperti tersambar petir di siang hari, hati ku mendadak berdebar dengan cepat. Ya, aku kaget.

Tak lama setelah hari kedatangannya, pernikahan ku pun terlaksana. Benar, PERNIKAHANKU. Entah ini bisa disebut dengan pernikahan atau bukan sebab aku pun baru mengenalnya.

Pada hari itu hanya akad yang dilaksanakan sebab ada beberapa alasan untuk menunda resepsi salah satunya terlalu mendadak. Pernikahan ku pun hanya dihadiri oleh keluarga besar aku dan dia. Sangat suci.

Dan pada detik itu pun juga hidupku berubah... Ya sekarang aku telah menjadi istri dan aku telah mempunyai seorang suami. Dan semuanya terasa asing bagiku...

Aku belum terbiasa dengan dua keluarga besar yang menghabiskan waktu bersama-sama.

Aku belum terbiasa ketika aku membuka mata ada seseorang disampingku, tidur di atas tempat tidur yang sama denganku.

Aku belum terbiasa isi lemari pakaianku bukan hanya ada milikku tapi ada milik suamiku.

Aku belum terbiasa setelah aku mandi ada orang lain di dalam kamar.

Aku belum terbiasa dengan semua keadaan baru ini...

Semenjak hari pernikahan ku, aku begitu cuek dan jutek terhadap suami ku. Tidak, bukan aku membencinya. Aku hanya ragu... Apakah ini semua benar terjadi?

Aku dan dia seperti orang asing. Berbicara seperlunya. Tak pernah ada bercandaan di antara kita berdua. Aku tahu dia bersikap seperti itu karna dia  mengerti keadaan ku dan aku rasa dia pun merasakan hal yang sama. 
Aku dan dia hanya perlu sama-sama saling belajar tentang kehidupan kita berdua. Yang mulai saat itu, kita selalu menghabiskan segala waktu, masalah, dan kehidupan secara-secara bersama-sama. Transisi dari individual menjadi dua orang.
Suamiku sangat sabar, tak pernah mengeluh sedikitpun akan sikap cuek dan jutekku. Tak pernah meminta haknya sebagai suami dan kewajibanku sebagai istri.

Suamiku sangat pengertian, dia memberiku waktu untuk terbiasa dengan semua perubahan di hidupku. Membiarkan ku menyendiri dengan perasaan ku sendiri hingga aku menyadari semuanya.

Tak lama setelah menikah, aku sakit. Dia merawat ku dengan lembut, dengan penuh kasih. Meski selama ini aku tak pernah membuatnya bahagia.

Benarkah ini bukti dia mencintaiku?

Pada suatu waktu, dia mengajak ku berfoto bersama. Lucu, ekspresi ku sangatlah lucu. Kaku, terlalu kaku untuk pasangan suami istri.

Ketika suami ku sedang pergi, aku melihat handphonenya tergeletak diatas kasur. Ntah apa yang membuat ku penasaran. Aku mencoba membuka hpnya dan ternyata hpnya pake password.

Aku mencoba menerka kode passnya, aku coba dengan tanggal penikahan kita. Dan... BENAR! Yang lebih aku kagetkan adalah wallpaper hpnya adalah foto kita berdua yang diambil setelah aku sakit. Sungguh kah dia benar-benar mencintaiku dan menginginkan pernikahan ini?

Setelah hpnya terbuka aku mengecek chat bbmnya dan ternyata tak ada yang mencurigakan isinya biasa saja.
Pernikahanku pun berjalan seperti biasa, hingga suatu hari hal yang mengejutkanku terjadi...

Dia melakukan 'itu' dengan wanita lain!!! Sakit hatiku sungguh sangat sakit!!! Memang semenjak kita menikah aku dan dia belum pernah berhubungan, jangankan berhubungan saling berpegangan tangan pun jarang. Ini semua karna aku yang masih ragu dan tak percaya kepadanya...

Aku pun memutuskan untuk bercerai. Wanita mana yang tak sakit hati melihat suaminya seperti itu?

Beberapa hari dia tak pulang. Awalnya aku biasa saja. Namun, ketika aku memasuki kamar 'kita' aku merasakan ada sesuatu yang hilang. Aku melihat seisi kamar itu penuh dengan barang aku dan dia. Bukan hanya barangku.

Aku buka lemari baju. Dan aku melihat baju dia tersusun rapi. Melihat kemejanya yang aku cuci dan aku setrika. Bayang-bayang aku menyiapkan keperluan dia bekerja pun terlintas dan seketika aku pun menangis. Menangis dengan sangat deras. Hati ku sesak bahkan lebih sesak daripada melihatnya bersama wanita lain. Hati ku sakit bahkan lebih sakit melebihihi ketika aku tahu kenyataan kalo dia bersama wanita lain.

