Welcome!

Hanya sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....

Minggu, 18 Oktober 2015

Hai Power Ranger

Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara kita. Semua berubah begitu saja. Apa yang membuat segalanya terasa asing? Apa semua karena salahku? Ntahlah... yang jelas semua memang telah berubah semenjak kejadian itu... Apa memang ini hukuman yang pantas untukku meski aku sudah berusaha memperbaikinya? Tak cukupkah kesempatan yang selalu kuberi untukmu untuk menjadikan kita seperti dulu lagi?

Aku seperti tak mengenalmu. Aku tak mampu memahami mengapa aku bisa jatuh bahkan terlalu jatuh didalam hati seorang pria sepertimu. Pria yang selalu tak bisa menjaga janjinya, pria yang selalu mensia-sia kan kesempatan yang diberikan, pria yang sekarang mulai menjauh dari diriku, pria yang sekarang mulai malas berhubungan denganku. Tapi aku lebih tak mampu memahami diriku sendiri, mengapa aku bisa bertahan dengan mu hingga sekarang?

Meski kamu telah berubah menjadi sesosok moster yang amat menakutkan dimataku namun kamu tetap sang bintang di hatiku. Mata dan hatiku seakan menjadi musuh. Tak pernah sejalan seperti dulu. Tak pernah bersahabat seperti awal kita bersama. Api yang dulu kamu nyalakan terasa hangat dipelukkan ku tapi sekarang api itu seakan mampu membakar tubuhku. Kesejukkan yang selalu di ucapakan dari bibir indahmu namun sekarang seperti es dingin yang mampu membekukan ku. Ntah sihir apa yang telah kamu tiupkan dikeduanya sehingga semuanya berubah begitu saja.

Bisakah kamu mengukur seberapa besar kesabaran ku dalam menghadapimu selama ini. Aku tak pernah memintamu untuk menjadi seperti dulu, meski aku sangat merindukan kamu yang dulu. Aku tak ingin banyak menuntut darimu. Maafkan aku menulis ini untukmu. Mungkin sekarang aku hanya belum bisa menerima sosokmu yang ‘baru’.

Aku tetap setia disini, disampingmu, dengan dirimu yang ‘baru’. Ntah apa orang itu masih kamu atau dia orang lain yang hanya menyerupaimu. Aku akan tetap setia menjadi kawan ceritamu dalam suka maupun duka, tempat kamu mencurahkan segala emosi jiwa, tempat kamu membenci waktu yang menyebalkan. Aku berusaha membuat telingaku tuli, membuat hati ku menjadi batu, hanya untuk mendengar segala amarah, bentakkan, bahkan cacianmu.

Andai kamu aku, bisa kah kamu melakukan apa yang telah aku lakukan kepadamu? Saat kamu mengeluarkan amarah, aku tak membalasnya. Saat kamu mengeluarkan curahan hatimu, aku tak menutup telingaku sedikitpun. Saat kamu membentakku, aku tetap tersenyum kepadamu. Saat kamu mengumpatku dengan kata-kata kotor, aku tetap berkata halus kepadamu. Bahkan saat kamu membuat ku menangis, aku selalu tetap melukiskan senyum di bibirmu. Aku selalu menyediakan pundakku meski saat itu aku berada diposisi paling lemah untukku sendiri. Karena bagiku, membuatmu menjadi kuat kembali adalah tugasku.

Apakah wanita lain yang membuatmu berubah saat ini bisa melakukan apa yang kulakukan padamu? Apakah wanita itu siap menerima segala curhan hatimu dan tidak menutup telinganya? Apakah wanita itu mampu menerima segala amarahmu tanpa membalasnya sedikitpun? Apakah wanita itu tetap tersenyum meski kamu membentaknya? Apakah wanita itu masih bisa berkata halus saat kamu mengumpatnya dengan kata-kata kotor? Dan apakah wanita itu akan selalu melukiskan senyum dibibirmu ketika kamu membuat airmatanya terjatuh? Apakah dia ada disaat kamu membutuhkan pundaknya?

Sadarlah. Wanita yang saat ini mampu merubahmu akan pergi meninggalkanmu, mengisap semua kasih sayang yang pernah kamu berikan kepadaku. Dan ketika dia meninggalkanmu, kamu akan memohon dihadapanku untuk kembali kepadamu. Tapi sekarang kamu masih jadi pemenang. Belum saatnya kamu merasakan itu.