Akhirnya aku menyadari, dia seperti itu karna ulah ku. Karna aku tak pernah memberikan haknya sebagai seorang suami. Mungkin sakit dan sesak yang ku rasakan tak sedalam yang dia rasakan. Mungkin ketika dia melakukan 'itu' hatinya pun sakit karna tanpa rasa cinta didalamnya. Dan airmata ku semakin deras...

Aku pun memutuskan untuk menelfonnya, meminta maaf kepadanya, menyuruhnya untuk kembali kerumah dan membiarkan dia menyentuh ku dan melakukan hubungan suami istri.

Tapi ada satu hal yang lebih penting daripada itu,  karna pada akhirnya aku sadar bahwa aku pun... TELAH MENCINTAINYA dan aku pun menyadari bahwa selama ini DIA BENAR MENCINTAIKU.

Setelah aku menyadarinya semuanya, aku berpikir mungkin ini yang disebut dengan takdir Tuhan. Entah bagaimana datangnya jika memang dia jodoh kita cepat atau lambat kita akan di buat jatuh hati kepadanya. meski awalnya aku sama sekali tak mengenalnya tapi jiwa kita sudah disatukan olehNya.

Mungkin ini yang dinamakan jodoh. Tak perlu proses perkenalan yang lama bahkan proses pacaran tapi aku dan dia mampu menjadi dua orang yang saling mencintai untuk membahagiakan satu sama lain. Sekarang aku mengerti perihal pasangan hidup, tak perlu di tunggu, tak perlu di nanti. Cukup jalani apa yang ada sesuai dengan ajaranNya, maka kebahagiaan mu akan datang dengan sendirinya...

Terimakasih Tuhan...

Terimakasih telah mengirimkan dia untukku...
Bukan sosok yang selama ini aku kenal..
Bukan seseorang yang selama ini aku nanti...
Tapi dia adalah sosok seorang pria yang memang aku butuhkan...

Terimakasih telah mempersatukan kita...
Bukan di waktu yang indah...
Bukan di waktu yang kita rencanakan...
Tapi di waktu yang tepat...

Terimakasih untuk segalanya Tuhan...
Mulai sekarang, kita akan saling terus membahagiakan karna kita saling mencintai dan saling menjaga amanahMu...

-26 Januari 2016-

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 26 Januari 2016

Setelah Penikahan Itu...



Suatu hari sesosok pria yang ku kenal baru sebentar saja datang ke rumahku dan berkata:

"Saya mencintai anak ibu bapak, saya ingin segera menikahinya, secepatnya"

Seperti tersambar petir di siang hari, hati ku mendadak berdebar dengan cepat. Ya, aku kaget.

Tak lama setelah hari kedatangannya, pernikahan ku pun terlaksana. Benar, PERNIKAHANKU. Entah ini bisa disebut dengan pernikahan atau bukan sebab aku pun baru mengenalnya.

Pada hari itu hanya akad yang dilaksanakan sebab ada beberapa alasan untuk menunda resepsi salah satunya terlalu mendadak. Pernikahan ku pun hanya dihadiri oleh keluarga besar aku dan dia. Sangat suci.

Dan pada detik itu pun juga hidupku berubah... Ya sekarang aku telah menjadi istri dan aku telah mempunyai seorang suami. Dan semuanya terasa asing bagiku...

Aku belum terbiasa dengan dua keluarga besar yang menghabiskan waktu bersama-sama.

Aku belum terbiasa ketika aku membuka mata ada seseorang disampingku, tidur di atas tempat tidur yang sama denganku.

Aku belum terbiasa isi lemari pakaianku bukan hanya ada milikku tapi ada milik suamiku.

Aku belum terbiasa setelah aku mandi ada orang lain di dalam kamar.

Aku belum terbiasa dengan semua keadaan baru ini...

Semenjak hari pernikahan ku, aku begitu cuek dan jutek terhadap suami ku. Tidak, bukan aku membencinya. Aku hanya ragu... Apakah ini semua benar terjadi?

Aku dan dia seperti orang asing. Berbicara seperlunya. Tak pernah ada bercandaan di antara kita berdua. Aku tahu dia bersikap seperti itu karna dia  mengerti keadaan ku dan aku rasa dia pun merasakan hal yang sama. 
Aku dan dia hanya perlu sama-sama saling belajar tentang kehidupan kita berdua. Yang mulai saat itu, kita selalu menghabiskan segala waktu, masalah, dan kehidupan secara-secara bersama-sama. Transisi dari individual menjadi dua orang.
Suamiku sangat sabar, tak pernah mengeluh sedikitpun akan sikap cuek dan jutekku. Tak pernah meminta haknya sebagai suami dan kewajibanku sebagai istri.