Untuk sekarang kamu masih memandangku sebagai wanita murahan, bodoh, tolol, dan tak punya harga diri karena masih terus berdiri disampingmu. Kamu hanya memandangku dari sisi yang kamu benci. Kamu belum merasakan takut kehilangan wanita yang kamu anggap tak berguna ini. Rasa itu akan datang, saat aku tak lagi memperdulikkanmu dan membuangmu sebagai seonggok sampah yang tak berguna dan kamu akan memohon untuk aku memungutmu kembali. Aku ini memang wanita bodoh yang bisa kamu jadikan boneka. Tapi aku tak sebodoh dirimu, yang mampu dirayu hanya lewat perhatiaan sesaat.

Lakukan lah hingga kamu puas. Dustai dan khianati lukai hatiku. Sampai lautan airmataku akan mengering karna terkuras olehmu. Namun hari esok, airmata ku akan menjadi airmatamu. Aku sebenarnya mampu untuk meninggalkan, melupakan bahkan membencimu kapanpun aku mau. Tapi sekarang, aku masih ingin bermain dengan permainanmu. Aku ingin tau seberapa hebat kamu menyelesaikan permainan ini.

Permaianan mu terlalu asyik untuk ditinggalkan begitu saja meski ini saat menyiksaku. Dan ketika permainan ini berakhir aku akan pergi meninggalkanmu, karena memang aku tak ingin bermain dari awal lagi. Rasanya tak akan seseru dan seasyik ketika awal kamu mengajakku bermain. Karena aku telah tau, apa yang akan kamu lakukan kepadaku. Dan aku tau semua perlakuan kasarmu yang akan kamu berikan kepadaku. Kamu bukan lagi sesosok penyelamat dalam hidupku tapi kamu adalah ular berbisa.

Ya aku ini bagai seekor tikus kecil yang menjadi sajian lezat untuk ular sepertimu. Namun aku ingin melihat bila tak ada lagi tikus kecil ini masih mampukah kamu merasakan sajian lezat? Sama seperti kenyataan yang ada pada kita, aku ingin melihat apakan kamu mampu bila tak ada aku? Apa matamu masih tertutup rapat sehingga tak bisa melihat sosokku yang sebenarnya?

Biar waktu yang membuatmu sadar akan semuanya. Biarkan aku pergi dan mengakhiri permainan ini dan perlahan-lahan pergi dari hidupmu. Izinkan aku menikmati keindahan alam setelah sekian lama terkurung dalam sangkar emasmu yang palsu. Dan kamu harus ingat ketika aku pergi aku tak akan ingin kembali kedalam sangkar emasmu lagi.


Terimakasih untukmu, yang telah menjadikan aku sekuat baja, menjadikan aku sekokoh karang yang terus dihantam oleh ombak besar, menjadikan aku tembok yang hanya bisa diam disaat orang lain hendak menghancurkannya. Terimakasih atas segala kebahagian serta kesedihan yang kamu berikan. Aku anggap kamu salah satu warna dalam hidupku. Tanpamu aku takkan mampu menjadi sesosok wanita yang tegar.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...

Untukmu,
Yang Bimbang Hatinya...

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Salahkah aku mencintai dirinya? Mungkin ini adalah hal paling umum yang dirasakan setiap manusia ketika jatuh cinta. Lalu apakah benar kamu memang seharusnya tidak mencintainya? Tidak. Menurutku itu salah. Sebab cintamu adalah bukti ketulusan hatimu. Bagaimana sebuah ketulusan bisa hadir bila kamu rencanakan sebelumnya? Pantaskah ia disebut dengan ketulusan? Pikirkan kembali mengapa kamu harus memiliki pemikiran seperti itu. Apakah karena kamu merasa kamu tak pantas untuknya? Lalu seseorang yang seperti apa yang pantas untukmu? Tidak ada seseorang pun yang pantas untukmu bila kamu sendiri tak pernah merasa pantas untuk orang lain. Kenapa? Karena kamu sendiri saja tak menghargai diri sendiri bagaimana orang lain bisa menghargaimu. Jika kamu memang merasa tak pantas maka perbaiki dirilah untuk memantaskannya bukan menyalahkan ketulusan hatimu.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... seharusnya aku mencintai dia bukan dia. Begitukah yang ada di pikiran mu kawan? Jika iya, bukalah mata kamu dan bacalah ini semoga membantu membuka pikiranmu. Siapapun yang hatimu cintai itu bukan sebuah kesalahan. Justru menjadi sebuah kesalahan karena kamu sendiri yang menyalahkannya. Bagaimana cinta bisa salah sedangkan ia tak pernah direncanakan? Apakah kamu bisa menjamin bila dengan kamu mencintai orang lain kamu bisa menjadi lebih bahagia? Apakah kamu merasa dengan mencintai dia kamu hanya merasa sengsara? Sungguh, jika iya lagi hidupmu sungguh menyedihkan. Ini membuktikan bahwa pikiranmu terlalu pendek kawan. Bagaiman kamu tau hal yang belum pernah kamu coba? Apakah itu masuk akal? Seberapa bahagianya kamu, seberat apapun kesengsaraan kamu itu lahir dari bagaimana caramu berpikir. Jika kamu berpikir dengan mencintai dia hanya membuatmu sengsara dan hanya dengan mencintai orang lain bisa membuatmu bahagia itu adalah hal yang tak masuk diakal. Lalu setelah kamu berpikir seperti itu apakah lantas kamu bisa langsung mencintai orang lain? Jika iya, maka aku patut mempertanyakan ‘seberapa besar rasa ketulusanmu?’ karena jika kamu benar-benar mencintai seseorang dengan ketulusan, hatimu tak akan pernah sanggup berpaling sampai kamu dapat mencintai orang yang baru dengan ketulusan juga. Bahagia atau sengsaranya dirimu itu tercipta dari bagaimana cara kamu menjalaninnya. Kebahagiaanmu bukan karena secantik, setampan, sekaya pasanganmu tapi kebahagiaanmu lahir karena bagaimana cara kalian berdua menjalaninya. Dan kesengsaraanmu bukan karena sejelek, semiskin pasanganmu. Jadi, syukuri saja kepada siapa kamu jatuh cinta karena sampai kapapun cinta tak akan pernah salah.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Untuk apa aku terus terus mencintainya bila ia tak pernah menjadi milikku? Maka aku kan membalas pertanyaanmu ‘untuk apa kamu menuntut sebuah balasan bila dengan mencintai ia saja kamu sudah merasa bahagia?’ Ya, ketulusanmu akan terlihat ketika kamu tak bisa memilikinya, tak bersamanya namun kamu tetap mencintainya serta mendoakannya. Karena bagi seseorang yang tulus ‘balasan’ bukanlah hal yang ia kejar. Karena hatinya tau yang mencintai terlebih dahulu adalah ia, karena hatinya sadar selalu mendoakannya bukanlah hal yang diminta. Dan karena hatinya mengerti bahwa tak pernah ada seseorang pun yang memaksa ia untuk mencintainya. Jika ketulusan yang berbicara atas rasa cinta maka tak akan pernah ada pikiran tentang “Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...” sebab apapun yang terjadi jika ketulusan itu masih ada kamu akan tetap selalu mencintainya... bahkan ketika Tuhan sangat menyulitkan jalanmu namun kamu tak akan pernah menyerah sampai akhirnya kamu mendapat jawaban dari Tuhan “inilah akhirnya, inilah yang Aku takdirkan untukmu, dan inilah yang terbaik untukmu dari-Ku”. Maka dari itu kamu tak akan pernah menyalahkan siapapun ketika kamu jatuh cinta.

Sudah berapa seringkah kamu menyalahkan diri sendiri atas apa yang memang Tuhan takdirkan mu? Jika sering, maka itu artinya kamu belum dewasa dalam hal menerima takdir. Hatimu selalu berontak dan merasa Tuhan tak pernah adil padahal begitulah cara dia mendewasakan setiap umatNya. Mulai sekarang periksalah hatimu terlebih dahulu sebelum kamu menyalahkan sesuatu. Apakah hal itu memang pantas disalahkan atau itu hanya alasanmu untuk mengingkari apa yang hatimu rasakan. Di lain sisi kamu menyalahkan diri sendiri namun dilain sisi pula itulah kebenaran atas hatimu. Banyak yang bilang “jika mencintaimu adalah kesalahan maka biarlah kesalahan ini aku nikmati sendiri” apakah itu masuk akal? Adakah kesalahan yang bisa dinikmati? Yang kamu nikmati itu bukan kesalahan tapi justru kebenaran atas apa yang kamu rasa.

Kawan, aku hanya ingin bertanya jika kamu ingin menyalahkan perasaan itu lantas siapa yang kamu salahkan? Dirimu atau hatimu? Tidakkah kamu sadar bahwa kedua itu adalah milikNya? Jika kamu menyalahkan keduanya berarti itu sama saja kamu menyalahkan Tuhan. Padahal kamu hanya seorang hambaNya yang tidak mengetahui apa-apa namun Dia mengetahui segalanya. Tidakkah kamu sadar bahwa kesalahan dan kebenaran itu hakikinya hanya Dialah yang tahu? Lalu mengapa kamu menghabiskan waktu untuk menyalahkan hal yang mungkin terbaik untukmu?


Dari yang pernah merasakannya...

Rabu, 07 Oktober 2015

Surat Rindu Untuk Ayah di Surga

Teruntukmu,

Ayah Tercinta...


             Apa kabar ayah? Gimana keadaan ayah disana? Ayah... kenapa surga begitu indah sehingga ayah tidak ingin kembali pulang? Kenapa surga begitu jauh untuk kita saling berjumpa? Ayah hari ini adalah hari lahir ayah. Pantesan kemarenan kaka mimpiin ayah eh ternyata bentar lagi ayah ulang tahun hehehehehe:’). Ngga kerasa udah 5 tahun kita ngga bisa ngasih kue ke ayah, ngga bisa ngasih kado ke ayah, ngga bisa ngasih kejutan ke ayah... sekarang yang bisa kita kasih cuman doa buat ayah. Biar ayah disana ngga kesusahan, ngga kelaparan, ngga kehausan.

             Ayah kaka mau minta maaf tepat dihari ulang tahun kaka ngga bisa ngirimin doa karena lagi pmsL. Ayah kaka kangen bangeeeeet sama ayaaaaah:””””(. Walau kaka tau pasti bunda jauh lebih ngerasa kangen banget sama ayah daripada kaka. Ayah andai kaka bisa muter ulang waktu kaka mau gantiin posisi ayah dulu. Biarin kaka yang ngerasain sakit kaya yang ayah rasain, gpp kaka yang ninggalin dunia ini daripada ayah yang harus pergi:”””(. Ayah, andai ada kehidupan kedua dari Tuhan kaka pasti ngga ada sia-siain waktu sama ayah.

          Ayah kaka tau surat singkat ini ngga bisa hilangin rindu kaka sama ayah tapi paling ngga lewat tulisan ini kaka bisa curahin kalo kaka tuh rindu banget sama ayah. Walau rasa rindu ini ngga bisa di ungkapin pake kata-kata karena udah terlalu lagi dipendem. Kaka selalu berusaha ngga nangis setiap inget ayah padahal ayah tau sendiri kaka itu cengeng. Ayah, semenjak ayah ngga ada kaka janji sama diri kaka sendiri buat jagain bunda, bunda nemenin bunda, bisa jadi pengganti ayah walau ngga bisa sepenuhnya...

                Rindu, rindu, rindu bangeeeeet sama ayaaaaah. Rindu tawa ayah, rindu senyum ayah, rindu nasihat ayah, rindu ngabisin waktu sama ayah, rindu candaan ayah, rindu pengen peluk ayah:””””””””””””””(. Ayah, kapan kita bisa ketemu lagi? Ketawa bareng lagi, bercanda bareng lagi, quality time lagi:””””(. Ayah ngga bisa gitu izin dulu sama Allah buat pulang walau cuman sehari, sejam juga gpp kok, asal kita bisa meluk ayah lagi....

                Ayah semoga Allah selalu ngejagain ayah, ngelindungin ayah dari azab dan panasnya api neraka ya... semoga ayah selalu diberikan kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian disana... semoga surat kecil kaka ini sampai ke surga... Salam Rindu dari kita semua ayah... Sekali lagi... Selamat Ulang Tahun Ayah kita Tercintaaa:””””) kita semua bangga punya ayah seperti ayah




Kita akan selalu mencintai ayah, merindukan ayah, menunggu ayah pulang, mendoakan ayah... sampai kapanpun ngga akan ada yang bisa gantiin posisi ayah di hati kita semua....
Ya Allah tolong jaga ayah kita tercinta, jangan biarkan dia merasakan kesakitan, kesengsaran disana, berikanlah dia selalu kebahagian, kesenangan, dan kenikmatanMu, Ya Rabb...



Dari kita yang selalu mencintai, merindukan, dan mendoakan
Ayah Tercinta.....

Minggu, 18 Oktober 2015

Hai Power Ranger

Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara kita. Semua berubah begitu saja. Apa yang membuat segalanya terasa asing? Apa semua karena salahku? Ntahlah... yang jelas semua memang telah berubah semenjak kejadian itu... Apa memang ini hukuman yang pantas untukku meski aku sudah berusaha memperbaikinya? Tak cukupkah kesempatan yang selalu kuberi untukmu untuk menjadikan kita seperti dulu lagi?

Aku seperti tak mengenalmu. Aku tak mampu memahami mengapa aku bisa jatuh bahkan terlalu jatuh didalam hati seorang pria sepertimu. Pria yang selalu tak bisa menjaga janjinya, pria yang selalu mensia-sia kan kesempatan yang diberikan, pria yang sekarang mulai menjauh dari diriku, pria yang sekarang mulai malas berhubungan denganku. Tapi aku lebih tak mampu memahami diriku sendiri, mengapa aku bisa bertahan dengan mu hingga sekarang?

Meski kamu telah berubah menjadi sesosok moster yang amat menakutkan dimataku namun kamu tetap sang bintang di hatiku. Mata dan hatiku seakan menjadi musuh. Tak pernah sejalan seperti dulu. Tak pernah bersahabat seperti awal kita bersama. Api yang dulu kamu nyalakan terasa hangat dipelukkan ku tapi sekarang api itu seakan mampu membakar tubuhku. Kesejukkan yang selalu di ucapakan dari bibir indahmu namun sekarang seperti es dingin yang mampu membekukan ku. Ntah sihir apa yang telah kamu tiupkan dikeduanya sehingga semuanya berubah begitu saja.

Bisakah kamu mengukur seberapa besar kesabaran ku dalam menghadapimu selama ini. Aku tak pernah memintamu untuk menjadi seperti dulu, meski aku sangat merindukan kamu yang dulu. Aku tak ingin banyak menuntut darimu. Maafkan aku menulis ini untukmu. Mungkin sekarang aku hanya belum bisa menerima sosokmu yang ‘baru’.

Aku tetap setia disini, disampingmu, dengan dirimu yang ‘baru’. Ntah apa orang itu masih kamu atau dia orang lain yang hanya menyerupaimu. Aku akan tetap setia menjadi kawan ceritamu dalam suka maupun duka, tempat kamu mencurahkan segala emosi jiwa, tempat kamu membenci waktu yang menyebalkan. Aku berusaha membuat telingaku tuli, membuat hati ku menjadi batu, hanya untuk mendengar segala amarah, bentakkan, bahkan cacianmu.

Andai kamu aku, bisa kah kamu melakukan apa yang telah aku lakukan kepadamu? Saat kamu mengeluarkan amarah, aku tak membalasnya. Saat kamu mengeluarkan curahan hatimu, aku tak menutup telingaku sedikitpun. Saat kamu membentakku, aku tetap tersenyum kepadamu. Saat kamu mengumpatku dengan kata-kata kotor, aku tetap berkata halus kepadamu. Bahkan saat kamu membuat ku menangis, aku selalu tetap melukiskan senyum di bibirmu. Aku selalu menyediakan pundakku meski saat itu aku berada diposisi paling lemah untukku sendiri. Karena bagiku, membuatmu menjadi kuat kembali adalah tugasku.

Apakah wanita lain yang membuatmu berubah saat ini bisa melakukan apa yang kulakukan padamu? Apakah wanita itu siap menerima segala curhan hatimu dan tidak menutup telinganya? Apakah wanita itu mampu menerima segala amarahmu tanpa membalasnya sedikitpun? Apakah wanita itu tetap tersenyum meski kamu membentaknya? Apakah wanita itu masih bisa berkata halus saat kamu mengumpatnya dengan kata-kata kotor? Dan apakah wanita itu akan selalu melukiskan senyum dibibirmu ketika kamu membuat airmatanya terjatuh? Apakah dia ada disaat kamu membutuhkan pundaknya?

Sadarlah. Wanita yang saat ini mampu merubahmu akan pergi meninggalkanmu, mengisap semua kasih sayang yang pernah kamu berikan kepadaku. Dan ketika dia meninggalkanmu, kamu akan memohon dihadapanku untuk kembali kepadamu. Tapi sekarang kamu masih jadi pemenang. Belum saatnya kamu merasakan itu.

Untuk sekarang kamu masih memandangku sebagai wanita murahan, bodoh, tolol, dan tak punya harga diri karena masih terus berdiri disampingmu. Kamu hanya memandangku dari sisi yang kamu benci. Kamu belum merasakan takut kehilangan wanita yang kamu anggap tak berguna ini. Rasa itu akan datang, saat aku tak lagi memperdulikkanmu dan membuangmu sebagai seonggok sampah yang tak berguna dan kamu akan memohon untuk aku memungutmu kembali. Aku ini memang wanita bodoh yang bisa kamu jadikan boneka. Tapi aku tak sebodoh dirimu, yang mampu dirayu hanya lewat perhatiaan sesaat.

Lakukan lah hingga kamu puas. Dustai dan khianati lukai hatiku. Sampai lautan airmataku akan mengering karna terkuras olehmu. Namun hari esok, airmata ku akan menjadi airmatamu. Aku sebenarnya mampu untuk meninggalkan, melupakan bahkan membencimu kapanpun aku mau. Tapi sekarang, aku masih ingin bermain dengan permainanmu. Aku ingin tau seberapa hebat kamu menyelesaikan permainan ini.

Permaianan mu terlalu asyik untuk ditinggalkan begitu saja meski ini saat menyiksaku. Dan ketika permainan ini berakhir aku akan pergi meninggalkanmu, karena memang aku tak ingin bermain dari awal lagi. Rasanya tak akan seseru dan seasyik ketika awal kamu mengajakku bermain. Karena aku telah tau, apa yang akan kamu lakukan kepadaku. Dan aku tau semua perlakuan kasarmu yang akan kamu berikan kepadaku. Kamu bukan lagi sesosok penyelamat dalam hidupku tapi kamu adalah ular berbisa.

Ya aku ini bagai seekor tikus kecil yang menjadi sajian lezat untuk ular sepertimu. Namun aku ingin melihat bila tak ada lagi tikus kecil ini masih mampukah kamu merasakan sajian lezat? Sama seperti kenyataan yang ada pada kita, aku ingin melihat apakan kamu mampu bila tak ada aku? Apa matamu masih tertutup rapat sehingga tak bisa melihat sosokku yang sebenarnya?

Biar waktu yang membuatmu sadar akan semuanya. Biarkan aku pergi dan mengakhiri permainan ini dan perlahan-lahan pergi dari hidupmu. Izinkan aku menikmati keindahan alam setelah sekian lama terkurung dalam sangkar emasmu yang palsu. Dan kamu harus ingat ketika aku pergi aku tak akan ingin kembali kedalam sangkar emasmu lagi.


Terimakasih untukmu, yang telah menjadikan aku sekuat baja, menjadikan aku sekokoh karang yang terus dihantam oleh ombak besar, menjadikan aku tembok yang hanya bisa diam disaat orang lain hendak menghancurkannya. Terimakasih atas segala kebahagian serta kesedihan yang kamu berikan. Aku anggap kamu salah satu warna dalam hidupku. Tanpamu aku takkan mampu menjadi sesosok wanita yang tegar.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...

Untukmu,
Yang Bimbang Hatinya...

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Salahkah aku mencintai dirinya? Mungkin ini adalah hal paling umum yang dirasakan setiap manusia ketika jatuh cinta. Lalu apakah benar kamu memang seharusnya tidak mencintainya? Tidak. Menurutku itu salah. Sebab cintamu adalah bukti ketulusan hatimu. Bagaimana sebuah ketulusan bisa hadir bila kamu rencanakan sebelumnya? Pantaskah ia disebut dengan ketulusan? Pikirkan kembali mengapa kamu harus memiliki pemikiran seperti itu. Apakah karena kamu merasa kamu tak pantas untuknya? Lalu seseorang yang seperti apa yang pantas untukmu? Tidak ada seseorang pun yang pantas untukmu bila kamu sendiri tak pernah merasa pantas untuk orang lain. Kenapa? Karena kamu sendiri saja tak menghargai diri sendiri bagaimana orang lain bisa menghargaimu. Jika kamu memang merasa tak pantas maka perbaiki dirilah untuk memantaskannya bukan menyalahkan ketulusan hatimu.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... seharusnya aku mencintai dia bukan dia. Begitukah yang ada di pikiran mu kawan? Jika iya, bukalah mata kamu dan bacalah ini semoga membantu membuka pikiranmu. Siapapun yang hatimu cintai itu bukan sebuah kesalahan. Justru menjadi sebuah kesalahan karena kamu sendiri yang menyalahkannya. Bagaimana cinta bisa salah sedangkan ia tak pernah direncanakan? Apakah kamu bisa menjamin bila dengan kamu mencintai orang lain kamu bisa menjadi lebih bahagia? Apakah kamu merasa dengan mencintai dia kamu hanya merasa sengsara? Sungguh, jika iya lagi hidupmu sungguh menyedihkan. Ini membuktikan bahwa pikiranmu terlalu pendek kawan. Bagaiman kamu tau hal yang belum pernah kamu coba? Apakah itu masuk akal? Seberapa bahagianya kamu, seberat apapun kesengsaraan kamu itu lahir dari bagaimana caramu berpikir. Jika kamu berpikir dengan mencintai dia hanya membuatmu sengsara dan hanya dengan mencintai orang lain bisa membuatmu bahagia itu adalah hal yang tak masuk diakal. Lalu setelah kamu berpikir seperti itu apakah lantas kamu bisa langsung mencintai orang lain? Jika iya, maka aku patut mempertanyakan ‘seberapa besar rasa ketulusanmu?’ karena jika kamu benar-benar mencintai seseorang dengan ketulusan, hatimu tak akan pernah sanggup berpaling sampai kamu dapat mencintai orang yang baru dengan ketulusan juga. Bahagia atau sengsaranya dirimu itu tercipta dari bagaimana cara kamu menjalaninnya. Kebahagiaanmu bukan karena secantik, setampan, sekaya pasanganmu tapi kebahagiaanmu lahir karena bagaimana cara kalian berdua menjalaninya. Dan kesengsaraanmu bukan karena sejelek, semiskin pasanganmu. Jadi, syukuri saja kepada siapa kamu jatuh cinta karena sampai kapapun cinta tak akan pernah salah.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Untuk apa aku terus terus mencintainya bila ia tak pernah menjadi milikku? Maka aku kan membalas pertanyaanmu ‘untuk apa kamu menuntut sebuah balasan bila dengan mencintai ia saja kamu sudah merasa bahagia?’ Ya, ketulusanmu akan terlihat ketika kamu tak bisa memilikinya, tak bersamanya namun kamu tetap mencintainya serta mendoakannya. Karena bagi seseorang yang tulus ‘balasan’ bukanlah hal yang ia kejar. Karena hatinya tau yang mencintai terlebih dahulu adalah ia, karena hatinya sadar selalu mendoakannya bukanlah hal yang diminta. Dan karena hatinya mengerti bahwa tak pernah ada seseorang pun yang memaksa ia untuk mencintainya. Jika ketulusan yang berbicara atas rasa cinta maka tak akan pernah ada pikiran tentang “Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...” sebab apapun yang terjadi jika ketulusan itu masih ada kamu akan tetap selalu mencintainya... bahkan ketika Tuhan sangat menyulitkan jalanmu namun kamu tak akan pernah menyerah sampai akhirnya kamu mendapat jawaban dari Tuhan “inilah akhirnya, inilah yang Aku takdirkan untukmu, dan inilah yang terbaik untukmu dari-Ku”. Maka dari itu kamu tak akan pernah menyalahkan siapapun ketika kamu jatuh cinta.

Sudah berapa seringkah kamu menyalahkan diri sendiri atas apa yang memang Tuhan takdirkan mu? Jika sering, maka itu artinya kamu belum dewasa dalam hal menerima takdir. Hatimu selalu berontak dan merasa Tuhan tak pernah adil padahal begitulah cara dia mendewasakan setiap umatNya. Mulai sekarang periksalah hatimu terlebih dahulu sebelum kamu menyalahkan sesuatu. Apakah hal itu memang pantas disalahkan atau itu hanya alasanmu untuk mengingkari apa yang hatimu rasakan. Di lain sisi kamu menyalahkan diri sendiri namun dilain sisi pula itulah kebenaran atas hatimu. Banyak yang bilang “jika mencintaimu adalah kesalahan maka biarlah kesalahan ini aku nikmati sendiri” apakah itu masuk akal? Adakah kesalahan yang bisa dinikmati? Yang kamu nikmati itu bukan kesalahan tapi justru kebenaran atas apa yang kamu rasa.

Kawan, aku hanya ingin bertanya jika kamu ingin menyalahkan perasaan itu lantas siapa yang kamu salahkan? Dirimu atau hatimu? Tidakkah kamu sadar bahwa kedua itu adalah milikNya? Jika kamu menyalahkan keduanya berarti itu sama saja kamu menyalahkan Tuhan. Padahal kamu hanya seorang hambaNya yang tidak mengetahui apa-apa namun Dia mengetahui segalanya. Tidakkah kamu sadar bahwa kesalahan dan kebenaran itu hakikinya hanya Dialah yang tahu? Lalu mengapa kamu menghabiskan waktu untuk menyalahkan hal yang mungkin terbaik untukmu?


Dari yang pernah merasakannya...

Rabu, 07 Oktober 2015

Surat Rindu Untuk Ayah di Surga

Teruntukmu,

Ayah Tercinta...


             Apa kabar ayah? Gimana keadaan ayah disana? Ayah... kenapa surga begitu indah sehingga ayah tidak ingin kembali pulang? Kenapa surga begitu jauh untuk kita saling berjumpa? Ayah hari ini adalah hari lahir ayah. Pantesan kemarenan kaka mimpiin ayah eh ternyata bentar lagi ayah ulang tahun hehehehehe:’). Ngga kerasa udah 5 tahun kita ngga bisa ngasih kue ke ayah, ngga bisa ngasih kado ke ayah, ngga bisa ngasih kejutan ke ayah... sekarang yang bisa kita kasih cuman doa buat ayah. Biar ayah disana ngga kesusahan, ngga kelaparan, ngga kehausan.

             Ayah kaka mau minta maaf tepat dihari ulang tahun kaka ngga bisa ngirimin doa karena lagi pmsL. Ayah kaka kangen bangeeeeet sama ayaaaaah:””””(. Walau kaka tau pasti bunda jauh lebih ngerasa kangen banget sama ayah daripada kaka. Ayah andai kaka bisa muter ulang waktu kaka mau gantiin posisi ayah dulu. Biarin kaka yang ngerasain sakit kaya yang ayah rasain, gpp kaka yang ninggalin dunia ini daripada ayah yang harus pergi:”””(. Ayah, andai ada kehidupan kedua dari Tuhan kaka pasti ngga ada sia-siain waktu sama ayah.

          Ayah kaka tau surat singkat ini ngga bisa hilangin rindu kaka sama ayah tapi paling ngga lewat tulisan ini kaka bisa curahin kalo kaka tuh rindu banget sama ayah. Walau rasa rindu ini ngga bisa di ungkapin pake kata-kata karena udah terlalu lagi dipendem. Kaka selalu berusaha ngga nangis setiap inget ayah padahal ayah tau sendiri kaka itu cengeng. Ayah, semenjak ayah ngga ada kaka janji sama diri kaka sendiri buat jagain bunda, bunda nemenin bunda, bisa jadi pengganti ayah walau ngga bisa sepenuhnya...

                Rindu, rindu, rindu bangeeeeet sama ayaaaaah. Rindu tawa ayah, rindu senyum ayah, rindu nasihat ayah, rindu ngabisin waktu sama ayah, rindu candaan ayah, rindu pengen peluk ayah:””””””””””””””(. Ayah, kapan kita bisa ketemu lagi? Ketawa bareng lagi, bercanda bareng lagi, quality time lagi:””””(. Ayah ngga bisa gitu izin dulu sama Allah buat pulang walau cuman sehari, sejam juga gpp kok, asal kita bisa meluk ayah lagi....

                Ayah semoga Allah selalu ngejagain ayah, ngelindungin ayah dari azab dan panasnya api neraka ya... semoga ayah selalu diberikan kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian disana... semoga surat kecil kaka ini sampai ke surga... Salam Rindu dari kita semua ayah... Sekali lagi... Selamat Ulang Tahun Ayah kita Tercintaaa:””””) kita semua bangga punya ayah seperti ayah




Kita akan selalu mencintai ayah, merindukan ayah, menunggu ayah pulang, mendoakan ayah... sampai kapanpun ngga akan ada yang bisa gantiin posisi ayah di hati kita semua....
Ya Allah tolong jaga ayah kita tercinta, jangan biarkan dia merasakan kesakitan, kesengsaran disana, berikanlah dia selalu kebahagian, kesenangan, dan kenikmatanMu, Ya Rabb...



Dari kita yang selalu mencintai, merindukan, dan mendoakan
Ayah Tercinta.....

Template by:

Free Blog Templates