Suamiku sangat pengertian, dia memberiku waktu untuk terbiasa dengan semua perubahan di hidupku. Membiarkan ku menyendiri dengan perasaan ku sendiri hingga aku menyadari semuanya.

Tak lama setelah menikah, aku sakit. Dia merawat ku dengan lembut, dengan penuh kasih. Meski selama ini aku tak pernah membuatnya bahagia.

Benarkah ini bukti dia mencintaiku?

Pada suatu waktu, dia mengajak ku berfoto bersama. Lucu, ekspresi ku sangatlah lucu. Kaku, terlalu kaku untuk pasangan suami istri.

Ketika suami ku sedang pergi, aku melihat handphonenya tergeletak diatas kasur. Ntah apa yang membuat ku penasaran. Aku mencoba membuka hpnya dan ternyata hpnya pake password.

Aku mencoba menerka kode passnya, aku coba dengan tanggal penikahan kita. Dan... BENAR! Yang lebih aku kagetkan adalah wallpaper hpnya adalah foto kita berdua yang diambil setelah aku sakit. Sungguh kah dia benar-benar mencintaiku dan menginginkan pernikahan ini?

Setelah hpnya terbuka aku mengecek chat bbmnya dan ternyata tak ada yang mencurigakan isinya biasa saja.
Pernikahanku pun berjalan seperti biasa, hingga suatu hari hal yang mengejutkanku terjadi...

Dia melakukan 'itu' dengan wanita lain!!! Sakit hatiku sungguh sangat sakit!!! Memang semenjak kita menikah aku dan dia belum pernah berhubungan, jangankan berhubungan saling berpegangan tangan pun jarang. Ini semua karna aku yang masih ragu dan tak percaya kepadanya...

Aku pun memutuskan untuk bercerai. Wanita mana yang tak sakit hati melihat suaminya seperti itu?

Beberapa hari dia tak pulang. Awalnya aku biasa saja. Namun, ketika aku memasuki kamar 'kita' aku merasakan ada sesuatu yang hilang. Aku melihat seisi kamar itu penuh dengan barang aku dan dia. Bukan hanya barangku.

Aku buka lemari baju. Dan aku melihat baju dia tersusun rapi. Melihat kemejanya yang aku cuci dan aku setrika. Bayang-bayang aku menyiapkan keperluan dia bekerja pun terlintas dan seketika aku pun menangis. Menangis dengan sangat deras. Hati ku sesak bahkan lebih sesak daripada melihatnya bersama wanita lain. Hati ku sakit bahkan lebih sakit melebihihi ketika aku tahu kenyataan kalo dia bersama wanita lain.

Akhirnya aku menyadari, dia seperti itu karna ulah ku. Karna aku tak pernah memberikan haknya sebagai seorang suami. Mungkin sakit dan sesak yang ku rasakan tak sedalam yang dia rasakan. Mungkin ketika dia melakukan 'itu' hatinya pun sakit karna tanpa rasa cinta didalamnya. Dan airmata ku semakin deras...

Aku pun memutuskan untuk menelfonnya, meminta maaf kepadanya, menyuruhnya untuk kembali kerumah dan membiarkan dia menyentuh ku dan melakukan hubungan suami istri.

Tapi ada satu hal yang lebih penting daripada itu,  karna pada akhirnya aku sadar bahwa aku pun... TELAH MENCINTAINYA dan aku pun menyadari bahwa selama ini DIA BENAR MENCINTAIKU.

Setelah aku menyadarinya semuanya, aku berpikir mungkin ini yang disebut dengan takdir Tuhan. Entah bagaimana datangnya jika memang dia jodoh kita cepat atau lambat kita akan di buat jatuh hati kepadanya. meski awalnya aku sama sekali tak mengenalnya tapi jiwa kita sudah disatukan olehNya.

Mungkin ini yang dinamakan jodoh. Tak perlu proses perkenalan yang lama bahkan proses pacaran tapi aku dan dia mampu menjadi dua orang yang saling mencintai untuk membahagiakan satu sama lain. Sekarang aku mengerti perihal pasangan hidup, tak perlu di tunggu, tak perlu di nanti. Cukup jalani apa yang ada sesuai dengan ajaranNya, maka kebahagiaan mu akan datang dengan sendirinya...

Terimakasih Tuhan...

Terimakasih telah mengirimkan dia untukku...
Bukan sosok yang selama ini aku kenal..
Bukan seseorang yang selama ini aku nanti...
Tapi dia adalah sosok seorang pria yang memang aku butuhkan...

Terimakasih telah mempersatukan kita...
Bukan di waktu yang indah...
Bukan di waktu yang kita rencanakan...
Tapi di waktu yang tepat...

Terimakasih untuk segalanya Tuhan...
Mulai sekarang, kita akan saling terus membahagiakan karna kita saling mencintai dan saling menjaga amanahMu...

-26 Januari 2016-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates