Welcome!

Hanya sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....

Minggu, 18 Oktober 2015

Hai Power Ranger

Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara kita. Semua berubah begitu saja. Apa yang membuat segalanya terasa asing? Apa semua karena salahku? Ntahlah... yang jelas semua memang telah berubah semenjak kejadian itu... Apa memang ini hukuman yang pantas untukku meski aku sudah berusaha memperbaikinya? Tak cukupkah kesempatan yang selalu kuberi untukmu untuk menjadikan kita seperti dulu lagi?

Aku seperti tak mengenalmu. Aku tak mampu memahami mengapa aku bisa jatuh bahkan terlalu jatuh didalam hati seorang pria sepertimu. Pria yang selalu tak bisa menjaga janjinya, pria yang selalu mensia-sia kan kesempatan yang diberikan, pria yang sekarang mulai menjauh dari diriku, pria yang sekarang mulai malas berhubungan denganku. Tapi aku lebih tak mampu memahami diriku sendiri, mengapa aku bisa bertahan dengan mu hingga sekarang?

Meski kamu telah berubah menjadi sesosok moster yang amat menakutkan dimataku namun kamu tetap sang bintang di hatiku. Mata dan hatiku seakan menjadi musuh. Tak pernah sejalan seperti dulu. Tak pernah bersahabat seperti awal kita bersama. Api yang dulu kamu nyalakan terasa hangat dipelukkan ku tapi sekarang api itu seakan mampu membakar tubuhku. Kesejukkan yang selalu di ucapakan dari bibir indahmu namun sekarang seperti es dingin yang mampu membekukan ku. Ntah sihir apa yang telah kamu tiupkan dikeduanya sehingga semuanya berubah begitu saja.

Bisakah kamu mengukur seberapa besar kesabaran ku dalam menghadapimu selama ini. Aku tak pernah memintamu untuk menjadi seperti dulu, meski aku sangat merindukan kamu yang dulu. Aku tak ingin banyak menuntut darimu. Maafkan aku menulis ini untukmu. Mungkin sekarang aku hanya belum bisa menerima sosokmu yang ‘baru’.

Aku tetap setia disini, disampingmu, dengan dirimu yang ‘baru’. Ntah apa orang itu masih kamu atau dia orang lain yang hanya menyerupaimu. Aku akan tetap setia menjadi kawan ceritamu dalam suka maupun duka, tempat kamu mencurahkan segala emosi jiwa, tempat kamu membenci waktu yang menyebalkan. Aku berusaha membuat telingaku tuli, membuat hati ku menjadi batu, hanya untuk mendengar segala amarah, bentakkan, bahkan cacianmu.

Andai kamu aku, bisa kah kamu melakukan apa yang telah aku lakukan kepadamu? Saat kamu mengeluarkan amarah, aku tak membalasnya. Saat kamu mengeluarkan curahan hatimu, aku tak menutup telingaku sedikitpun. Saat kamu membentakku, aku tetap tersenyum kepadamu. Saat kamu mengumpatku dengan kata-kata kotor, aku tetap berkata halus kepadamu. Bahkan saat kamu membuat ku menangis, aku selalu tetap melukiskan senyum di bibirmu. Aku selalu menyediakan pundakku meski saat itu aku berada diposisi paling lemah untukku sendiri. Karena bagiku, membuatmu menjadi kuat kembali adalah tugasku.

Apakah wanita lain yang membuatmu berubah saat ini bisa melakukan apa yang kulakukan padamu? Apakah wanita itu siap menerima segala curhan hatimu dan tidak menutup telinganya? Apakah wanita itu mampu menerima segala amarahmu tanpa membalasnya sedikitpun? Apakah wanita itu tetap tersenyum meski kamu membentaknya? Apakah wanita itu masih bisa berkata halus saat kamu mengumpatnya dengan kata-kata kotor? Dan apakah wanita itu akan selalu melukiskan senyum dibibirmu ketika kamu membuat airmatanya terjatuh? Apakah dia ada disaat kamu membutuhkan pundaknya?

Sadarlah. Wanita yang saat ini mampu merubahmu akan pergi meninggalkanmu, mengisap semua kasih sayang yang pernah kamu berikan kepadaku. Dan ketika dia meninggalkanmu, kamu akan memohon dihadapanku untuk kembali kepadamu. Tapi sekarang kamu masih jadi pemenang. Belum saatnya kamu merasakan itu.

Untuk sekarang kamu masih memandangku sebagai wanita murahan, bodoh, tolol, dan tak punya harga diri karena masih terus berdiri disampingmu. Kamu hanya memandangku dari sisi yang kamu benci. Kamu belum merasakan takut kehilangan wanita yang kamu anggap tak berguna ini. Rasa itu akan datang, saat aku tak lagi memperdulikkanmu dan membuangmu sebagai seonggok sampah yang tak berguna dan kamu akan memohon untuk aku memungutmu kembali. Aku ini memang wanita bodoh yang bisa kamu jadikan boneka. Tapi aku tak sebodoh dirimu, yang mampu dirayu hanya lewat perhatiaan sesaat.

Lakukan lah hingga kamu puas. Dustai dan khianati lukai hatiku. Sampai lautan airmataku akan mengering karna terkuras olehmu. Namun hari esok, airmata ku akan menjadi airmatamu. Aku sebenarnya mampu untuk meninggalkan, melupakan bahkan membencimu kapanpun aku mau. Tapi sekarang, aku masih ingin bermain dengan permainanmu. Aku ingin tau seberapa hebat kamu menyelesaikan permainan ini.

Permaianan mu terlalu asyik untuk ditinggalkan begitu saja meski ini saat menyiksaku. Dan ketika permainan ini berakhir aku akan pergi meninggalkanmu, karena memang aku tak ingin bermain dari awal lagi. Rasanya tak akan seseru dan seasyik ketika awal kamu mengajakku bermain. Karena aku telah tau, apa yang akan kamu lakukan kepadaku. Dan aku tau semua perlakuan kasarmu yang akan kamu berikan kepadaku. Kamu bukan lagi sesosok penyelamat dalam hidupku tapi kamu adalah ular berbisa.

Ya aku ini bagai seekor tikus kecil yang menjadi sajian lezat untuk ular sepertimu. Namun aku ingin melihat bila tak ada lagi tikus kecil ini masih mampukah kamu merasakan sajian lezat? Sama seperti kenyataan yang ada pada kita, aku ingin melihat apakan kamu mampu bila tak ada aku? Apa matamu masih tertutup rapat sehingga tak bisa melihat sosokku yang sebenarnya?

Biar waktu yang membuatmu sadar akan semuanya. Biarkan aku pergi dan mengakhiri permainan ini dan perlahan-lahan pergi dari hidupmu. Izinkan aku menikmati keindahan alam setelah sekian lama terkurung dalam sangkar emasmu yang palsu. Dan kamu harus ingat ketika aku pergi aku tak akan ingin kembali kedalam sangkar emasmu lagi.


Terimakasih untukmu, yang telah menjadikan aku sekuat baja, menjadikan aku sekokoh karang yang terus dihantam oleh ombak besar, menjadikan aku tembok yang hanya bisa diam disaat orang lain hendak menghancurkannya. Terimakasih atas segala kebahagian serta kesedihan yang kamu berikan. Aku anggap kamu salah satu warna dalam hidupku. Tanpamu aku takkan mampu menjadi sesosok wanita yang tegar.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...

Untukmu,
Yang Bimbang Hatinya...

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Salahkah aku mencintai dirinya? Mungkin ini adalah hal paling umum yang dirasakan setiap manusia ketika jatuh cinta. Lalu apakah benar kamu memang seharusnya tidak mencintainya? Tidak. Menurutku itu salah. Sebab cintamu adalah bukti ketulusan hatimu. Bagaimana sebuah ketulusan bisa hadir bila kamu rencanakan sebelumnya? Pantaskah ia disebut dengan ketulusan? Pikirkan kembali mengapa kamu harus memiliki pemikiran seperti itu. Apakah karena kamu merasa kamu tak pantas untuknya? Lalu seseorang yang seperti apa yang pantas untukmu? Tidak ada seseorang pun yang pantas untukmu bila kamu sendiri tak pernah merasa pantas untuk orang lain. Kenapa? Karena kamu sendiri saja tak menghargai diri sendiri bagaimana orang lain bisa menghargaimu. Jika kamu memang merasa tak pantas maka perbaiki dirilah untuk memantaskannya bukan menyalahkan ketulusan hatimu.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... seharusnya aku mencintai dia bukan dia. Begitukah yang ada di pikiran mu kawan? Jika iya, bukalah mata kamu dan bacalah ini semoga membantu membuka pikiranmu. Siapapun yang hatimu cintai itu bukan sebuah kesalahan. Justru menjadi sebuah kesalahan karena kamu sendiri yang menyalahkannya. Bagaimana cinta bisa salah sedangkan ia tak pernah direncanakan? Apakah kamu bisa menjamin bila dengan kamu mencintai orang lain kamu bisa menjadi lebih bahagia? Apakah kamu merasa dengan mencintai dia kamu hanya merasa sengsara? Sungguh, jika iya lagi hidupmu sungguh menyedihkan. Ini membuktikan bahwa pikiranmu terlalu pendek kawan. Bagaiman kamu tau hal yang belum pernah kamu coba? Apakah itu masuk akal? Seberapa bahagianya kamu, seberat apapun kesengsaraan kamu itu lahir dari bagaimana caramu berpikir. Jika kamu berpikir dengan mencintai dia hanya membuatmu sengsara dan hanya dengan mencintai orang lain bisa membuatmu bahagia itu adalah hal yang tak masuk diakal. Lalu setelah kamu berpikir seperti itu apakah lantas kamu bisa langsung mencintai orang lain? Jika iya, maka aku patut mempertanyakan ‘seberapa besar rasa ketulusanmu?’ karena jika kamu benar-benar mencintai seseorang dengan ketulusan, hatimu tak akan pernah sanggup berpaling sampai kamu dapat mencintai orang yang baru dengan ketulusan juga. Bahagia atau sengsaranya dirimu itu tercipta dari bagaimana cara kamu menjalaninnya. Kebahagiaanmu bukan karena secantik, setampan, sekaya pasanganmu tapi kebahagiaanmu lahir karena bagaimana cara kalian berdua menjalaninya. Dan kesengsaraanmu bukan karena sejelek, semiskin pasanganmu. Jadi, syukuri saja kepada siapa kamu jatuh cinta karena sampai kapapun cinta tak akan pernah salah.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Untuk apa aku terus terus mencintainya bila ia tak pernah menjadi milikku? Maka aku kan membalas pertanyaanmu ‘untuk apa kamu menuntut sebuah balasan bila dengan mencintai ia saja kamu sudah merasa bahagia?’ Ya, ketulusanmu akan terlihat ketika kamu tak bisa memilikinya, tak bersamanya namun kamu tetap mencintainya serta mendoakannya. Karena bagi seseorang yang tulus ‘balasan’ bukanlah hal yang ia kejar. Karena hatinya tau yang mencintai terlebih dahulu adalah ia, karena hatinya sadar selalu mendoakannya bukanlah hal yang diminta. Dan karena hatinya mengerti bahwa tak pernah ada seseorang pun yang memaksa ia untuk mencintainya. Jika ketulusan yang berbicara atas rasa cinta maka tak akan pernah ada pikiran tentang “Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...” sebab apapun yang terjadi jika ketulusan itu masih ada kamu akan tetap selalu mencintainya... bahkan ketika Tuhan sangat menyulitkan jalanmu namun kamu tak akan pernah menyerah sampai akhirnya kamu mendapat jawaban dari Tuhan “inilah akhirnya, inilah yang Aku takdirkan untukmu, dan inilah yang terbaik untukmu dari-Ku”. Maka dari itu kamu tak akan pernah menyalahkan siapapun ketika kamu jatuh cinta.

Sudah berapa seringkah kamu menyalahkan diri sendiri atas apa yang memang Tuhan takdirkan mu? Jika sering, maka itu artinya kamu belum dewasa dalam hal menerima takdir. Hatimu selalu berontak dan merasa Tuhan tak pernah adil padahal begitulah cara dia mendewasakan setiap umatNya. Mulai sekarang periksalah hatimu terlebih dahulu sebelum kamu menyalahkan sesuatu. Apakah hal itu memang pantas disalahkan atau itu hanya alasanmu untuk mengingkari apa yang hatimu rasakan. Di lain sisi kamu menyalahkan diri sendiri namun dilain sisi pula itulah kebenaran atas hatimu. Banyak yang bilang “jika mencintaimu adalah kesalahan maka biarlah kesalahan ini aku nikmati sendiri” apakah itu masuk akal? Adakah kesalahan yang bisa dinikmati? Yang kamu nikmati itu bukan kesalahan tapi justru kebenaran atas apa yang kamu rasa.

Kawan, aku hanya ingin bertanya jika kamu ingin menyalahkan perasaan itu lantas siapa yang kamu salahkan? Dirimu atau hatimu? Tidakkah kamu sadar bahwa kedua itu adalah milikNya? Jika kamu menyalahkan keduanya berarti itu sama saja kamu menyalahkan Tuhan. Padahal kamu hanya seorang hambaNya yang tidak mengetahui apa-apa namun Dia mengetahui segalanya. Tidakkah kamu sadar bahwa kesalahan dan kebenaran itu hakikinya hanya Dialah yang tahu? Lalu mengapa kamu menghabiskan waktu untuk menyalahkan hal yang mungkin terbaik untukmu?


Dari yang pernah merasakannya...

Rabu, 07 Oktober 2015

Surat Rindu Untuk Ayah di Surga

Teruntukmu,

Ayah Tercinta...


             Apa kabar ayah? Gimana keadaan ayah disana? Ayah... kenapa surga begitu indah sehingga ayah tidak ingin kembali pulang? Kenapa surga begitu jauh untuk kita saling berjumpa? Ayah hari ini adalah hari lahir ayah. Pantesan kemarenan kaka mimpiin ayah eh ternyata bentar lagi ayah ulang tahun hehehehehe:’). Ngga kerasa udah 5 tahun kita ngga bisa ngasih kue ke ayah, ngga bisa ngasih kado ke ayah, ngga bisa ngasih kejutan ke ayah... sekarang yang bisa kita kasih cuman doa buat ayah. Biar ayah disana ngga kesusahan, ngga kelaparan, ngga kehausan.

             Ayah kaka mau minta maaf tepat dihari ulang tahun kaka ngga bisa ngirimin doa karena lagi pmsL. Ayah kaka kangen bangeeeeet sama ayaaaaah:””””(. Walau kaka tau pasti bunda jauh lebih ngerasa kangen banget sama ayah daripada kaka. Ayah andai kaka bisa muter ulang waktu kaka mau gantiin posisi ayah dulu. Biarin kaka yang ngerasain sakit kaya yang ayah rasain, gpp kaka yang ninggalin dunia ini daripada ayah yang harus pergi:”””(. Ayah, andai ada kehidupan kedua dari Tuhan kaka pasti ngga ada sia-siain waktu sama ayah.

          Ayah kaka tau surat singkat ini ngga bisa hilangin rindu kaka sama ayah tapi paling ngga lewat tulisan ini kaka bisa curahin kalo kaka tuh rindu banget sama ayah. Walau rasa rindu ini ngga bisa di ungkapin pake kata-kata karena udah terlalu lagi dipendem. Kaka selalu berusaha ngga nangis setiap inget ayah padahal ayah tau sendiri kaka itu cengeng. Ayah, semenjak ayah ngga ada kaka janji sama diri kaka sendiri buat jagain bunda, bunda nemenin bunda, bisa jadi pengganti ayah walau ngga bisa sepenuhnya...

                Rindu, rindu, rindu bangeeeeet sama ayaaaaah. Rindu tawa ayah, rindu senyum ayah, rindu nasihat ayah, rindu ngabisin waktu sama ayah, rindu candaan ayah, rindu pengen peluk ayah:””””””””””””””(. Ayah, kapan kita bisa ketemu lagi? Ketawa bareng lagi, bercanda bareng lagi, quality time lagi:””””(. Ayah ngga bisa gitu izin dulu sama Allah buat pulang walau cuman sehari, sejam juga gpp kok, asal kita bisa meluk ayah lagi....

                Ayah semoga Allah selalu ngejagain ayah, ngelindungin ayah dari azab dan panasnya api neraka ya... semoga ayah selalu diberikan kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian disana... semoga surat kecil kaka ini sampai ke surga... Salam Rindu dari kita semua ayah... Sekali lagi... Selamat Ulang Tahun Ayah kita Tercintaaa:””””) kita semua bangga punya ayah seperti ayah




Kita akan selalu mencintai ayah, merindukan ayah, menunggu ayah pulang, mendoakan ayah... sampai kapanpun ngga akan ada yang bisa gantiin posisi ayah di hati kita semua....
Ya Allah tolong jaga ayah kita tercinta, jangan biarkan dia merasakan kesakitan, kesengsaran disana, berikanlah dia selalu kebahagian, kesenangan, dan kenikmatanMu, Ya Rabb...



Dari kita yang selalu mencintai, merindukan, dan mendoakan
Ayah Tercinta.....

Selasa, 28 Juli 2015

K E M A T I A N.

Hmmm tema gue kali ini agak menakutkan sih tapi ini adalah suatu hal yang pasti, yang akan terjadi kepada siapapaun, dimanapun dan dalam keadaan apapun. Bagi gue pribadi bisa dibilang kematian merupakan suatu hal yang gue benci, okelah gue tau gue salah ini sama aja berarti gue ngebenci takdir Allah tapi ya gimana lagi kejadian ini meninggalkan suatu trauma yang amat besar bagi kejiwaan gue *lebay* tapi asli bagi siapapun yang mungkin udah pernah ngalamain ini secara langsung bisa ngerti gimana keadaan mental pas kejadian ini terjadi:’). Jujur sampe sekarang gue masih trauma, gimana ngga trauma dalam jarak tahun yang dekat gue kehilangan dua anggota keluarga yang gue sayaaaang bangeeeet. Belom sembuh sama trauma yang pertama eh udah kejadian lagi:”(. Ini yang ngebuat gue (masih) membenci kematian. Gue jadi males kalo di ajak takziah walau sebenarnya ini kewajiban tapi kayanya kalo dateng ke takziah seketika memori-memori yang gue coba gue kubur dalam-dalam tuh keputer lagi dengan sendirinya. Bayangin mau takziah aja badan gue seketika lemes kaya ngga bertulang, airmata gue mau jatuh walau gue ngga kenal atau deket sama orang itu. Jangankan takziah deh, ngeliat bendera kuning aja dijalan-jalan rasanya gue pengen kabuuuur, mungkin dari luar gue keliatan fine-fine aja tapi ngga dengan kondisi mental gue yang seketika ngedown. Gue selama ini bener-bener berusaha ngubur semua kejadian itu, mencoba belajar ikhlas lagi setiap kali keinget tapi tetep aja rasanya sediih banget, rasanya airmata ini mau jatuh terus walau kejadiannya udah lama banget, sok-sok-an tegar padahal saat itu mental gue lagi ngedown. Hhh pokoknya gitu dah rasanya susah diungkapkan pake kata-kata:”).

Mangkanya buat kalian yang masih dikelilingi keluarga yang utuh jaga mereka sebelum Allah mencabut satu persatu, jangan sia-siain waktu kalo memang kalian masih bisa ngabisin waktu sama orang-orang yang kalian sayang. Karna kalo kalian udah ngerasain kehilangan itu rasanya.... rasakan sendiri deh sensasinya hehehe. Buatlah orang-orang yang kalian sayang tersenyum karna kalian ngga tau sampai kapan usianya, selagi masih bisa ngeliat mereka tersenyum di hadapan kalian jangan kalian sia-siakan. Waktu itu keajaiban, waktu tak pernah bisa kembali walau hanya sedetik, mangkanya jangan sampai kalian sia-siakan sedetik saja waktu kalian karna sedetik bisa meninggalkan luka yang tak pernah tahu kapan akan sembuh:’). Ayooo mulai sekarang kalian dan gue mulai menjaga satu sama lain, saling membuat tersenyum satu sama lain sebelum semuanya bukan hak kita lagi. Ini gue nasehatin bukan buat kalian aja tapi buat gue sendiri juga, malah mungkin sebenarnya gue nulis kaya gini sebenarnya lagi memotivasi diri gue sendiri, biar lebih siap kalo suatu saat kehilangan lagi. Tapi kalo boleh egois bangeeeet ya gue ngga mau kehilangan lagi orang yang gue sayang dan orang-orang disekitar gue walau cuman satu, tapi gue harus sadar diri walau dikit ini kehidupan, dan tujuan orang hidup itu bukan sukses, bukan kaya, bukan cantik, tapi tujuan orang hidup itu adalah untuk mempersiapkan kematiannya. Apa saja yang sudah dia persiapkan untuk berjumpa dengan Sang Penciptanya, apa bekal yang dia kumpulkan selama hidup cukup membuat timbangan disebelah kanannya lebih berat daripada yang disebelah kiri. Hmmm, bagi gue sih sebenarnya itu tujuan hidup manusia yang sebenar-benarnya. Karna percuma sukses, kaya, cantik kalo timbangan yang disebelah kirinya jauh lebih berat daripada yang disebelah kanannya.

Ayo mulai sekarang kita siapkan diri ini sendiri dan lebih menghargai waktu detik demi detiknya jangan hanya hari demi hari atau tahun demi tahun but detik demi detik karna segala sesuatu itu dimulai dari hal yang paling kecil. Memang yang namanya kehilangan kita tak akan pernah siap walau sudah mempersiapkannya tapi paling tidak kita tidak akan banyak menyesal karna sudah melewatkan banyak detik yang terbuang sia-sia. Hargain hal sekecil apapun karna suatu saat itu akan menjadi hal yang paling berharga di hidup kita. Menurut beberapa pendapat kematian adalah takdir yang bener-bener mutlak ngga bisa diubah, katanya kalo jodoh itu masih bisa kita ubah, kalo rezeki tergantung usaha kita tapi kalo kematian mau berobat kedokter paling mahal mau pergi ampe keluar negri juga ujung-ujung cuman satu; K E M A T I A N. Boh ya yang sehat aja bisa tiba-tiba ngga ada nyawanya apalagi yang sakit kalo udah takdir dia kembali mah, tapi coba yang belom ditakdirin buat kembali mau sakit separah apapun tetep bisa hidup. Sadar kan gimana kuasa Allah berperan banget? di hidup kita. Gue nulis ini cuman sekedar mau ingetin kalian dan diri gue sendiri kalo kematian itu bener-bener ada dan suatu hal yang ngga bisa diganggu gugat:’).


Sekiaaan dulu yaaa, maap kalo kependekan atau kurang jelas udah biasa juga sih yak wkwkkwk.

Jombs yang galau karna sekripsi

wkwkwkwkwk kayanya baru kali yak tema gue kek ginixD. Okelah ini lahir dari kisah hidup seorang lelakih yang sedang menjomblo dan galau karna skripsinya belom kelar-kelar juga wkwkwkwk:p yang mau daftar jadi istrinya silahkan hubungi saya. Piiis kakaaaaaa:p.

Sebenarnya gue juga ngga tau pasti gimana ceritanya yak but pas ngeliat dpnya kaka ini akhirnya gue paham kalo dia emang lagi streesss beraaat!!! Daebaaaak dpnya bener-bener isi 3 para lelakih yang insha Allah masih perjaka melakukan hal-hal yang gilaaaaa. Gilanya masih agak waras sih ya pokoknya gitulah. Gue bingung sih sebenarnya mau ngetik apaan soalnya gue kaga tau gimana kisah ke jombsnya dan seberapa berat perjuangnnya dalam skripsi wkwkwkwk.

Kata kaka itu alasan dia jombs yang pertama karna mantan-mantan kaka ini baikbaik (kok baik malah diputusin ka?-__-) yang walau udah putus tapi masih suka ngasih hadiah gituuu, mungkin itu efek kebiasaan dia ngasih kaka hadiah atau mungkin bisa jadi masih pada ngarepin balikan ka wkwkwk, yang kedua itu karna teman-teman kaka ini jombs juga (sama kaya saya ka efek pergaulan jadi kelam-aan jombsxD), yang ketiga bosen atau agak agak trauma gitu gimana deh sama yang namanya pacaran karna pacaran lama tapi ujung-ujungnya putus juga *pukpukaka* *sediaintisu* ternyata cowok bisa trauma juga yaaak gue kira putus udah jadi hobi cowok mangkanya kaga bisa trauma hahahaha.

Nah kalo masalah skripsinya kaka ini ngga ada niatan dari diri sendiri, pengennya bareng-bareng mulu sama temeny, kalo temen rajin kaka ini rajin kalo ngga yaudah kek gitu wkwkwkwk kaka ini polos atau (sok) polos yak mau aja ngikutin temen ntar temennya digantung diatas monas kaka ini ikutan dah wkwkwk. Emang sih gue akuin gue juga suka begini nih tapi ya mau gimana lagi yang namanya hidup harus bergaul dan dalam pergaulan secara tidak sengaja ataupun sengaja kita pasti akan ngikutin dikit-dikit atau beberapa hal dari temen-temen sepergaulan kita itu. Mangkanya kan ada yang bilang ‘kalo temanan sama minyak wangi akan ikutan wangi kalo temennya sama tukang minyak tanah akan ikutan bau minyak tanah’ salah yak pepatahnya? Bodolah guru mah boleh bikin quotes sendiri wkwkwkwk *belagu*.

Ya begitulah gambaran si kaka yang sedang galau ini sampai bukan vidio vidio gilaaaa tapi bukan pake porno pornoan gitu yak, dijamin kok gilanya masih ‘halal’ belom ke hal-hal yang ‘haram’ ‘-‘. Pokoknya lah buat kaka yang sedang jombs dan sudah memasuki tahun ke 2 dalam masa kelam-aan jombsxD, nikmati aja ka selagi masih bisa seneng-seneng sendiri tanpa ada yang ganggu dan harus standby ngabarin si doi hahaha. Jombs bukan berarti kaka ngga laku tapi karna Allah maunya kaka sama bener-bener orang yang di restuin. Mungkin nanti kaka langsung nikah ngga pake pacar-pacaran lagi amiiiin... ngga usah di dengerin ka yang nanyain ‘kapan nikah’ jawab aja ‘kun fayakun’ ka hahaha. Allah lagi nyiapain yang terbaik dari yang paling baik untuk kakaaa. Ngga usah hirauin ka yang sering ngeledekkin kaka (walau saya juga sering ngeledekkin wkwkwkwkwk). Kalo jodoh ngga akan lari kok ka, kalo lari pun lari mendekat bukan menjauuuh hahaha. Lagipula mungkin sekarang kaka dikasih jombs biar fokus sama skripsinya atau mungkin gegara jombs ngga ada yang semangatin jadi ngga fokus ke skripsi? Wkwkwkwk ayok yang mau semangatin boleh ketik REG <spasi> S E M A N G A T kirim ke pin kaka inixD.

Hmmm kalo buat skripsinya, atuh da ka katanya mau lulus mau wisuda masa ngikutin temen, ntar kaka ngikutin teman bukan kakanya yang wisuda bareng dia malah dianya wisuda duluan, disitu kan ka rasa sakitnya menunggu *curhat*. Ayooo ka terus semangat!!! Kalo emang kaka ngga niat buat diri kaka sendiri, niatin buat orang-orang yang sayang sama kaka dan kaka sayangi, buat mama kaka, buat guru-guru kaka, buat abang kaka, buat ade kaka, pokonya keluarga besar kaka deh jangan sampai saya sebutin satu-satu nih disini wkwkwkwk. Oia, yang paling penting buat jodoh kaka, siapa tau pas kaka udah skripsian dan wisudaan tiba-tiba jodoh kaka turun dari kayangan gitu hadiah dari Allah sebab kaka udah ngilangin rasa malas kaka dan berjuang demi kehidupan berkeluarga dengan dia *apalahini*. Jempuuuut kesuksesaan ka! Siapa tau setelah jemput kesuksesan kaka sekalian jemput jodoh gitu hahaha. Intinya S E M A N G A T yak ka! Walau mungkin ini bukan jurusan yang kaka mau tapi ini tetap pilihan yang kaka udah pilih sebelumnya, seharusnya kalo ka ngga mau ya jangan di ambil dari awal hahaha *padahal saya juga kek gini*. Ayooo ka tuntaaaaskan segalanya! Udah bisa selesain berpuluh-puluh sks masa skak di skripsi ka, saya tau sih ka rasa malesnya mungkin sangat amat besaaaaaaaaar tapi ya itu inget sama orang-orang yang sayang sama kaka, yang udah berjuang buat kaka, dan yang berharap besar atas kesuksesaan kaka kelak; mama kaka. InshaAllah kaka bisa lebih semangat lagi kok. Walaupun kadang dari luar orang-orang yang sayang sama kita terlihat baik-baik saja tapi kita kan ngga pernah tau bagaimana isi hatinya, isi harapan dan doa-doa yang selalu diminta sama Allah.

Coba kaka bayangin seandainya kaka tau isi hati mama kaka, isi harapan-harapan mama kaka buat kaka, dan isi setiap doa yang selalu mama kaka minta bersama airmata yang jatuh itu tentang ‘wisuda’ kaka, apa kaka mau buat mama kaka nunggu lebih lama lagi? Sampai kapan ka? Selagi mama kaka masih bisa nemenin kaka wisuda percepat ka! Selagi kaka masih bisa ngeliat senyum mama kaka jangan ditunda ka! Karna kita ngga tau kapan waktu kita udah ngga bisa ngeliat orang-orang yang kita sayangi bisa tersenyum lagi karna kita ka. Jangan terpengaruh sama yang males-males. Selagi orang-orang yang kaka sayang masih bisa nemenin dan ikut disamping kaka ngerayain kelulusan ka, kenapa harus kaka tunda-tunda terus? Ka, waktu ngga pernah bisa kembali walau cuman sedetik, jangan sampai karna kehilangan waktu yang sedetik kaka merasakan penyesalan yang ngga ada ujungnya ka. Aduuuh bakal kualat nih gue kayanya udah sok nasehatin begini wkwkwkwk, asal nanti pas gue lagi nyusun skripsi jangan diginiin balik sama kaka ini malooooo wkwkwkwk.


Hmmm, segini dulu kali yak ka nanti saya makin jauh sok nasehatin kakanya wkwkwk. Sekali lagi S E M A N G A T ka! Inget, kaka perjuang ngga sendiri banyak dibelakang kaka orang-orang yang sayang sama kaka ikut berjuang! Jadi jangan jadiin semua ini hanya untuk diri kaka sendiri, tapi untuk mereka. Karena kalo cuman buat diri kita sendiri kita bakal terus nunda-nunda dan ngga akan jalan-jalan ka, memulai itu emang sulit ka tapi saya yakin kaka pasti bisa! Mulai sekarang kaka harus bergerak sendiri jangan ikutin temen kaka, jadiin diri kaka motivasi untuk temen-temen kaka yang belom wisuda! Mangatssss kakaaaanyaaaahhh^^, jangan stres-stres mulu dan bikin vidio yang makin menggila yak ka wkwkwkwk jalanin aja ka biar ngga jadi stress hahahaha. Maafkanlah tulisan ini ka bila kurang sopan, hampura. Hahaha. 

Rabu, 08 Juli 2015

Mengapa harus kamu, Tuan Es?

Oke tulisan ini lahir dari request teman gue, mari kita telusuriiii \o/~~~

Sudah 4 tahun aku terlalu asik sendiri dengan semua kegiatanku karna bagiku pacaran itu hanya mensia-siakan waktu. Namun di tahun ke 3 pendirian aku goyah karna kehadiran kamu, iya kamu. Ntah kamu sadar atau tidak tapi kepribadian kamu yang berbeda mampu membuatku nyaman. Enam bulan awal perkenalan kita semua terasa biasa saja, tak ada yang istimewa, tak ada yang spesial dan aku merasa bahwa aku tak mungkin jatuh hati kepada orang sedingin kamu, Tuan Es. Di enam bulan pertama tidak pernah ada kesempatan sedikitpun untuk kita saling mendekat.

Namun dengan keajaiban sang waktu di enam bulan terakhir kesempatan aku dan kamu untuk mendekat tercipta. Kita mampu berkomunikasi dengan obrolan yang panjang dan tak henti-henti dari situ aku merasakan ada sesuatu hal berbeda. Meski aku tak mengatakannya namun bukan berarti aku tak merasa kalau ada yang berbeda diantara kita. Ntah itu hanya perasaanku saja atau aku yang terlalu terbawa oleh perasaan sesaat. Jujur, disaat enam bulan terakhir rasanya aku ingin menjauh karna aku takut. Ya aku takut jatuh cinta kepadamu, jatuh cinta kepada seseorang yang belum tentu merasakan hal sama denganku. Dan dengan bodohnya, aku terlarut dalam kedekatan kita dan membuat ku benar-benar merasakan hal itu; cinta.

Oh Tuhaaaan, mengapa harus dia? Mengapa harus Tuan Es? Mengapa Engkau membiarkan rasa ini terus tumbuh tanpa akhir yang jelas? Apa mungkin dia juga punya rasa sama denganku? Hhhh... begitu banyak pertanyaan berkeliaran diotakku yang ntah kapan aku bisa temukan jawabannya-__-.

Untuk kamu Tuan Es.

Mengapa kamu datang bila akhirnya pergi? Mengapa kamu harus sedingin, secuek dan sedatar ini? Apa salahku hingga menjatuhkan hati kepada sosok sedingin es padahal di luar sana masih banyak lelaki sehangat mentari?

Tuan... apa kamu sadar bahwa aku telah menjatuhkan hati kepada dirimu? Dan andai kamu sadar apa yang akan kamu lakukan? Jujur, aku takut untuk menyapamu, aku malu untuk sekedar menanyakan “apa kabar?” “lagi ngapain?” padahal hatiku selalu ingin memulainya.

Tuan... tolong jelaskan semuanya kepadaku agar hati ini tau apa yang harus dilakukan. Aku masih mengharapkanmu, Tuan Es.
Dari si hangat yang merindukan
Si dingin...

Tulisan itu masih jelas tersimpan rapi dalam memo hpku, aku benar-benar tak berani, aku takut. Karena dia berbeda dari sosok pria lain yang hangat dan begitu agresif. Apa aku salah bila memulai duluan? Atau mungkin dia memang sengaja pergi karna tak memiliki rasa apa-apa terhadapku? Lalu mengapa dia harus dekat temanku? Apa dia sengaja melakukan itu? Aaaaakkkk tidaaaak, beribu pertanyaan terus singgah diotakku membuatku ingin berteriak dan menjerit “MENGAPA HARUS KAMU, TUAN ES?”

Sebenarnya aku pun masih bingung dengan perasaan ini, apakah benar ini cinta atau hanya sekedar obsesi untuk memiliki kamu? Meski kemarin aku memutuskan untuk mundur dan menjauhi kamu tapi nyatanya itu jauh lebih sulit daripada menahan perasaan ini. Ya, menghindarimu menjadi lebih sulit dibandingkan aku harus menutupi perasaan ini. Dan pada akhirnya hubungan ku dengan kamu menjadi tidak tau arah dan berakhir namun seperti tak berakhir... apa yang harus ku lakukan?

Yaaaak, mungkin seperti itu sinopsis singkat apa yang lagi dirasain temen gue. Hmm, emang serba salah ya kalo kita deket sama cowo yang kaya gini, dia yang ngedeketin tapi dianya gitu; susah ditebak. Menurut gue pribadi kalo lo ngga berani untuk bilang ya lo harus siap dengan keadaan kaya gini terus. Jujur, gue pribadi pernah berada diposisi kaya lo kawan dan padahal akhirnya gue ngaku juga hehehe walau awalnya gue juga mikir kek lo kalo gue ini cewek dan ngga mungkin gue ngaku duluan tapi gue penasaran apa setelah gue ngaku perasaan ini bisa lebih tenang dan... setelah ngaku akhirnya gue tenang ya kadang kalo di inget agak malu-maluin gimana gitu juga sih tapi daripada gue penasaran mulu-_-. Nah sekarang keputusan ada ditangan lo mau ngaku atau ngga, mau mulai duluan atau ngga, kalo lo milih diem aja ditempat ya bakal kaya gini terus sampe nunggu dia beraksi. Ya kalo dia beraksi kalo ngga? Mungkin ini saatnya lo milih sebuah pilihan dikisah percintaan lo.

Jangan berusaha buat ngelupain dia karna melupakan itu ngga pernah yang namanya bisa disengaja. Contohnya gini deh “mau lupain rumus mtk ini ah” emang bisa? Logikanya ngga bisa kan? Nah menurut gue pribadi dan sesuai dengan pengalaman gue sendiri melupakan itu ngga pernah ada yang disengaja, yang ada itu tanpa disengaja. Jadi, kalo lo pengen ngelupain dia jangan fokus ke kata “ngelupain” tapi fokus aja sama semua kegiatan lo seperti sebelum lo ngenal dia. Praktek ini emang susah tapi gue yakin lo bisa karna gue sendiri bisa bro. Biarin semuanya jadi pr buat ‘waktu’. Gue yakin apapun yang terjadi sama lo saat ini dan ngga seenak apapun rasa itu pasti ini adalah yang terbaik buat lo yang udah Allah putuskan.

Kalo buat cinta atau obsesi mungkin untuk sementara gue bisa bilang ini obsesi lo karna lo begitu penasaran dengan sosok dia dan karna rasa suka lo sama dia baru sebentar. Seperti yang udah gue bahas sebelumnya yang namanya cinta itu harus diuji beberapa tahun ngga bisa saat ini lo merasakan lo bisa disebut cinta dia, ngga bisa kaya gitu. Karna belom tentu disaat lo sama orang lain rasa itu bakal tetap ada.

So, intinya sekarang keputusan bukan hanya ada ditangan dia tapi ditangan lo juga. Ubah mainset lo kalo cewe tuh cuma bisa nunggu dan ngga bisa ambil keputusan, lo jujur bukan berarti lo murahan tapi lo jujur karna lo berusaha buat ngehargain diri lo sendiri dan perasaan lo. Yang namanya murahan tuh kalo dia udah nolak tapi lo tetap gatel aja tapi ini kan dia belom ngasih jawaban apapun, jadi bagi gue ngga masalah kalo lo jujur. Jujur itu emang susah mangkanya jujur itu berharga kalo jujur itu gampang nanti kejujuran ngga ada artinya apa-apa. Gue yakin kok dia pasti bakal ngehargain kejujuran lo, walau paitnya dia ngga punya perasaan yang sama kaya lo paling ngga kan lo udah berusaha buat jujur. Lagipula dengan jujur lo bisa tau apa yang harus lo lakuin kedepannya dari jawaban yang dia kasih. Ngga kaya sekarang mau mundur takut salah, diem ditempat ngga menghasilkan apa-apa. Kalo dia ngga punya perasaan ya tinggalin, buat apa pertahanin orang yang ngga punya perasaan yang sama kaya kita, masih banyak diluar sana cowok-cowok yang antri mau jadi pasangan lo.

Hmmm, itu semua sih cuman saran doang yak dari gue selebihnya ya terserah lo mau ngelakuin apa. Ini hidup lo lakuin hal yang bisa buat lo bahagia, karna kebahagian lo ya cuman lo yang nentuin. Jangan siksa diri sendiri, karna banyak orang yang menderita bukan salah orang lain tapi kesalahan diri kita sendiri yang ngga bisa tegas dan selalu takut ambil langkah. Setiap hari kita pasti punya pilihan kok dan begitu juga dengan lo sekarang, pilih keputusan yang menurut lo terbaik. Gue bukan mau sok nasehatin tapi gue cuman berbagi tips aja hehehe. Semoga lo bisa memutuskan keputusan yang terbaik yaJ. Menurut kalian sebaiknya dia gimana tuh?


Maaf yak kalo ada kesalahpahaman dari apa yang gue tangkep dari cerita lo maap faktor T; TUA hahahaha ngaku juga kan gue-___-. Semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang mengalami hal yang samaJ. See you yaaa~~~.

Selasa, 07 Juli 2015

FRIENDSHIP

Hai jumpa lagi nih sama gue setelah beberapa bulan disibukan dengan tugas kuliah hahaha. Tema pembuka kali ini friendship ajalah ya, walaupun gue tau semuanya udah pada khatam soal beginian hahaha.

Menurut kalian friendship itu apa sih? Dan menurut kalian friendship itu ada sih ngga sih sebenarnya? Jujur, dari gue sd sampe sekarang kuliah gue belom tau siapa yang benar-benar sahabat gue. Kalo ditanya “punya teman?” gue jawab dengan mantap “PUNYA” tapi kalo di tanya “punya sahabat?” gue... ntahlah sampe sekarang gue ngga tau siapa yang bener-bener tulus temenan sama gue. Gimana sama kalian udah ngerasa punya ‘temen’ yang tulus main sama kalian?

Dari sudut pandang gue pribadi friendship itu adalah hubungan yang selalu bisa saling ngedukung, saling nyemangatin, apa yang gue punya ya punya dia juga. Bukan cuma tentang gue atau tentang dia tapi tentang kita. Bukan seberapa sering kita jalan tapi seberapa sering kita berguna untuk satu sama lain, seberapa sering kita salaing buat ketawa satu sama lin, seberapa sering kita selalu ada buat satu sama lain, seberapa sering kita saling ngedukung dan kasih semangat.

Friendship itu bukan karna dia kaya, dia cantik, dll tapi friendship itu dia dan lo bisa satuin pikiran, bisa jadi gila berdua, bisa senang-senang berdua bukan disalah satu merasa terbebani. Seharusnya friendship itu bisa bantuin ngilangin beban kalian bukan malah nambahin beban kalian dan kalian juga ngga boleh nambahin beban dia. Banyak orang yang ngaku punya friendship tapi dia sendiri gimana hubungan dia sama dia, dia, dia, dia dan seterusnya.

Gue tanya sama kalian, pernah kan pasti kalian bergeng gitu tapi ngga sama semua orang di geng itu kalian bisa deket kan? Pasti di dalam geng itu ada satu orang yang bener-bener deket sama kalian. Bukan karna kalian pilih kasih atau pilih-pilih teman tapi emang yang namanya kecocokan itu hal yang langka ngga gampang ditemuin. Mungkin dengan satu orang itu kalian ngerasa paling nyambung, paling enak diajak sharing, paling klop lah pokoknyaa tapi bukan berarti sama yang lain kalian ngga nyambung atau yang lain ngga enak di ajak sharing. Sekali lagi gue tekankan “kecocokan” itu yang membuat antara satu orang dengan orang yang lain bisa deket banget.

Gue sedikit agak curhat gitu ya *udahbiasa*. Kalian pasti punya kan teman deket sewaktu masa sekolah dan pas udah lulus pada bubar, pada sering kan kaya gitu kan? Ngaku hayoooo ngaku woooo. Sedikit bercerita kemarin gue sempat berantem sama temen dekat gue dijenjang sekolah, ayo tebak temen sd, smp, apa sma hayooo?hahahaha *garing*. Gue berantem karna gue selalu ngga bisa diajak kumpul dan terlihat sok sibuk gitu tapi jujur sesungguhnya gue benar-benar sibuk saat itu. Sekarang logika aja lah ya kita temen dekat ngga ada masalah apa-apa terus masa gue tiba-tiba ngga bisa selalu diajak kumpul lalu apa alasan gue buat selalu ngga bisa diajak kumpul sedangkan saat itu gue ngga ada masalah apa-apa sama mereka? Masa iya tanpa masalah gue mau ngejauh dan menghindar? Walau gue kadang kaya anak kecil tapi gue ngga seanak-anak itulah, pasti gue ngga bisa ngumpul karna memang gue ngga bisa.

Mana ada sih yang diajak senang-senang, cerita-cerita bareng, ketawa-ketawa bareng selalu nolak kalo emang ngga kepepet banget, ngga mungkin kan? Gue juga makhluk sosial butuh orang lain tapi memang saat itu gue ngga bisa ya gue bisa apa dan alhasil teman-teman gue pada ngambek. Gue akuin emang semua salah gue selalu ngga bisa diajak kumpul tapi ya gue bisa apa lagi? Kalian emang teman gue tapi bukan berarti gue bisa selalu diajak kumpul, gue egois? Memang gue akuin gue egois selalu mentingin keperluan gue tapi keperluan itu buat masa depan gue bukan buat orang lain. Tapi coba kalian pikir apa kalian juga ngga egois selalu maksa gue kumpul walau gue udah bilang ngga bisa? Kalo gue bisa pun pasti gue kumpul tanpa dipaksa tapi emang pada saat kalian ngajak gue itu selalu bentrok sama tugas-tugas kuliah gue kecuali ya kalian marah sama gue karna gue lebih milih pergi sama yang lain daripada sama kalian lah toh ini mah gue dirumah ngedekem ama tugas masih aja disalahin bukannya disemangatin *tear*. Emang kalian pikir kalo kalian maksa-maksa gitu ngga nambahin beban pikiran gue? Gue juga tersiksa ngerjain tugas sambil mikirin perasaan ngga enak karna udah nolak ajakan kalian. Kalo ngga kepepet banget mah mana ada sih orang yang lebih milih nugas daripada diajak senang-senang? Otak gue ngga sestrong itu-____-.

Nah dari kisah pribadi gue diatas apa yang akan kalian lakuin kalo pada saat itu posisi kalian adalah friendship sama gue? Satu hal yang gue Cuma pengen ingetin kalo emang kalian ngejalanin friendship dan dia ngga bisa diajak kumpul tolong jangan main asal judge karna gue ngerasain sendiri rasanya digituin tuh kaya gimana. Kalo emang pada saat itu dia bener-bener ngga bisa bukan berarti dia udah ngga mau kumpul lagi sama kalian. Kalian mau friendship kalian hancur hanya karna pikiran negatif kalian yang belom tentu bener? Kalian susah payah nemuin orang yang cocok sama kalian tapi kalian ancurin gitu aja Cuma karna “nethink”, mau?

Sedekat apapun kalian sama dia tapi tetep aja dia juga punya kehidupan sendiri, punya tanggungjawab yang beda dan ngga selalu sama kaya kalian. Kalo emang pada saat itu dia harus nyelesain tanggungjawabnya sedangkan tanggungjawab kalian udah selesai apa kalian tetap bakal maksa dia buat jalan sama kalian? Come on, dewasa ajalah. Kalian udah pada gede udah pada punya tanggungjawab masing-masing jangan selalu maksain orang lain untuk sama kaya kalian.
Kisah kedua, misalnya ada dua teman dekat yang ngajak jalan dan kalian udah terlanjur janji sama yang pertama gimana tuh kalian nyikapinnya? Kalo gue pribadi ya gue tetap menuhin janji gue ama yang pertama karna bukan kemauan gue atau salah gue nolak yang kedua karna memang yang ngajak duluan yang pertama. Masa iya sahabat ngebiarin sahabatnya ngelanggar janji, ngga mungkin kan sahabat sejati kaya gitu? Dan yang kedua pun ngga boleh cemburu atau mikir dia pilih kasih karna lebih milih yang pertama tapi memang dia udah terlanjur janji sama yang pertama.

Jujur, gue pernah ngerasa cemburu sama temen gue sendiri tapi akhirnya gue sadar dan gue berusaha buat ngga cemburu lagi. Walau katanya cemburu itu tanda sayang tapi bagi gue pengertian lebih tulus sebagai tanda sayang daripada cemburu. Gue ngga cemburu bukan karna gue ngga sayang sama sahabat gue tapi gue ngga cemburu karna gue berusaha untuk jadi sahabat yang sesungguhnya, yang bisa ngertiin posisi sahabatnya dan berusaha ngga egois sama keinginan gue sendiri.

Gue juga sadar gue emang sahabatnya tapi bukan berarti kemana-mana gue harus sama dia, karna gue tau dia juga pasti punya kehidupan sendiri. Gue emang sahabatnya tapi bukan berarti gue harus selalu ada dikehidupannya. Yang namanya sahabat dimata gue adalah dua orang yang saling mempertahankan “kita” walau pada saat itu bukan “kita”. Ngerti kan maksud gue? Jadi sahabat gue main sama yang lain tapi gue dan dia masih jadi “kita” bukan gue gue dan dia dia. karna menurut gue sahabat sejati ya kaya gitu, ngga harus selalu bersama tapi tetap saling ngedukung, semangatin dan ngedoain.

Eh tunggu deh ngga berasa loh diword gue udah ampe 3 lembar-___-“ bacot banget yak gue wkwkwkwk. Emang kalo bahas friendship tuh lama kelarnya hahaha. Langsung keintinya ajalah ya. So, “friendship adalah suatu hubungan yang didalamnya saling mengerti, saling ngedukung, saling kasih semangat dan paling penting saling mendoakan”. Hampir sama kaya pacaran bukan hampir sih sebenarnya tapi emang sama wkwkwk karna memang sebenarnya pacaran itu juga friendship cuman udah lebih intim aja friendshipnya *ini ambigu*. Jadi buat kalian semua yang punya hubungan friendship jaga baik-baik ya jangan cuman pacar doang yang dipertahanin mati-matian tapi persahabatan ditinggalin gitu doang soalnya nemuin orang yang cocok sama kita itu ngga mudah, jangan mau mudah diancurin sama pikiran-pikiran negatif kalian. Sahabat itu bukan orang yang selalu nemenin kalian jalan dan senang-senang doang tapi dia juga ada disaat kalian susah. Karna yang nemenin kalian disaat senang belom tentu tulus kaya yang nemenin kalian disaat susah. Logika aja sih mana ada yang mau nemenin disaat susah kalo emang dia benar-benar ngga tulus? Mangkanya kalian hati-hati dalam nilai orang jangan sampe kehilangan orang yang tulus demi orang yang selalu nemenin kalian disaat senang doang.


Hmm segini dulu yak konflik yang gue bahas di friendship konflik-konflik yang lainnya menyusuuul takut bete kalo dijadiin satu nanti kek skripsi lagi hahaha. Byeee~ see you again~ semoga bermanfaat~ kalo ngga setuju sama pendapat gue gpp kok ini kan balik lagi ke pemikiran masing-masing hehehe mari berpikir dewasa bersamaJ.

Minggu, 15 Maret 2015

Surat untuk para lelaki

*Tulisan ini lahir untuk mewakili perasaan para kaum hawa yang tak berani berbicara*

Untuk kalian para cucu adam...

Bagaimana rasanya begitu dicintai oleh para cucu hawa? Ribet, risih, nyebelin bukan? Ya, memang begitulah sifat kami. Maafkan kami selalu merepotkan kalian, menyusahkan kalian dengan sifat manja dan lemah kami. Maafkan kami yang selalu membuat kalian marah, kesal, dongkol dengan sisi sensitif kami. Maafkan kami yang selalu bawel, cerewet bahkan melebihi ibu kalian dengan ke khawatiran kami yang begitu besar. Maafkan kami yang begitu cengeng dengan airmata kami yang begitu dangkal. Dan maafkan kami yang mungkin telah menyayangi kalian dengan cara yang salah...

Tapi tahukah kalian para cucu adam? Kami selalu merepotkan dan menyusahkan kalian itu karna memang kalian diciptakan oleh Tuhan untuk selalu melindungi kami, menjaga kami. Kalian diciptakan dengan kekuatan yang lebih daripada kami para cucu hawa. Jika kami memiliki kekuatan sama seperti kalian lalu untuk apa Tuhan menciptakan kalian? Jika kami mampu melakukan semuanya serba sendiri mungkin kalian tak kami idam-idamkan. Ya, sudah menjadi takdir bahwasannya kalian memiliki posisi yang jauh lebih tinggi daripada kami. Maka dari itu tolong pahami sifat lemah dan manja kami yang selalu merepotkan dan menyusahkan kalian.

Kami diciptakan dengan sisi sensitif yang lebih peka dibandingkan dengan kalian itu sudah menjadi takdir. Kami bisa apa jika memang Tuhan menciptakan kami seperti itu? Tak heran bila kami lebih menggunakan perasaan daripada logika, karna memang kami diciptakan untuk melengkapi kalian. Apa jadinya bila kita sama sama saling menggunakan logika masing-masing? Maafkan sifat cemburu kami yang sangat sulit untuk kami kendalikan. Maafkan sifat cemburu kami yang selalu menimbulkan bibit bibit pertengkaran. Tapi itu semata-mata karna kami begitu takut untuk kehilangan pelindung kami. Percayalah, bukan karna tidak adanya rasa percaya namun memang seperti inilah sisi kami yang sebenarnya. Mengapa sewaktu belum jadian kami tak begitu menunjukkannya? Karna pada saat itu kami sadar diri bahwa kami belum menjadi siapa-siapa kalian dan ketika kami menjadi siapa-siapa kalian, kami berubah menjadi seperti moster yang selalu membuat kalian kesal, marah, dongkol itu karna kami tau untuk bersama kalian tak semudah membalikkan telapak tangan. Kami para cucu hawa jika sudah memiliki sesuatu akan sangat menjaga sesuatu itu layaknya anak perempuan kecil yang tak ingin kehilangan barang kesayangannya. Dapatkah kalian mengerti itu? Dan mengapa kami begitu suka sekali membesar-besarkan masalah kecil? Karna memang kami begitu egois tak ingin ada masalah sedikitpun diantara kita. Jangan salahkan kami yang suka membesar-besarkan masalah tapi seharusnya kalian sadar karna kalian masalah-masalah kecil itu bisa ada. Ngga akan ada masalah sekecil apapun bila tak ada yang mencari masalahnya bukan? Pahamilah kami seperti kami selalu mencoba memahami kalian.

Ntah apa yang Tuhan ciptakan didiri kami sehingga menjadi sosok yang begitu ketakutan dan khawatiran. Menjadi sosok yang begitu bawel dan cerewet bahkan melebihi ibu kalian. Kami begitu takut bila kalian tak ada kabar layaknya anak kecil yang kehilangan barang kesayangannya. Kami begitu ceweret bila kalian belum makan, pulang malem, terlalu sering bermain di luar rumah seperti sosok ibu yang mengatur anak lelaki kecil. Sadarkah kalian jika kami berusaha memberikan perhatian begitu besar seperti ibu yang memberikan perhatian kepada anaknya? Mengapa kami seperti itu? Karna kami sangat berharap bahwa kami adalah pengganti ibu kalian yang siap melayani ketika kalian beranjak menjadi sesosok lelaki dewasa. Ya, begitu tinggi harapan kami. Terlihat lebay bukan? Tapi kelebayan kami adalah bukti ketulusan hati kami. Bagaimana tega seorang perempuan yang menyayangi seorang lelaki tak memiliki sisi perduli sedikitpun? Itu mustahil... tolong jangan salah artikan perhatian kami sebagai sesuatu yang membuat kalian risih tapi artikanlah perhatian kami seperti perhatian ibu kalian...

Kami memang manusia yang sangat mudah menangis. Ntah mengapa Tuhan begitu dangkal menciptakan airmata kami. Sedikit saja kalian membuat kami tak enak langsung lah keluar airmata itu. Ya, begitulah Tuhan menciptakan kami dengan sisi kelembutan yang begitu tinggi. Kelembutan yang Tuhan ciptakan untuk menenangkan kalian disaat emosi merasuki hati kalian. Kelembutan yang Tuhan hadiahkan untuk menyayangi para keturunan kalian kelak. Coba kalian bayangkan bila kami tak memiliki sifat kelembutan dan sama seperti kalian apa jadinya hubungan para lawan jenis? Tuhan begitu adil menciptakan sifat diantara kita untuk saling melengkapi.

Dan... maafkan kami bila cara menyayangi ini begitu salah. Karna yang kami tau apa yang kami rasakan itu yang kami lakukan.  Maafkan kami yang selalu menjadi penganggu kesenangan kalian, pengrusuh keinginan itu semata-mata agar kalian tak salah jalan, itu hanya kami ingin sesuatu yang terbaik untuk kalian. Coba kalian pikir untuk apa kami repot-repot ngurusin hidup orang lain padahal belom tentu kalian menjadi jodoh kami? Itu semua kami lakukan karna memang pada saat itu perasaan sayang kami hanya untuk kalian. Tak perduli dengan siapa nanti kalian menghabiskan sisa umur kalian yang kami perdulikan hanya sesuatu yang terbaik untuk kalian. Mungkin seperti itu gambaran ketulusan kami sebagai para cucu kaum hawa. Sadarilah itu semua sebelum kalian benar-benar kehilangan sosok yang mampu mengerti kalian dengan sepenuh hati..


 Dari kami para cucu kaum hawa...

Senin, 09 Maret 2015

Penzina yang menjadi istri seorang lelaki sholeh.

Hidup ku selalu dihiasi oleh dosa-dosa yang sengaja maupun tidak aku lakukan. Keluar masuk pintu diskotik. Makan dan minum yang tak seharusnya aku masukkan ke dalam tubuh. Mengomsumsi barang-barang yang menurut agama ku haram. Pergi dengan laki-laki mana saja. Menggunakan pakaian yang selalu memamerkan bentuk tubuh ku dan membiarkan tangan-tangan jahil menyentuhnya. Ya, begitulah kehidupan ku di masa lalu. Tak pernah menyentuh al-quran. Tak pernah membeli mukena. Tak pernah sekalipun aku beramal. Segala kegiatan ku yang aku kerjakan hanyalah kesenangan dunawi sesaat. Tak pernah terbesit di otak ku mengenai agama.

Begitu lama aku hidup dalam kemaksiatan, hidup dalam perintah syaitan, tak pernah sedikit pun aku melakukan ajaran agamaku: shalat, mengaji, berjilbab, dan beramal shaleh. Hingga akhirnya seseorang yang entah siapa mengetuk hatiku. Melihat dia melakukan gerakan shalat bagaikan melihat perilaku ku yang selalu berbuat maksiat. Mendengar dia mengaji seakan membuatku teringat kata-kata kotor apa saja yang telah aku katakan. Melihat pakaiannya yang selalu terbalut baju koko, bersarung serta berpeci membuatku sadar bahwa selama ini aku selalu telanjang. Dan melihat dia selalu beramal shaleh membuatku flashback apa selama ini aku telah melakukan satu kebaikan walau hanya sekali. Ya, itulah yang aku rasakan ketika pertama kali berjumpa dengannya. Tak pernah seorang pun yang mampu membuat hati ku terketuk kecuali ia.

Hingga akhirnya aku berpikir ‘dapatkah aku menikah dengannya?’. Ah sungguh jika orang lain dapat membaca pikiran ku mungkin orang itu akan memaki-maki ku, menertawakan ku, mengatakan aku gila sambil berkata ‘seorang penzina seperti kamu mengharapkan laki-laki sesholeh dia? siapa kamu siapa dia? bagaikan menantikan hujan uang didunia ini HAHAHAHAHA!’. Aku memang gila, sudah tak bisa berpikir dengan sehat lagi semenjak bertemu dengan ia. Aku jadi memikirkan tentang agama bahkan berpikir tentang pernikahan padahal sebelumnya aku tak pernah repot-repot memikirkan soal itu.

Awalnya ku pikir ini hanya perasaan kagum sesaat dan akhirnya aku akan melupakannya seperti dengan yang lainnya. Tapi ternyata tidak, semenjak aku bertemu dengan ia, aku selalu berharap bisa mengikuti setiap gerakan shalat dia, mengamini setiap doanya, mencium tangannya, membaca perkataan Allah bersama dengannya, dan melakukan banyak kebaikan berdua dengannya. Aku pun berusaha untuk menggodanya, aku tunggui ia selalu shalat dan mengaji tapi apa respon ia? Ia langsung menjauh, jangankan mendekat tersenyumpun tidak. Aku coba selalu memberikan senyuman terbaikku tapi apa balasannya? Hanya muka yang selalu berpaling. Sehina itukah diriku? Sekotor itu kah hatiku dihati ia? Sungguh ini menyiksaku...

Pada suatu hari aku mengutarakan perasaanku kepada temanku dan respon yang dia berikan sama dengan apa yang aku pikiran, dia bilang ‘bangun woy tidur mulu’. Jujur aku ingin sekali melupakannya bagaimana tidak semenjak hari itu semua kegiatan kemaksiatan yang biasa aku lakukan mulai berkurang. Aku mulai lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Mulai membeli sebuah mukena walau entah kapan aku akan menggunakan, membuka-buka al-quran walau aku tak tau bagaimana cara membacanya.

Hingga suatu hari aku membaca tulisan di sebuah blog. Diblog itu tertera ‘bila ini mendapatkan pasangan hidup yang shaleh hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki diri, memantaskan diri tak perduli sehina apapun diri seorang manusia Allah akan mengampuninya bila manusia itu benar-benar melakukan taubatan nasuha dengan shalat taubah’. Setelah membaca itu hatiku semakin terketuk bahwa ternyata harapanku untuk menikah dengan laki-laki itu masih ada. Sejak itu aku mulai berpikir untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, mengejar cinta-Nya agar aku bisa mendapatkan cinta ia. Tapi bagaimana aku melakukan shalat taubah bila shalat saja aku tak pernah? Apa yang harus aku baca di dalam shalat?. Akhirnya suatu hari, aku tekadkan untuk pergi belajar mengaji. Aku belajar mengaji mulai dari iqra. Bayangkan diusia ku yang sudah tua ini aku baru memulai belajar iqra dengan anak-anak kecil. Cacian makian, serta ledekan seakan menjadi santapan ku setiap pergi mengaji. ‘Seorang penzina belajar ilmu agama?’ tak heran manusia-manusia lain menertawakanku, meledek ku habis-habisan.

Setelah aku sedikit bisa mengaji aku pun mulai belajar untuk shalat walau pertama kali rasanya sulit sekali. Mengerjakannya sehari 5 waktu. Bayangkan satu waktu pun tidak pernah aku lakukan ini lagi lima waktu sungguh amat sangat berat bagiku. Aku pun mulai membeli baju-baju yang tertutup dan mulai mengenakan jilbab. Menghindari barang-barang yang selama ini aku santap walau jujur itu sungguuuuh amad sulit dan berat bagiku. Tapi Allah ternyata menguatkan tekadku, mempertebal imanku, menjaga niat baikku. Dan pada akhirnya aku terbiasa dengan cara hidupku yang ‘baru’.

Bertahun-tahun pun berlalu aku bukanlah aku yang dulu, masa lalu yang kelam telah aku kubur dalam-dalam dan sewaktu-waktu aku liat sebagai koreksi untuk diri ku. Aku bukanlah seorang wanita malam lagi aku sekarang adalah guru ngaji diwilayah daerah rumahku, walau awalnya tetangga ku menilai negatif tapi Alhamdulillah seiring dengan pertolongan Allah mereka semua sekarang menganggap ku baik walau dosa yang telah aku lakukan selangit.

Selepas melakukan shalat taubah yang rutin aku lakukan setiap malem dan shalat-shalat sunah lainnya, tiba-tiba aku teringat sosok laki-laki itu. Ya, laki-laki yang telah mengubah ku menjadi seperti sekarang. Memang semenjak aku berusaha untuk memperbaiki diri, bertaubah dijalan Allah, aku tak begitu terlalu memikirkan ia tak seperti ketika aku masih selalu berbuat maksiat. Ya Allah apa ia malaikat yang Engkau kirim untuk menyadarkan aku?. Ingin rasanya aku berjumpa dengannya, mengucapkan terimakasih karena Allah telah menurunkan hidayahnya yang Allah titipkan lewat ia.

Suatu saat ketika aku mantapkan untuk bertemu dan menyapanya pintu rumah ku terketuk dan aku heran melihat sosok ia di depan rumah ku berserta keluarganya. Jujur, aku tak tau saat itu apa yang harus aku lakukan. Aku mempersilahkan ia dan keluarganya masuk dan aku bertanya maksud kedatangnya mereka apa. Dan kamu tau sahabat? Ternyata ia dan keluarganya datang untuk melamarku, meminang diriku yang hina ini menjadi istri dari seorang laki-laki sholeh. Subhanallah... aku hanya bisa berdiam diri dan terus memuji nama Allah di hatiku. Orang yang selama ini aku dambakan, aku kagumi, aku tunggu dengan sendirinya datang sendiri ke diriku tanpa aku harus berbuat apaapa. Sungguh sungguh Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah. Allah menepati janjinya kepadaku. Aku seorang Penzina dengan dosa yang begitu banyaaaak mendapatkan seorang laki-laki sholeh.

Ketika aku dan ia resmi menjadi suami istri aku beranikan bertanya tentang hal apa yang membuat ia menikahi wanita sehina diriku ini dan ia menjawab “aku menikahimu karena Allah, karena Allah yang telah mendatangkan rasa ini, karena Allah yang sudah memberikan hidayah kepadamu, sekelam apapun masa lalu aku akan ikhlas menerimanya, sebagaimana Nabi Muhammad yang menikahi Siti Khadijah dan menyerahkan keperjakannya kepada seorang janda’. Sungguh aku hanya bisa menangis bahagia mendengarnya, sungguh aku hanya bisa mengucap syukur yang tiada henti, karena Allah begitu menyayangiku meski aku telah berkhianat kepadaNya. Dan ternyata pertanyaan ku dahulu terjawab sudah memang ia malaikat yang sengaja dikirim Allah untukku dan keluargaku kelak.

Sahabat sadarilah, sehina apapun diri kita, sekotor apapun tubuh ini, sebanyak apapun dosa yang telah kita kerjakan bila kita bener-bener bertaubah kepada Allah, ikhlas karena Allah, dan selalu berjuang di jalan Allah, insyaAllah semua keburukan kita bukan penghalang untuk kita tidak bisa mendapatkan surgaNya. Hidup dengan penuh dosa bukan salah kita memang sudah sewajarnya kita ini tempat salah dan dosa namun mati masih penuh dengan dosa itu adalah kesalahan terbesar kita. Sama seperti ungkapan ‘terlahir miskin bukan salah kita tapi mati dengan keadaan miskin itu baru salah kita’. Marilah sahabat mulai dari sekarang mari kita semakin memperbaiki diri, memantaskan diri, serta semakin mengejar cintaNya.


Sekian kisah singkat cerita pendek dari saya, kurang dan lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 02 Maret 2015

Ya Allah, siapa jodohku?

Ringkasan dari novel “Ya Allah, siapa jodohku?” karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

Untuk saat ini masalah pasangan hidup adalah termasuk salah satu masalah yang banyak dibahas oleh anak muda. Banyak muda-mudi yang sedang asik dimabuk cinta berharap pasangan dia hari ini kelak akan menjadi pendamping dia hingga kakek nenek. Tapi tak banyak pula diantara mereka yang apabila sedang menghadapi suatu masalah segera memutuskan untuk berakhir. Lantas kemana harapan yang sudah mereka gembar-gemborkan itu? Inilah sedikit gambaran mengenai percintaan anak muda di jaman sekarang. Terlalu terbuai oleh rasa cinta sebatas manusia dengan manusia tapi bukan antara Allah – manusia – Allah – manusia. Mereka tak menggantungkan harapan mereka kepada Allah melainkan pada rasa jatuh cinta yang bersifat sementara. Tak heran dijaman sekarang banyak muda mudi yang hatinya cepat tersakiti karna pada dasarnya mereka yang membiarkan orang lain menyakitinya.

Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah berumur namun belum menemukan jodohnya? Mungkin saja kita sebagai manusia kurang berusaha. Memang benar rezeki, maut dan jodoh adalah hal yang sudah digariskan oleh Allah dan sudah menjadi takdirnya tapi bukan berarti kita sebagai manusia hanya berdiam diri tanpa berusaha. Mana ada yang namanya hujan duit? Mana ada datangnya jodoh kalau hanya berdiam diri di kamar dan tidak bergaul? Jemputlah jodohmu dengan usaha dan doa.

Kalau sudah usaha dan doa tapi ngga dapet juga gimana? Bertaubatlah kepada Allah mungkin saja ada kesalahan kita yang menghambat hal itu. Ingat cobaan di dunia ini ada tiga tingkatan yang pertama cobaan karna ujian dari Allah ingin meninggikan derajat kita, yang kedua teguran dari Allah karna kita sudah terlalu jauh meninggalkannya dan ketiga azab Allah karna kita melalaikan ujian dan teguran yang telah dia berikan. Maka dari itu perbanyaklah memohon ampunan dan segerakanlah bertobat.

Kenapa Allah ngasihnya bukan saat ini? Mungkin Allah sedang rindu denganmu, Allah sedang ingin kamu mendekat kepadaNya, memohon kepadaNya. Kita saja kalau sudah lama tak berjumpa dengan orang yang kita sayang merasakan rindu kan? Nah, Allah juga sayang sama kita, Dia rindu dengan airmata tulus kita, Dia rindu dengan rintihan kita. “Selalu percayalah bahwa seberapa pun besar rintangan yang hadir, sejauh apapun jarak yang ada, sehebat apa pun ujian yang datang, kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga. Jangan terlalu risau Allah lebih tahu kekasih seperti apa yang terbaik dan paling sesuai dengan kepribadianmu”

Gimana sih caranya agar kita tau bahwa dia adalah jodoh kita? Jujur, saya sendiri masih selalu mencari tau tentang perihal ini. Ahmad Rifa’i Rif’an mengatakan bahwa jodoh adalah seseorang yang membuatmu jatuh cinta tanpa satu alasan apapun. Yang kamu tahu adalah hadirnya kebahagiaanmu dan hadirmu kebahagiannya. Hadirnya telah membuatmu dekat dengan Tuhanmu. Sudahkah kamu mengetahui siapa orang itu? Ingat yang sulit itu bukan menemukan tapi sulit mengetahui.

Lalu bagaimana cara memilih jodoh yang baik? Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang hendak memilih kekasih untuk dinikahi adalah mempriotitaskan menikahi seseorang yang memahami agama. Bukan paras, bukan harta, bukan nasab, meskipun ketiga hal tersebut juga diperbolehkan untuk jadi pertimbangan, tetapi yang utama adalah akhlak dan agama seseorang. Sebagaimana disebut dalam hadist Abu Hurairah ra., Nabi saw., bersabda:

Wanita umumnya dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung” (HR. Bukhari & Muslim).

Al- Khawarizmi penemu angka nol pernah bertutur kalimat yang indah, “Kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif maka ia adalah angka 1. Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0 jadi 10. Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas imbuhkan lagi 0 jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya ‘000’. Tak bernilai sama sekali”. Kawan, jangan hanya mementingkan egomu. Anakmu kelak lebih berhak mendapat pendidikan dari seorang ibu yang terbaik bukan yang tercantik. Anakmu lebih berhak mendapat pengajaran dari ayah yang indah akhlaknya bukan yang sekedar berlimpah hartanya. Kekasih terbaikmu adalah ornag yang membuatmu makin bersemangat mendekat padaNya dan membuatmu makin takut kepadaNya.

Mengapa harus yang saleh? Karena kekasih yang saleh saat cinta ia akan memuliakanmu, saat marah ia tak akan menghinakanmu. Kekasih yang saleh akan memberi yang terbaik bagi kekasihnya. Dia mencintai karena Allah. Dia pun tak mudah mempermainkan orang yang sudah dicintainya karena Allah. Dia tidak akan melupakan tanggung jawabnya sebagai suami atau istri yang baik bagi pasangan hidupnya. Dia akan menjaga komitmennya. Jika dia lelaki, dia akan menjadi imam yang baik bagi keluarganya. Dia akan memimpin keluarganya dengan memberi teladan yang mulia. Sementara jika dia perempuan, dia akan memjadi ibu rumah tangga yang baik, patuh, dan membimbing keluarganya menuju cinta pada Allah.

Bagaimana cara mendapatkan kekasih yang saleh? Hanya ada satu cara yaitu mensalehkan diri. Tak perduli andai dosamu memenuhi langit dan bumi, sungguh ampunan Tuhan tiada batas. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh lalu senantiasa berdoalah agar kau dipertemukan Tuhan dengan kekasih yang mulia. Sekelam apapun masa lalumu, sesuram apa pun akhlakmu dahulu, seburuk apapun sikapmu di masa silam, tetaplah memiliki harapan tinggi pada kekasih yang hendak jadi pendampingmu nanti. Jangan rendahkan targetmu. Karena ampunan Tuhan tiada batas. Bila dipikirkan memang tak mudah mensalehkan diri tapi bila dikerjakan dengan hati yang tulus, ikhlas dan ridha karena Allah insya Allah semua akan ada jalannya. Ingatlah bahwa janji Allah selalu benar dan rencana Allah adalah rencana yang terbaik. “Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri. Karena inilah janji Allah: orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-Alikan kekasihmu

Jangan pernah memaksa Tuhanmu untuk menjodohkan kamu dengan yang menjadi pilihan hatimu tapi berdoalah “Ya Allah jika dia adalah kekasih terbaik yang Engkau pilihkan untuk hamba yang menurutMu baik bagi agamaku, bagi duniaku, bagi akhiratku serta Engkau ridhai menjadi miliku. Maka persatukanlah kami dalam ikatan yang suci yaitu pernikahan. Jagalah selalu hati kami dan pandangan kami hingga saat itu tiba. Jika dia bukan yang terbaik bantulah aku mengikhlaskan hal-hal yang sudah menjadi kententuanMu”

Terkadang Allah memang tak mengirim jodoh yang kita harapkan. Kadang kekasih yang kita idamkan begini, tapi yang malah kita dapat kekasih yang begitu. Tapi yakinlah, bahwa Allah pasti akan mengirim jodoh yang kita butuhkan. Jadi bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan hanya memuaskan ego, sementara kebutuhan lebih cenderung memenuhi apa yang dibutuhkan oleh hidup kita. Keinginan hanya membuat kita puas dan bahagia sejenak. Sementara tergapainya kebutuhan, lebih menjanjikan kebahagiaan kita di masa depan. Kita tau apa yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuh.

Jodoh itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah persis berdampingan tapi tujuannya sama. Walau tak pernah bisa ganti posisi namun saling melengkapi. Selalu sederajad tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bila yang satu hilang maka yang lain tak punya arti.


Sumber: Ahmad Rifa’i Rif’an buku “Ya Allah, siapa jodohku?”

Minggu, 18 Oktober 2015

Hai Power Ranger

Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara kita. Semua berubah begitu saja. Apa yang membuat segalanya terasa asing? Apa semua karena salahku? Ntahlah... yang jelas semua memang telah berubah semenjak kejadian itu... Apa memang ini hukuman yang pantas untukku meski aku sudah berusaha memperbaikinya? Tak cukupkah kesempatan yang selalu kuberi untukmu untuk menjadikan kita seperti dulu lagi?

Aku seperti tak mengenalmu. Aku tak mampu memahami mengapa aku bisa jatuh bahkan terlalu jatuh didalam hati seorang pria sepertimu. Pria yang selalu tak bisa menjaga janjinya, pria yang selalu mensia-sia kan kesempatan yang diberikan, pria yang sekarang mulai menjauh dari diriku, pria yang sekarang mulai malas berhubungan denganku. Tapi aku lebih tak mampu memahami diriku sendiri, mengapa aku bisa bertahan dengan mu hingga sekarang?

Meski kamu telah berubah menjadi sesosok moster yang amat menakutkan dimataku namun kamu tetap sang bintang di hatiku. Mata dan hatiku seakan menjadi musuh. Tak pernah sejalan seperti dulu. Tak pernah bersahabat seperti awal kita bersama. Api yang dulu kamu nyalakan terasa hangat dipelukkan ku tapi sekarang api itu seakan mampu membakar tubuhku. Kesejukkan yang selalu di ucapakan dari bibir indahmu namun sekarang seperti es dingin yang mampu membekukan ku. Ntah sihir apa yang telah kamu tiupkan dikeduanya sehingga semuanya berubah begitu saja.

Bisakah kamu mengukur seberapa besar kesabaran ku dalam menghadapimu selama ini. Aku tak pernah memintamu untuk menjadi seperti dulu, meski aku sangat merindukan kamu yang dulu. Aku tak ingin banyak menuntut darimu. Maafkan aku menulis ini untukmu. Mungkin sekarang aku hanya belum bisa menerima sosokmu yang ‘baru’.

Aku tetap setia disini, disampingmu, dengan dirimu yang ‘baru’. Ntah apa orang itu masih kamu atau dia orang lain yang hanya menyerupaimu. Aku akan tetap setia menjadi kawan ceritamu dalam suka maupun duka, tempat kamu mencurahkan segala emosi jiwa, tempat kamu membenci waktu yang menyebalkan. Aku berusaha membuat telingaku tuli, membuat hati ku menjadi batu, hanya untuk mendengar segala amarah, bentakkan, bahkan cacianmu.

Andai kamu aku, bisa kah kamu melakukan apa yang telah aku lakukan kepadamu? Saat kamu mengeluarkan amarah, aku tak membalasnya. Saat kamu mengeluarkan curahan hatimu, aku tak menutup telingaku sedikitpun. Saat kamu membentakku, aku tetap tersenyum kepadamu. Saat kamu mengumpatku dengan kata-kata kotor, aku tetap berkata halus kepadamu. Bahkan saat kamu membuat ku menangis, aku selalu tetap melukiskan senyum di bibirmu. Aku selalu menyediakan pundakku meski saat itu aku berada diposisi paling lemah untukku sendiri. Karena bagiku, membuatmu menjadi kuat kembali adalah tugasku.

Apakah wanita lain yang membuatmu berubah saat ini bisa melakukan apa yang kulakukan padamu? Apakah wanita itu siap menerima segala curhan hatimu dan tidak menutup telinganya? Apakah wanita itu mampu menerima segala amarahmu tanpa membalasnya sedikitpun? Apakah wanita itu tetap tersenyum meski kamu membentaknya? Apakah wanita itu masih bisa berkata halus saat kamu mengumpatnya dengan kata-kata kotor? Dan apakah wanita itu akan selalu melukiskan senyum dibibirmu ketika kamu membuat airmatanya terjatuh? Apakah dia ada disaat kamu membutuhkan pundaknya?

Sadarlah. Wanita yang saat ini mampu merubahmu akan pergi meninggalkanmu, mengisap semua kasih sayang yang pernah kamu berikan kepadaku. Dan ketika dia meninggalkanmu, kamu akan memohon dihadapanku untuk kembali kepadamu. Tapi sekarang kamu masih jadi pemenang. Belum saatnya kamu merasakan itu.

Untuk sekarang kamu masih memandangku sebagai wanita murahan, bodoh, tolol, dan tak punya harga diri karena masih terus berdiri disampingmu. Kamu hanya memandangku dari sisi yang kamu benci. Kamu belum merasakan takut kehilangan wanita yang kamu anggap tak berguna ini. Rasa itu akan datang, saat aku tak lagi memperdulikkanmu dan membuangmu sebagai seonggok sampah yang tak berguna dan kamu akan memohon untuk aku memungutmu kembali. Aku ini memang wanita bodoh yang bisa kamu jadikan boneka. Tapi aku tak sebodoh dirimu, yang mampu dirayu hanya lewat perhatiaan sesaat.

Lakukan lah hingga kamu puas. Dustai dan khianati lukai hatiku. Sampai lautan airmataku akan mengering karna terkuras olehmu. Namun hari esok, airmata ku akan menjadi airmatamu. Aku sebenarnya mampu untuk meninggalkan, melupakan bahkan membencimu kapanpun aku mau. Tapi sekarang, aku masih ingin bermain dengan permainanmu. Aku ingin tau seberapa hebat kamu menyelesaikan permainan ini.

Permaianan mu terlalu asyik untuk ditinggalkan begitu saja meski ini saat menyiksaku. Dan ketika permainan ini berakhir aku akan pergi meninggalkanmu, karena memang aku tak ingin bermain dari awal lagi. Rasanya tak akan seseru dan seasyik ketika awal kamu mengajakku bermain. Karena aku telah tau, apa yang akan kamu lakukan kepadaku. Dan aku tau semua perlakuan kasarmu yang akan kamu berikan kepadaku. Kamu bukan lagi sesosok penyelamat dalam hidupku tapi kamu adalah ular berbisa.

Ya aku ini bagai seekor tikus kecil yang menjadi sajian lezat untuk ular sepertimu. Namun aku ingin melihat bila tak ada lagi tikus kecil ini masih mampukah kamu merasakan sajian lezat? Sama seperti kenyataan yang ada pada kita, aku ingin melihat apakan kamu mampu bila tak ada aku? Apa matamu masih tertutup rapat sehingga tak bisa melihat sosokku yang sebenarnya?

Biar waktu yang membuatmu sadar akan semuanya. Biarkan aku pergi dan mengakhiri permainan ini dan perlahan-lahan pergi dari hidupmu. Izinkan aku menikmati keindahan alam setelah sekian lama terkurung dalam sangkar emasmu yang palsu. Dan kamu harus ingat ketika aku pergi aku tak akan ingin kembali kedalam sangkar emasmu lagi.


Terimakasih untukmu, yang telah menjadikan aku sekuat baja, menjadikan aku sekokoh karang yang terus dihantam oleh ombak besar, menjadikan aku tembok yang hanya bisa diam disaat orang lain hendak menghancurkannya. Terimakasih atas segala kebahagian serta kesedihan yang kamu berikan. Aku anggap kamu salah satu warna dalam hidupku. Tanpamu aku takkan mampu menjadi sesosok wanita yang tegar.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...

Untukmu,
Yang Bimbang Hatinya...

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Salahkah aku mencintai dirinya? Mungkin ini adalah hal paling umum yang dirasakan setiap manusia ketika jatuh cinta. Lalu apakah benar kamu memang seharusnya tidak mencintainya? Tidak. Menurutku itu salah. Sebab cintamu adalah bukti ketulusan hatimu. Bagaimana sebuah ketulusan bisa hadir bila kamu rencanakan sebelumnya? Pantaskah ia disebut dengan ketulusan? Pikirkan kembali mengapa kamu harus memiliki pemikiran seperti itu. Apakah karena kamu merasa kamu tak pantas untuknya? Lalu seseorang yang seperti apa yang pantas untukmu? Tidak ada seseorang pun yang pantas untukmu bila kamu sendiri tak pernah merasa pantas untuk orang lain. Kenapa? Karena kamu sendiri saja tak menghargai diri sendiri bagaimana orang lain bisa menghargaimu. Jika kamu memang merasa tak pantas maka perbaiki dirilah untuk memantaskannya bukan menyalahkan ketulusan hatimu.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... seharusnya aku mencintai dia bukan dia. Begitukah yang ada di pikiran mu kawan? Jika iya, bukalah mata kamu dan bacalah ini semoga membantu membuka pikiranmu. Siapapun yang hatimu cintai itu bukan sebuah kesalahan. Justru menjadi sebuah kesalahan karena kamu sendiri yang menyalahkannya. Bagaimana cinta bisa salah sedangkan ia tak pernah direncanakan? Apakah kamu bisa menjamin bila dengan kamu mencintai orang lain kamu bisa menjadi lebih bahagia? Apakah kamu merasa dengan mencintai dia kamu hanya merasa sengsara? Sungguh, jika iya lagi hidupmu sungguh menyedihkan. Ini membuktikan bahwa pikiranmu terlalu pendek kawan. Bagaiman kamu tau hal yang belum pernah kamu coba? Apakah itu masuk akal? Seberapa bahagianya kamu, seberat apapun kesengsaraan kamu itu lahir dari bagaimana caramu berpikir. Jika kamu berpikir dengan mencintai dia hanya membuatmu sengsara dan hanya dengan mencintai orang lain bisa membuatmu bahagia itu adalah hal yang tak masuk diakal. Lalu setelah kamu berpikir seperti itu apakah lantas kamu bisa langsung mencintai orang lain? Jika iya, maka aku patut mempertanyakan ‘seberapa besar rasa ketulusanmu?’ karena jika kamu benar-benar mencintai seseorang dengan ketulusan, hatimu tak akan pernah sanggup berpaling sampai kamu dapat mencintai orang yang baru dengan ketulusan juga. Bahagia atau sengsaranya dirimu itu tercipta dari bagaimana cara kamu menjalaninnya. Kebahagiaanmu bukan karena secantik, setampan, sekaya pasanganmu tapi kebahagiaanmu lahir karena bagaimana cara kalian berdua menjalaninya. Dan kesengsaraanmu bukan karena sejelek, semiskin pasanganmu. Jadi, syukuri saja kepada siapa kamu jatuh cinta karena sampai kapapun cinta tak akan pernah salah.

Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya... Untuk apa aku terus terus mencintainya bila ia tak pernah menjadi milikku? Maka aku kan membalas pertanyaanmu ‘untuk apa kamu menuntut sebuah balasan bila dengan mencintai ia saja kamu sudah merasa bahagia?’ Ya, ketulusanmu akan terlihat ketika kamu tak bisa memilikinya, tak bersamanya namun kamu tetap mencintainya serta mendoakannya. Karena bagi seseorang yang tulus ‘balasan’ bukanlah hal yang ia kejar. Karena hatinya tau yang mencintai terlebih dahulu adalah ia, karena hatinya sadar selalu mendoakannya bukanlah hal yang diminta. Dan karena hatinya mengerti bahwa tak pernah ada seseorang pun yang memaksa ia untuk mencintainya. Jika ketulusan yang berbicara atas rasa cinta maka tak akan pernah ada pikiran tentang “Tidak, Seharusnya Aku Tidak Mencintainya...” sebab apapun yang terjadi jika ketulusan itu masih ada kamu akan tetap selalu mencintainya... bahkan ketika Tuhan sangat menyulitkan jalanmu namun kamu tak akan pernah menyerah sampai akhirnya kamu mendapat jawaban dari Tuhan “inilah akhirnya, inilah yang Aku takdirkan untukmu, dan inilah yang terbaik untukmu dari-Ku”. Maka dari itu kamu tak akan pernah menyalahkan siapapun ketika kamu jatuh cinta.

Sudah berapa seringkah kamu menyalahkan diri sendiri atas apa yang memang Tuhan takdirkan mu? Jika sering, maka itu artinya kamu belum dewasa dalam hal menerima takdir. Hatimu selalu berontak dan merasa Tuhan tak pernah adil padahal begitulah cara dia mendewasakan setiap umatNya. Mulai sekarang periksalah hatimu terlebih dahulu sebelum kamu menyalahkan sesuatu. Apakah hal itu memang pantas disalahkan atau itu hanya alasanmu untuk mengingkari apa yang hatimu rasakan. Di lain sisi kamu menyalahkan diri sendiri namun dilain sisi pula itulah kebenaran atas hatimu. Banyak yang bilang “jika mencintaimu adalah kesalahan maka biarlah kesalahan ini aku nikmati sendiri” apakah itu masuk akal? Adakah kesalahan yang bisa dinikmati? Yang kamu nikmati itu bukan kesalahan tapi justru kebenaran atas apa yang kamu rasa.

Kawan, aku hanya ingin bertanya jika kamu ingin menyalahkan perasaan itu lantas siapa yang kamu salahkan? Dirimu atau hatimu? Tidakkah kamu sadar bahwa kedua itu adalah milikNya? Jika kamu menyalahkan keduanya berarti itu sama saja kamu menyalahkan Tuhan. Padahal kamu hanya seorang hambaNya yang tidak mengetahui apa-apa namun Dia mengetahui segalanya. Tidakkah kamu sadar bahwa kesalahan dan kebenaran itu hakikinya hanya Dialah yang tahu? Lalu mengapa kamu menghabiskan waktu untuk menyalahkan hal yang mungkin terbaik untukmu?


Dari yang pernah merasakannya...

Rabu, 07 Oktober 2015

Surat Rindu Untuk Ayah di Surga

Teruntukmu,

Ayah Tercinta...


             Apa kabar ayah? Gimana keadaan ayah disana? Ayah... kenapa surga begitu indah sehingga ayah tidak ingin kembali pulang? Kenapa surga begitu jauh untuk kita saling berjumpa? Ayah hari ini adalah hari lahir ayah. Pantesan kemarenan kaka mimpiin ayah eh ternyata bentar lagi ayah ulang tahun hehehehehe:’). Ngga kerasa udah 5 tahun kita ngga bisa ngasih kue ke ayah, ngga bisa ngasih kado ke ayah, ngga bisa ngasih kejutan ke ayah... sekarang yang bisa kita kasih cuman doa buat ayah. Biar ayah disana ngga kesusahan, ngga kelaparan, ngga kehausan.

             Ayah kaka mau minta maaf tepat dihari ulang tahun kaka ngga bisa ngirimin doa karena lagi pmsL. Ayah kaka kangen bangeeeeet sama ayaaaaah:””””(. Walau kaka tau pasti bunda jauh lebih ngerasa kangen banget sama ayah daripada kaka. Ayah andai kaka bisa muter ulang waktu kaka mau gantiin posisi ayah dulu. Biarin kaka yang ngerasain sakit kaya yang ayah rasain, gpp kaka yang ninggalin dunia ini daripada ayah yang harus pergi:”””(. Ayah, andai ada kehidupan kedua dari Tuhan kaka pasti ngga ada sia-siain waktu sama ayah.

          Ayah kaka tau surat singkat ini ngga bisa hilangin rindu kaka sama ayah tapi paling ngga lewat tulisan ini kaka bisa curahin kalo kaka tuh rindu banget sama ayah. Walau rasa rindu ini ngga bisa di ungkapin pake kata-kata karena udah terlalu lagi dipendem. Kaka selalu berusaha ngga nangis setiap inget ayah padahal ayah tau sendiri kaka itu cengeng. Ayah, semenjak ayah ngga ada kaka janji sama diri kaka sendiri buat jagain bunda, bunda nemenin bunda, bisa jadi pengganti ayah walau ngga bisa sepenuhnya...

                Rindu, rindu, rindu bangeeeeet sama ayaaaaah. Rindu tawa ayah, rindu senyum ayah, rindu nasihat ayah, rindu ngabisin waktu sama ayah, rindu candaan ayah, rindu pengen peluk ayah:””””””””””””””(. Ayah, kapan kita bisa ketemu lagi? Ketawa bareng lagi, bercanda bareng lagi, quality time lagi:””””(. Ayah ngga bisa gitu izin dulu sama Allah buat pulang walau cuman sehari, sejam juga gpp kok, asal kita bisa meluk ayah lagi....

                Ayah semoga Allah selalu ngejagain ayah, ngelindungin ayah dari azab dan panasnya api neraka ya... semoga ayah selalu diberikan kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian disana... semoga surat kecil kaka ini sampai ke surga... Salam Rindu dari kita semua ayah... Sekali lagi... Selamat Ulang Tahun Ayah kita Tercintaaa:””””) kita semua bangga punya ayah seperti ayah




Kita akan selalu mencintai ayah, merindukan ayah, menunggu ayah pulang, mendoakan ayah... sampai kapanpun ngga akan ada yang bisa gantiin posisi ayah di hati kita semua....
Ya Allah tolong jaga ayah kita tercinta, jangan biarkan dia merasakan kesakitan, kesengsaran disana, berikanlah dia selalu kebahagian, kesenangan, dan kenikmatanMu, Ya Rabb...



Dari kita yang selalu mencintai, merindukan, dan mendoakan
Ayah Tercinta.....

Selasa, 28 Juli 2015

K E M A T I A N.

Hmmm tema gue kali ini agak menakutkan sih tapi ini adalah suatu hal yang pasti, yang akan terjadi kepada siapapaun, dimanapun dan dalam keadaan apapun. Bagi gue pribadi bisa dibilang kematian merupakan suatu hal yang gue benci, okelah gue tau gue salah ini sama aja berarti gue ngebenci takdir Allah tapi ya gimana lagi kejadian ini meninggalkan suatu trauma yang amat besar bagi kejiwaan gue *lebay* tapi asli bagi siapapun yang mungkin udah pernah ngalamain ini secara langsung bisa ngerti gimana keadaan mental pas kejadian ini terjadi:’). Jujur sampe sekarang gue masih trauma, gimana ngga trauma dalam jarak tahun yang dekat gue kehilangan dua anggota keluarga yang gue sayaaaang bangeeeet. Belom sembuh sama trauma yang pertama eh udah kejadian lagi:”(. Ini yang ngebuat gue (masih) membenci kematian. Gue jadi males kalo di ajak takziah walau sebenarnya ini kewajiban tapi kayanya kalo dateng ke takziah seketika memori-memori yang gue coba gue kubur dalam-dalam tuh keputer lagi dengan sendirinya. Bayangin mau takziah aja badan gue seketika lemes kaya ngga bertulang, airmata gue mau jatuh walau gue ngga kenal atau deket sama orang itu. Jangankan takziah deh, ngeliat bendera kuning aja dijalan-jalan rasanya gue pengen kabuuuur, mungkin dari luar gue keliatan fine-fine aja tapi ngga dengan kondisi mental gue yang seketika ngedown. Gue selama ini bener-bener berusaha ngubur semua kejadian itu, mencoba belajar ikhlas lagi setiap kali keinget tapi tetep aja rasanya sediih banget, rasanya airmata ini mau jatuh terus walau kejadiannya udah lama banget, sok-sok-an tegar padahal saat itu mental gue lagi ngedown. Hhh pokoknya gitu dah rasanya susah diungkapkan pake kata-kata:”).

Mangkanya buat kalian yang masih dikelilingi keluarga yang utuh jaga mereka sebelum Allah mencabut satu persatu, jangan sia-siain waktu kalo memang kalian masih bisa ngabisin waktu sama orang-orang yang kalian sayang. Karna kalo kalian udah ngerasain kehilangan itu rasanya.... rasakan sendiri deh sensasinya hehehe. Buatlah orang-orang yang kalian sayang tersenyum karna kalian ngga tau sampai kapan usianya, selagi masih bisa ngeliat mereka tersenyum di hadapan kalian jangan kalian sia-siakan. Waktu itu keajaiban, waktu tak pernah bisa kembali walau hanya sedetik, mangkanya jangan sampai kalian sia-siakan sedetik saja waktu kalian karna sedetik bisa meninggalkan luka yang tak pernah tahu kapan akan sembuh:’). Ayooo mulai sekarang kalian dan gue mulai menjaga satu sama lain, saling membuat tersenyum satu sama lain sebelum semuanya bukan hak kita lagi. Ini gue nasehatin bukan buat kalian aja tapi buat gue sendiri juga, malah mungkin sebenarnya gue nulis kaya gini sebenarnya lagi memotivasi diri gue sendiri, biar lebih siap kalo suatu saat kehilangan lagi. Tapi kalo boleh egois bangeeeet ya gue ngga mau kehilangan lagi orang yang gue sayang dan orang-orang disekitar gue walau cuman satu, tapi gue harus sadar diri walau dikit ini kehidupan, dan tujuan orang hidup itu bukan sukses, bukan kaya, bukan cantik, tapi tujuan orang hidup itu adalah untuk mempersiapkan kematiannya. Apa saja yang sudah dia persiapkan untuk berjumpa dengan Sang Penciptanya, apa bekal yang dia kumpulkan selama hidup cukup membuat timbangan disebelah kanannya lebih berat daripada yang disebelah kiri. Hmmm, bagi gue sih sebenarnya itu tujuan hidup manusia yang sebenar-benarnya. Karna percuma sukses, kaya, cantik kalo timbangan yang disebelah kirinya jauh lebih berat daripada yang disebelah kanannya.

Ayo mulai sekarang kita siapkan diri ini sendiri dan lebih menghargai waktu detik demi detiknya jangan hanya hari demi hari atau tahun demi tahun but detik demi detik karna segala sesuatu itu dimulai dari hal yang paling kecil. Memang yang namanya kehilangan kita tak akan pernah siap walau sudah mempersiapkannya tapi paling tidak kita tidak akan banyak menyesal karna sudah melewatkan banyak detik yang terbuang sia-sia. Hargain hal sekecil apapun karna suatu saat itu akan menjadi hal yang paling berharga di hidup kita. Menurut beberapa pendapat kematian adalah takdir yang bener-bener mutlak ngga bisa diubah, katanya kalo jodoh itu masih bisa kita ubah, kalo rezeki tergantung usaha kita tapi kalo kematian mau berobat kedokter paling mahal mau pergi ampe keluar negri juga ujung-ujung cuman satu; K E M A T I A N. Boh ya yang sehat aja bisa tiba-tiba ngga ada nyawanya apalagi yang sakit kalo udah takdir dia kembali mah, tapi coba yang belom ditakdirin buat kembali mau sakit separah apapun tetep bisa hidup. Sadar kan gimana kuasa Allah berperan banget? di hidup kita. Gue nulis ini cuman sekedar mau ingetin kalian dan diri gue sendiri kalo kematian itu bener-bener ada dan suatu hal yang ngga bisa diganggu gugat:’).


Sekiaaan dulu yaaa, maap kalo kependekan atau kurang jelas udah biasa juga sih yak wkwkkwk.

Jombs yang galau karna sekripsi

wkwkwkwkwk kayanya baru kali yak tema gue kek ginixD. Okelah ini lahir dari kisah hidup seorang lelakih yang sedang menjomblo dan galau karna skripsinya belom kelar-kelar juga wkwkwkwk:p yang mau daftar jadi istrinya silahkan hubungi saya. Piiis kakaaaaaa:p.

Sebenarnya gue juga ngga tau pasti gimana ceritanya yak but pas ngeliat dpnya kaka ini akhirnya gue paham kalo dia emang lagi streesss beraaat!!! Daebaaaak dpnya bener-bener isi 3 para lelakih yang insha Allah masih perjaka melakukan hal-hal yang gilaaaaa. Gilanya masih agak waras sih ya pokoknya gitulah. Gue bingung sih sebenarnya mau ngetik apaan soalnya gue kaga tau gimana kisah ke jombsnya dan seberapa berat perjuangnnya dalam skripsi wkwkwkwk.

Kata kaka itu alasan dia jombs yang pertama karna mantan-mantan kaka ini baikbaik (kok baik malah diputusin ka?-__-) yang walau udah putus tapi masih suka ngasih hadiah gituuu, mungkin itu efek kebiasaan dia ngasih kaka hadiah atau mungkin bisa jadi masih pada ngarepin balikan ka wkwkwk, yang kedua itu karna teman-teman kaka ini jombs juga (sama kaya saya ka efek pergaulan jadi kelam-aan jombsxD), yang ketiga bosen atau agak agak trauma gitu gimana deh sama yang namanya pacaran karna pacaran lama tapi ujung-ujungnya putus juga *pukpukaka* *sediaintisu* ternyata cowok bisa trauma juga yaaak gue kira putus udah jadi hobi cowok mangkanya kaga bisa trauma hahahaha.

Nah kalo masalah skripsinya kaka ini ngga ada niatan dari diri sendiri, pengennya bareng-bareng mulu sama temeny, kalo temen rajin kaka ini rajin kalo ngga yaudah kek gitu wkwkwkwk kaka ini polos atau (sok) polos yak mau aja ngikutin temen ntar temennya digantung diatas monas kaka ini ikutan dah wkwkwk. Emang sih gue akuin gue juga suka begini nih tapi ya mau gimana lagi yang namanya hidup harus bergaul dan dalam pergaulan secara tidak sengaja ataupun sengaja kita pasti akan ngikutin dikit-dikit atau beberapa hal dari temen-temen sepergaulan kita itu. Mangkanya kan ada yang bilang ‘kalo temanan sama minyak wangi akan ikutan wangi kalo temennya sama tukang minyak tanah akan ikutan bau minyak tanah’ salah yak pepatahnya? Bodolah guru mah boleh bikin quotes sendiri wkwkwkwk *belagu*.

Ya begitulah gambaran si kaka yang sedang galau ini sampai bukan vidio vidio gilaaaa tapi bukan pake porno pornoan gitu yak, dijamin kok gilanya masih ‘halal’ belom ke hal-hal yang ‘haram’ ‘-‘. Pokoknya lah buat kaka yang sedang jombs dan sudah memasuki tahun ke 2 dalam masa kelam-aan jombsxD, nikmati aja ka selagi masih bisa seneng-seneng sendiri tanpa ada yang ganggu dan harus standby ngabarin si doi hahaha. Jombs bukan berarti kaka ngga laku tapi karna Allah maunya kaka sama bener-bener orang yang di restuin. Mungkin nanti kaka langsung nikah ngga pake pacar-pacaran lagi amiiiin... ngga usah di dengerin ka yang nanyain ‘kapan nikah’ jawab aja ‘kun fayakun’ ka hahaha. Allah lagi nyiapain yang terbaik dari yang paling baik untuk kakaaa. Ngga usah hirauin ka yang sering ngeledekkin kaka (walau saya juga sering ngeledekkin wkwkwkwkwk). Kalo jodoh ngga akan lari kok ka, kalo lari pun lari mendekat bukan menjauuuh hahaha. Lagipula mungkin sekarang kaka dikasih jombs biar fokus sama skripsinya atau mungkin gegara jombs ngga ada yang semangatin jadi ngga fokus ke skripsi? Wkwkwkwk ayok yang mau semangatin boleh ketik REG <spasi> S E M A N G A T kirim ke pin kaka inixD.

Hmmm kalo buat skripsinya, atuh da ka katanya mau lulus mau wisuda masa ngikutin temen, ntar kaka ngikutin teman bukan kakanya yang wisuda bareng dia malah dianya wisuda duluan, disitu kan ka rasa sakitnya menunggu *curhat*. Ayooo ka terus semangat!!! Kalo emang kaka ngga niat buat diri kaka sendiri, niatin buat orang-orang yang sayang sama kaka dan kaka sayangi, buat mama kaka, buat guru-guru kaka, buat abang kaka, buat ade kaka, pokonya keluarga besar kaka deh jangan sampai saya sebutin satu-satu nih disini wkwkwkwk. Oia, yang paling penting buat jodoh kaka, siapa tau pas kaka udah skripsian dan wisudaan tiba-tiba jodoh kaka turun dari kayangan gitu hadiah dari Allah sebab kaka udah ngilangin rasa malas kaka dan berjuang demi kehidupan berkeluarga dengan dia *apalahini*. Jempuuuut kesuksesaan ka! Siapa tau setelah jemput kesuksesan kaka sekalian jemput jodoh gitu hahaha. Intinya S E M A N G A T yak ka! Walau mungkin ini bukan jurusan yang kaka mau tapi ini tetap pilihan yang kaka udah pilih sebelumnya, seharusnya kalo ka ngga mau ya jangan di ambil dari awal hahaha *padahal saya juga kek gini*. Ayooo ka tuntaaaaskan segalanya! Udah bisa selesain berpuluh-puluh sks masa skak di skripsi ka, saya tau sih ka rasa malesnya mungkin sangat amat besaaaaaaaaar tapi ya itu inget sama orang-orang yang sayang sama kaka, yang udah berjuang buat kaka, dan yang berharap besar atas kesuksesaan kaka kelak; mama kaka. InshaAllah kaka bisa lebih semangat lagi kok. Walaupun kadang dari luar orang-orang yang sayang sama kita terlihat baik-baik saja tapi kita kan ngga pernah tau bagaimana isi hatinya, isi harapan dan doa-doa yang selalu diminta sama Allah.

Coba kaka bayangin seandainya kaka tau isi hati mama kaka, isi harapan-harapan mama kaka buat kaka, dan isi setiap doa yang selalu mama kaka minta bersama airmata yang jatuh itu tentang ‘wisuda’ kaka, apa kaka mau buat mama kaka nunggu lebih lama lagi? Sampai kapan ka? Selagi mama kaka masih bisa nemenin kaka wisuda percepat ka! Selagi kaka masih bisa ngeliat senyum mama kaka jangan ditunda ka! Karna kita ngga tau kapan waktu kita udah ngga bisa ngeliat orang-orang yang kita sayangi bisa tersenyum lagi karna kita ka. Jangan terpengaruh sama yang males-males. Selagi orang-orang yang kaka sayang masih bisa nemenin dan ikut disamping kaka ngerayain kelulusan ka, kenapa harus kaka tunda-tunda terus? Ka, waktu ngga pernah bisa kembali walau cuman sedetik, jangan sampai karna kehilangan waktu yang sedetik kaka merasakan penyesalan yang ngga ada ujungnya ka. Aduuuh bakal kualat nih gue kayanya udah sok nasehatin begini wkwkwkwk, asal nanti pas gue lagi nyusun skripsi jangan diginiin balik sama kaka ini malooooo wkwkwkwk.


Hmmm, segini dulu kali yak ka nanti saya makin jauh sok nasehatin kakanya wkwkwk. Sekali lagi S E M A N G A T ka! Inget, kaka perjuang ngga sendiri banyak dibelakang kaka orang-orang yang sayang sama kaka ikut berjuang! Jadi jangan jadiin semua ini hanya untuk diri kaka sendiri, tapi untuk mereka. Karena kalo cuman buat diri kita sendiri kita bakal terus nunda-nunda dan ngga akan jalan-jalan ka, memulai itu emang sulit ka tapi saya yakin kaka pasti bisa! Mulai sekarang kaka harus bergerak sendiri jangan ikutin temen kaka, jadiin diri kaka motivasi untuk temen-temen kaka yang belom wisuda! Mangatssss kakaaaanyaaaahhh^^, jangan stres-stres mulu dan bikin vidio yang makin menggila yak ka wkwkwkwk jalanin aja ka biar ngga jadi stress hahahaha. Maafkanlah tulisan ini ka bila kurang sopan, hampura. Hahaha. 

Rabu, 08 Juli 2015

Mengapa harus kamu, Tuan Es?

Oke tulisan ini lahir dari request teman gue, mari kita telusuriiii \o/~~~

Sudah 4 tahun aku terlalu asik sendiri dengan semua kegiatanku karna bagiku pacaran itu hanya mensia-siakan waktu. Namun di tahun ke 3 pendirian aku goyah karna kehadiran kamu, iya kamu. Ntah kamu sadar atau tidak tapi kepribadian kamu yang berbeda mampu membuatku nyaman. Enam bulan awal perkenalan kita semua terasa biasa saja, tak ada yang istimewa, tak ada yang spesial dan aku merasa bahwa aku tak mungkin jatuh hati kepada orang sedingin kamu, Tuan Es. Di enam bulan pertama tidak pernah ada kesempatan sedikitpun untuk kita saling mendekat.

Namun dengan keajaiban sang waktu di enam bulan terakhir kesempatan aku dan kamu untuk mendekat tercipta. Kita mampu berkomunikasi dengan obrolan yang panjang dan tak henti-henti dari situ aku merasakan ada sesuatu hal berbeda. Meski aku tak mengatakannya namun bukan berarti aku tak merasa kalau ada yang berbeda diantara kita. Ntah itu hanya perasaanku saja atau aku yang terlalu terbawa oleh perasaan sesaat. Jujur, disaat enam bulan terakhir rasanya aku ingin menjauh karna aku takut. Ya aku takut jatuh cinta kepadamu, jatuh cinta kepada seseorang yang belum tentu merasakan hal sama denganku. Dan dengan bodohnya, aku terlarut dalam kedekatan kita dan membuat ku benar-benar merasakan hal itu; cinta.

Oh Tuhaaaan, mengapa harus dia? Mengapa harus Tuan Es? Mengapa Engkau membiarkan rasa ini terus tumbuh tanpa akhir yang jelas? Apa mungkin dia juga punya rasa sama denganku? Hhhh... begitu banyak pertanyaan berkeliaran diotakku yang ntah kapan aku bisa temukan jawabannya-__-.

Untuk kamu Tuan Es.

Mengapa kamu datang bila akhirnya pergi? Mengapa kamu harus sedingin, secuek dan sedatar ini? Apa salahku hingga menjatuhkan hati kepada sosok sedingin es padahal di luar sana masih banyak lelaki sehangat mentari?

Tuan... apa kamu sadar bahwa aku telah menjatuhkan hati kepada dirimu? Dan andai kamu sadar apa yang akan kamu lakukan? Jujur, aku takut untuk menyapamu, aku malu untuk sekedar menanyakan “apa kabar?” “lagi ngapain?” padahal hatiku selalu ingin memulainya.

Tuan... tolong jelaskan semuanya kepadaku agar hati ini tau apa yang harus dilakukan. Aku masih mengharapkanmu, Tuan Es.
Dari si hangat yang merindukan
Si dingin...

Tulisan itu masih jelas tersimpan rapi dalam memo hpku, aku benar-benar tak berani, aku takut. Karena dia berbeda dari sosok pria lain yang hangat dan begitu agresif. Apa aku salah bila memulai duluan? Atau mungkin dia memang sengaja pergi karna tak memiliki rasa apa-apa terhadapku? Lalu mengapa dia harus dekat temanku? Apa dia sengaja melakukan itu? Aaaaakkkk tidaaaak, beribu pertanyaan terus singgah diotakku membuatku ingin berteriak dan menjerit “MENGAPA HARUS KAMU, TUAN ES?”

Sebenarnya aku pun masih bingung dengan perasaan ini, apakah benar ini cinta atau hanya sekedar obsesi untuk memiliki kamu? Meski kemarin aku memutuskan untuk mundur dan menjauhi kamu tapi nyatanya itu jauh lebih sulit daripada menahan perasaan ini. Ya, menghindarimu menjadi lebih sulit dibandingkan aku harus menutupi perasaan ini. Dan pada akhirnya hubungan ku dengan kamu menjadi tidak tau arah dan berakhir namun seperti tak berakhir... apa yang harus ku lakukan?

Yaaaak, mungkin seperti itu sinopsis singkat apa yang lagi dirasain temen gue. Hmm, emang serba salah ya kalo kita deket sama cowo yang kaya gini, dia yang ngedeketin tapi dianya gitu; susah ditebak. Menurut gue pribadi kalo lo ngga berani untuk bilang ya lo harus siap dengan keadaan kaya gini terus. Jujur, gue pribadi pernah berada diposisi kaya lo kawan dan padahal akhirnya gue ngaku juga hehehe walau awalnya gue juga mikir kek lo kalo gue ini cewek dan ngga mungkin gue ngaku duluan tapi gue penasaran apa setelah gue ngaku perasaan ini bisa lebih tenang dan... setelah ngaku akhirnya gue tenang ya kadang kalo di inget agak malu-maluin gimana gitu juga sih tapi daripada gue penasaran mulu-_-. Nah sekarang keputusan ada ditangan lo mau ngaku atau ngga, mau mulai duluan atau ngga, kalo lo milih diem aja ditempat ya bakal kaya gini terus sampe nunggu dia beraksi. Ya kalo dia beraksi kalo ngga? Mungkin ini saatnya lo milih sebuah pilihan dikisah percintaan lo.

Jangan berusaha buat ngelupain dia karna melupakan itu ngga pernah yang namanya bisa disengaja. Contohnya gini deh “mau lupain rumus mtk ini ah” emang bisa? Logikanya ngga bisa kan? Nah menurut gue pribadi dan sesuai dengan pengalaman gue sendiri melupakan itu ngga pernah ada yang disengaja, yang ada itu tanpa disengaja. Jadi, kalo lo pengen ngelupain dia jangan fokus ke kata “ngelupain” tapi fokus aja sama semua kegiatan lo seperti sebelum lo ngenal dia. Praktek ini emang susah tapi gue yakin lo bisa karna gue sendiri bisa bro. Biarin semuanya jadi pr buat ‘waktu’. Gue yakin apapun yang terjadi sama lo saat ini dan ngga seenak apapun rasa itu pasti ini adalah yang terbaik buat lo yang udah Allah putuskan.

Kalo buat cinta atau obsesi mungkin untuk sementara gue bisa bilang ini obsesi lo karna lo begitu penasaran dengan sosok dia dan karna rasa suka lo sama dia baru sebentar. Seperti yang udah gue bahas sebelumnya yang namanya cinta itu harus diuji beberapa tahun ngga bisa saat ini lo merasakan lo bisa disebut cinta dia, ngga bisa kaya gitu. Karna belom tentu disaat lo sama orang lain rasa itu bakal tetap ada.

So, intinya sekarang keputusan bukan hanya ada ditangan dia tapi ditangan lo juga. Ubah mainset lo kalo cewe tuh cuma bisa nunggu dan ngga bisa ambil keputusan, lo jujur bukan berarti lo murahan tapi lo jujur karna lo berusaha buat ngehargain diri lo sendiri dan perasaan lo. Yang namanya murahan tuh kalo dia udah nolak tapi lo tetap gatel aja tapi ini kan dia belom ngasih jawaban apapun, jadi bagi gue ngga masalah kalo lo jujur. Jujur itu emang susah mangkanya jujur itu berharga kalo jujur itu gampang nanti kejujuran ngga ada artinya apa-apa. Gue yakin kok dia pasti bakal ngehargain kejujuran lo, walau paitnya dia ngga punya perasaan yang sama kaya lo paling ngga kan lo udah berusaha buat jujur. Lagipula dengan jujur lo bisa tau apa yang harus lo lakuin kedepannya dari jawaban yang dia kasih. Ngga kaya sekarang mau mundur takut salah, diem ditempat ngga menghasilkan apa-apa. Kalo dia ngga punya perasaan ya tinggalin, buat apa pertahanin orang yang ngga punya perasaan yang sama kaya kita, masih banyak diluar sana cowok-cowok yang antri mau jadi pasangan lo.

Hmmm, itu semua sih cuman saran doang yak dari gue selebihnya ya terserah lo mau ngelakuin apa. Ini hidup lo lakuin hal yang bisa buat lo bahagia, karna kebahagian lo ya cuman lo yang nentuin. Jangan siksa diri sendiri, karna banyak orang yang menderita bukan salah orang lain tapi kesalahan diri kita sendiri yang ngga bisa tegas dan selalu takut ambil langkah. Setiap hari kita pasti punya pilihan kok dan begitu juga dengan lo sekarang, pilih keputusan yang menurut lo terbaik. Gue bukan mau sok nasehatin tapi gue cuman berbagi tips aja hehehe. Semoga lo bisa memutuskan keputusan yang terbaik yaJ. Menurut kalian sebaiknya dia gimana tuh?


Maaf yak kalo ada kesalahpahaman dari apa yang gue tangkep dari cerita lo maap faktor T; TUA hahahaha ngaku juga kan gue-___-. Semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang mengalami hal yang samaJ. See you yaaa~~~.

Selasa, 07 Juli 2015

FRIENDSHIP

Hai jumpa lagi nih sama gue setelah beberapa bulan disibukan dengan tugas kuliah hahaha. Tema pembuka kali ini friendship ajalah ya, walaupun gue tau semuanya udah pada khatam soal beginian hahaha.

Menurut kalian friendship itu apa sih? Dan menurut kalian friendship itu ada sih ngga sih sebenarnya? Jujur, dari gue sd sampe sekarang kuliah gue belom tau siapa yang benar-benar sahabat gue. Kalo ditanya “punya teman?” gue jawab dengan mantap “PUNYA” tapi kalo di tanya “punya sahabat?” gue... ntahlah sampe sekarang gue ngga tau siapa yang bener-bener tulus temenan sama gue. Gimana sama kalian udah ngerasa punya ‘temen’ yang tulus main sama kalian?

Dari sudut pandang gue pribadi friendship itu adalah hubungan yang selalu bisa saling ngedukung, saling nyemangatin, apa yang gue punya ya punya dia juga. Bukan cuma tentang gue atau tentang dia tapi tentang kita. Bukan seberapa sering kita jalan tapi seberapa sering kita berguna untuk satu sama lain, seberapa sering kita salaing buat ketawa satu sama lin, seberapa sering kita selalu ada buat satu sama lain, seberapa sering kita saling ngedukung dan kasih semangat.

Friendship itu bukan karna dia kaya, dia cantik, dll tapi friendship itu dia dan lo bisa satuin pikiran, bisa jadi gila berdua, bisa senang-senang berdua bukan disalah satu merasa terbebani. Seharusnya friendship itu bisa bantuin ngilangin beban kalian bukan malah nambahin beban kalian dan kalian juga ngga boleh nambahin beban dia. Banyak orang yang ngaku punya friendship tapi dia sendiri gimana hubungan dia sama dia, dia, dia, dia dan seterusnya.

Gue tanya sama kalian, pernah kan pasti kalian bergeng gitu tapi ngga sama semua orang di geng itu kalian bisa deket kan? Pasti di dalam geng itu ada satu orang yang bener-bener deket sama kalian. Bukan karna kalian pilih kasih atau pilih-pilih teman tapi emang yang namanya kecocokan itu hal yang langka ngga gampang ditemuin. Mungkin dengan satu orang itu kalian ngerasa paling nyambung, paling enak diajak sharing, paling klop lah pokoknyaa tapi bukan berarti sama yang lain kalian ngga nyambung atau yang lain ngga enak di ajak sharing. Sekali lagi gue tekankan “kecocokan” itu yang membuat antara satu orang dengan orang yang lain bisa deket banget.

Gue sedikit agak curhat gitu ya *udahbiasa*. Kalian pasti punya kan teman deket sewaktu masa sekolah dan pas udah lulus pada bubar, pada sering kan kaya gitu kan? Ngaku hayoooo ngaku woooo. Sedikit bercerita kemarin gue sempat berantem sama temen dekat gue dijenjang sekolah, ayo tebak temen sd, smp, apa sma hayooo?hahahaha *garing*. Gue berantem karna gue selalu ngga bisa diajak kumpul dan terlihat sok sibuk gitu tapi jujur sesungguhnya gue benar-benar sibuk saat itu. Sekarang logika aja lah ya kita temen dekat ngga ada masalah apa-apa terus masa gue tiba-tiba ngga bisa selalu diajak kumpul lalu apa alasan gue buat selalu ngga bisa diajak kumpul sedangkan saat itu gue ngga ada masalah apa-apa sama mereka? Masa iya tanpa masalah gue mau ngejauh dan menghindar? Walau gue kadang kaya anak kecil tapi gue ngga seanak-anak itulah, pasti gue ngga bisa ngumpul karna memang gue ngga bisa.

Mana ada sih yang diajak senang-senang, cerita-cerita bareng, ketawa-ketawa bareng selalu nolak kalo emang ngga kepepet banget, ngga mungkin kan? Gue juga makhluk sosial butuh orang lain tapi memang saat itu gue ngga bisa ya gue bisa apa dan alhasil teman-teman gue pada ngambek. Gue akuin emang semua salah gue selalu ngga bisa diajak kumpul tapi ya gue bisa apa lagi? Kalian emang teman gue tapi bukan berarti gue bisa selalu diajak kumpul, gue egois? Memang gue akuin gue egois selalu mentingin keperluan gue tapi keperluan itu buat masa depan gue bukan buat orang lain. Tapi coba kalian pikir apa kalian juga ngga egois selalu maksa gue kumpul walau gue udah bilang ngga bisa? Kalo gue bisa pun pasti gue kumpul tanpa dipaksa tapi emang pada saat kalian ngajak gue itu selalu bentrok sama tugas-tugas kuliah gue kecuali ya kalian marah sama gue karna gue lebih milih pergi sama yang lain daripada sama kalian lah toh ini mah gue dirumah ngedekem ama tugas masih aja disalahin bukannya disemangatin *tear*. Emang kalian pikir kalo kalian maksa-maksa gitu ngga nambahin beban pikiran gue? Gue juga tersiksa ngerjain tugas sambil mikirin perasaan ngga enak karna udah nolak ajakan kalian. Kalo ngga kepepet banget mah mana ada sih orang yang lebih milih nugas daripada diajak senang-senang? Otak gue ngga sestrong itu-____-.

Nah dari kisah pribadi gue diatas apa yang akan kalian lakuin kalo pada saat itu posisi kalian adalah friendship sama gue? Satu hal yang gue Cuma pengen ingetin kalo emang kalian ngejalanin friendship dan dia ngga bisa diajak kumpul tolong jangan main asal judge karna gue ngerasain sendiri rasanya digituin tuh kaya gimana. Kalo emang pada saat itu dia bener-bener ngga bisa bukan berarti dia udah ngga mau kumpul lagi sama kalian. Kalian mau friendship kalian hancur hanya karna pikiran negatif kalian yang belom tentu bener? Kalian susah payah nemuin orang yang cocok sama kalian tapi kalian ancurin gitu aja Cuma karna “nethink”, mau?

Sedekat apapun kalian sama dia tapi tetep aja dia juga punya kehidupan sendiri, punya tanggungjawab yang beda dan ngga selalu sama kaya kalian. Kalo emang pada saat itu dia harus nyelesain tanggungjawabnya sedangkan tanggungjawab kalian udah selesai apa kalian tetap bakal maksa dia buat jalan sama kalian? Come on, dewasa ajalah. Kalian udah pada gede udah pada punya tanggungjawab masing-masing jangan selalu maksain orang lain untuk sama kaya kalian.
Kisah kedua, misalnya ada dua teman dekat yang ngajak jalan dan kalian udah terlanjur janji sama yang pertama gimana tuh kalian nyikapinnya? Kalo gue pribadi ya gue tetap menuhin janji gue ama yang pertama karna bukan kemauan gue atau salah gue nolak yang kedua karna memang yang ngajak duluan yang pertama. Masa iya sahabat ngebiarin sahabatnya ngelanggar janji, ngga mungkin kan sahabat sejati kaya gitu? Dan yang kedua pun ngga boleh cemburu atau mikir dia pilih kasih karna lebih milih yang pertama tapi memang dia udah terlanjur janji sama yang pertama.

Jujur, gue pernah ngerasa cemburu sama temen gue sendiri tapi akhirnya gue sadar dan gue berusaha buat ngga cemburu lagi. Walau katanya cemburu itu tanda sayang tapi bagi gue pengertian lebih tulus sebagai tanda sayang daripada cemburu. Gue ngga cemburu bukan karna gue ngga sayang sama sahabat gue tapi gue ngga cemburu karna gue berusaha untuk jadi sahabat yang sesungguhnya, yang bisa ngertiin posisi sahabatnya dan berusaha ngga egois sama keinginan gue sendiri.

Gue juga sadar gue emang sahabatnya tapi bukan berarti kemana-mana gue harus sama dia, karna gue tau dia juga pasti punya kehidupan sendiri. Gue emang sahabatnya tapi bukan berarti gue harus selalu ada dikehidupannya. Yang namanya sahabat dimata gue adalah dua orang yang saling mempertahankan “kita” walau pada saat itu bukan “kita”. Ngerti kan maksud gue? Jadi sahabat gue main sama yang lain tapi gue dan dia masih jadi “kita” bukan gue gue dan dia dia. karna menurut gue sahabat sejati ya kaya gitu, ngga harus selalu bersama tapi tetap saling ngedukung, semangatin dan ngedoain.

Eh tunggu deh ngga berasa loh diword gue udah ampe 3 lembar-___-“ bacot banget yak gue wkwkwkwk. Emang kalo bahas friendship tuh lama kelarnya hahaha. Langsung keintinya ajalah ya. So, “friendship adalah suatu hubungan yang didalamnya saling mengerti, saling ngedukung, saling kasih semangat dan paling penting saling mendoakan”. Hampir sama kaya pacaran bukan hampir sih sebenarnya tapi emang sama wkwkwk karna memang sebenarnya pacaran itu juga friendship cuman udah lebih intim aja friendshipnya *ini ambigu*. Jadi buat kalian semua yang punya hubungan friendship jaga baik-baik ya jangan cuman pacar doang yang dipertahanin mati-matian tapi persahabatan ditinggalin gitu doang soalnya nemuin orang yang cocok sama kita itu ngga mudah, jangan mau mudah diancurin sama pikiran-pikiran negatif kalian. Sahabat itu bukan orang yang selalu nemenin kalian jalan dan senang-senang doang tapi dia juga ada disaat kalian susah. Karna yang nemenin kalian disaat senang belom tentu tulus kaya yang nemenin kalian disaat susah. Logika aja sih mana ada yang mau nemenin disaat susah kalo emang dia benar-benar ngga tulus? Mangkanya kalian hati-hati dalam nilai orang jangan sampe kehilangan orang yang tulus demi orang yang selalu nemenin kalian disaat senang doang.


Hmm segini dulu yak konflik yang gue bahas di friendship konflik-konflik yang lainnya menyusuuul takut bete kalo dijadiin satu nanti kek skripsi lagi hahaha. Byeee~ see you again~ semoga bermanfaat~ kalo ngga setuju sama pendapat gue gpp kok ini kan balik lagi ke pemikiran masing-masing hehehe mari berpikir dewasa bersamaJ.

Minggu, 15 Maret 2015

Surat untuk para lelaki

*Tulisan ini lahir untuk mewakili perasaan para kaum hawa yang tak berani berbicara*

Untuk kalian para cucu adam...

Bagaimana rasanya begitu dicintai oleh para cucu hawa? Ribet, risih, nyebelin bukan? Ya, memang begitulah sifat kami. Maafkan kami selalu merepotkan kalian, menyusahkan kalian dengan sifat manja dan lemah kami. Maafkan kami yang selalu membuat kalian marah, kesal, dongkol dengan sisi sensitif kami. Maafkan kami yang selalu bawel, cerewet bahkan melebihi ibu kalian dengan ke khawatiran kami yang begitu besar. Maafkan kami yang begitu cengeng dengan airmata kami yang begitu dangkal. Dan maafkan kami yang mungkin telah menyayangi kalian dengan cara yang salah...

Tapi tahukah kalian para cucu adam? Kami selalu merepotkan dan menyusahkan kalian itu karna memang kalian diciptakan oleh Tuhan untuk selalu melindungi kami, menjaga kami. Kalian diciptakan dengan kekuatan yang lebih daripada kami para cucu hawa. Jika kami memiliki kekuatan sama seperti kalian lalu untuk apa Tuhan menciptakan kalian? Jika kami mampu melakukan semuanya serba sendiri mungkin kalian tak kami idam-idamkan. Ya, sudah menjadi takdir bahwasannya kalian memiliki posisi yang jauh lebih tinggi daripada kami. Maka dari itu tolong pahami sifat lemah dan manja kami yang selalu merepotkan dan menyusahkan kalian.

Kami diciptakan dengan sisi sensitif yang lebih peka dibandingkan dengan kalian itu sudah menjadi takdir. Kami bisa apa jika memang Tuhan menciptakan kami seperti itu? Tak heran bila kami lebih menggunakan perasaan daripada logika, karna memang kami diciptakan untuk melengkapi kalian. Apa jadinya bila kita sama sama saling menggunakan logika masing-masing? Maafkan sifat cemburu kami yang sangat sulit untuk kami kendalikan. Maafkan sifat cemburu kami yang selalu menimbulkan bibit bibit pertengkaran. Tapi itu semata-mata karna kami begitu takut untuk kehilangan pelindung kami. Percayalah, bukan karna tidak adanya rasa percaya namun memang seperti inilah sisi kami yang sebenarnya. Mengapa sewaktu belum jadian kami tak begitu menunjukkannya? Karna pada saat itu kami sadar diri bahwa kami belum menjadi siapa-siapa kalian dan ketika kami menjadi siapa-siapa kalian, kami berubah menjadi seperti moster yang selalu membuat kalian kesal, marah, dongkol itu karna kami tau untuk bersama kalian tak semudah membalikkan telapak tangan. Kami para cucu hawa jika sudah memiliki sesuatu akan sangat menjaga sesuatu itu layaknya anak perempuan kecil yang tak ingin kehilangan barang kesayangannya. Dapatkah kalian mengerti itu? Dan mengapa kami begitu suka sekali membesar-besarkan masalah kecil? Karna memang kami begitu egois tak ingin ada masalah sedikitpun diantara kita. Jangan salahkan kami yang suka membesar-besarkan masalah tapi seharusnya kalian sadar karna kalian masalah-masalah kecil itu bisa ada. Ngga akan ada masalah sekecil apapun bila tak ada yang mencari masalahnya bukan? Pahamilah kami seperti kami selalu mencoba memahami kalian.

Ntah apa yang Tuhan ciptakan didiri kami sehingga menjadi sosok yang begitu ketakutan dan khawatiran. Menjadi sosok yang begitu bawel dan cerewet bahkan melebihi ibu kalian. Kami begitu takut bila kalian tak ada kabar layaknya anak kecil yang kehilangan barang kesayangannya. Kami begitu ceweret bila kalian belum makan, pulang malem, terlalu sering bermain di luar rumah seperti sosok ibu yang mengatur anak lelaki kecil. Sadarkah kalian jika kami berusaha memberikan perhatian begitu besar seperti ibu yang memberikan perhatian kepada anaknya? Mengapa kami seperti itu? Karna kami sangat berharap bahwa kami adalah pengganti ibu kalian yang siap melayani ketika kalian beranjak menjadi sesosok lelaki dewasa. Ya, begitu tinggi harapan kami. Terlihat lebay bukan? Tapi kelebayan kami adalah bukti ketulusan hati kami. Bagaimana tega seorang perempuan yang menyayangi seorang lelaki tak memiliki sisi perduli sedikitpun? Itu mustahil... tolong jangan salah artikan perhatian kami sebagai sesuatu yang membuat kalian risih tapi artikanlah perhatian kami seperti perhatian ibu kalian...

Kami memang manusia yang sangat mudah menangis. Ntah mengapa Tuhan begitu dangkal menciptakan airmata kami. Sedikit saja kalian membuat kami tak enak langsung lah keluar airmata itu. Ya, begitulah Tuhan menciptakan kami dengan sisi kelembutan yang begitu tinggi. Kelembutan yang Tuhan ciptakan untuk menenangkan kalian disaat emosi merasuki hati kalian. Kelembutan yang Tuhan hadiahkan untuk menyayangi para keturunan kalian kelak. Coba kalian bayangkan bila kami tak memiliki sifat kelembutan dan sama seperti kalian apa jadinya hubungan para lawan jenis? Tuhan begitu adil menciptakan sifat diantara kita untuk saling melengkapi.

Dan... maafkan kami bila cara menyayangi ini begitu salah. Karna yang kami tau apa yang kami rasakan itu yang kami lakukan.  Maafkan kami yang selalu menjadi penganggu kesenangan kalian, pengrusuh keinginan itu semata-mata agar kalian tak salah jalan, itu hanya kami ingin sesuatu yang terbaik untuk kalian. Coba kalian pikir untuk apa kami repot-repot ngurusin hidup orang lain padahal belom tentu kalian menjadi jodoh kami? Itu semua kami lakukan karna memang pada saat itu perasaan sayang kami hanya untuk kalian. Tak perduli dengan siapa nanti kalian menghabiskan sisa umur kalian yang kami perdulikan hanya sesuatu yang terbaik untuk kalian. Mungkin seperti itu gambaran ketulusan kami sebagai para cucu kaum hawa. Sadarilah itu semua sebelum kalian benar-benar kehilangan sosok yang mampu mengerti kalian dengan sepenuh hati..


 Dari kami para cucu kaum hawa...

Senin, 09 Maret 2015

Penzina yang menjadi istri seorang lelaki sholeh.

Hidup ku selalu dihiasi oleh dosa-dosa yang sengaja maupun tidak aku lakukan. Keluar masuk pintu diskotik. Makan dan minum yang tak seharusnya aku masukkan ke dalam tubuh. Mengomsumsi barang-barang yang menurut agama ku haram. Pergi dengan laki-laki mana saja. Menggunakan pakaian yang selalu memamerkan bentuk tubuh ku dan membiarkan tangan-tangan jahil menyentuhnya. Ya, begitulah kehidupan ku di masa lalu. Tak pernah menyentuh al-quran. Tak pernah membeli mukena. Tak pernah sekalipun aku beramal. Segala kegiatan ku yang aku kerjakan hanyalah kesenangan dunawi sesaat. Tak pernah terbesit di otak ku mengenai agama.

Begitu lama aku hidup dalam kemaksiatan, hidup dalam perintah syaitan, tak pernah sedikit pun aku melakukan ajaran agamaku: shalat, mengaji, berjilbab, dan beramal shaleh. Hingga akhirnya seseorang yang entah siapa mengetuk hatiku. Melihat dia melakukan gerakan shalat bagaikan melihat perilaku ku yang selalu berbuat maksiat. Mendengar dia mengaji seakan membuatku teringat kata-kata kotor apa saja yang telah aku katakan. Melihat pakaiannya yang selalu terbalut baju koko, bersarung serta berpeci membuatku sadar bahwa selama ini aku selalu telanjang. Dan melihat dia selalu beramal shaleh membuatku flashback apa selama ini aku telah melakukan satu kebaikan walau hanya sekali. Ya, itulah yang aku rasakan ketika pertama kali berjumpa dengannya. Tak pernah seorang pun yang mampu membuat hati ku terketuk kecuali ia.

Hingga akhirnya aku berpikir ‘dapatkah aku menikah dengannya?’. Ah sungguh jika orang lain dapat membaca pikiran ku mungkin orang itu akan memaki-maki ku, menertawakan ku, mengatakan aku gila sambil berkata ‘seorang penzina seperti kamu mengharapkan laki-laki sesholeh dia? siapa kamu siapa dia? bagaikan menantikan hujan uang didunia ini HAHAHAHAHA!’. Aku memang gila, sudah tak bisa berpikir dengan sehat lagi semenjak bertemu dengan ia. Aku jadi memikirkan tentang agama bahkan berpikir tentang pernikahan padahal sebelumnya aku tak pernah repot-repot memikirkan soal itu.

Awalnya ku pikir ini hanya perasaan kagum sesaat dan akhirnya aku akan melupakannya seperti dengan yang lainnya. Tapi ternyata tidak, semenjak aku bertemu dengan ia, aku selalu berharap bisa mengikuti setiap gerakan shalat dia, mengamini setiap doanya, mencium tangannya, membaca perkataan Allah bersama dengannya, dan melakukan banyak kebaikan berdua dengannya. Aku pun berusaha untuk menggodanya, aku tunggui ia selalu shalat dan mengaji tapi apa respon ia? Ia langsung menjauh, jangankan mendekat tersenyumpun tidak. Aku coba selalu memberikan senyuman terbaikku tapi apa balasannya? Hanya muka yang selalu berpaling. Sehina itukah diriku? Sekotor itu kah hatiku dihati ia? Sungguh ini menyiksaku...

Pada suatu hari aku mengutarakan perasaanku kepada temanku dan respon yang dia berikan sama dengan apa yang aku pikiran, dia bilang ‘bangun woy tidur mulu’. Jujur aku ingin sekali melupakannya bagaimana tidak semenjak hari itu semua kegiatan kemaksiatan yang biasa aku lakukan mulai berkurang. Aku mulai lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Mulai membeli sebuah mukena walau entah kapan aku akan menggunakan, membuka-buka al-quran walau aku tak tau bagaimana cara membacanya.

Hingga suatu hari aku membaca tulisan di sebuah blog. Diblog itu tertera ‘bila ini mendapatkan pasangan hidup yang shaleh hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki diri, memantaskan diri tak perduli sehina apapun diri seorang manusia Allah akan mengampuninya bila manusia itu benar-benar melakukan taubatan nasuha dengan shalat taubah’. Setelah membaca itu hatiku semakin terketuk bahwa ternyata harapanku untuk menikah dengan laki-laki itu masih ada. Sejak itu aku mulai berpikir untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, mengejar cinta-Nya agar aku bisa mendapatkan cinta ia. Tapi bagaimana aku melakukan shalat taubah bila shalat saja aku tak pernah? Apa yang harus aku baca di dalam shalat?. Akhirnya suatu hari, aku tekadkan untuk pergi belajar mengaji. Aku belajar mengaji mulai dari iqra. Bayangkan diusia ku yang sudah tua ini aku baru memulai belajar iqra dengan anak-anak kecil. Cacian makian, serta ledekan seakan menjadi santapan ku setiap pergi mengaji. ‘Seorang penzina belajar ilmu agama?’ tak heran manusia-manusia lain menertawakanku, meledek ku habis-habisan.

Setelah aku sedikit bisa mengaji aku pun mulai belajar untuk shalat walau pertama kali rasanya sulit sekali. Mengerjakannya sehari 5 waktu. Bayangkan satu waktu pun tidak pernah aku lakukan ini lagi lima waktu sungguh amat sangat berat bagiku. Aku pun mulai membeli baju-baju yang tertutup dan mulai mengenakan jilbab. Menghindari barang-barang yang selama ini aku santap walau jujur itu sungguuuuh amad sulit dan berat bagiku. Tapi Allah ternyata menguatkan tekadku, mempertebal imanku, menjaga niat baikku. Dan pada akhirnya aku terbiasa dengan cara hidupku yang ‘baru’.

Bertahun-tahun pun berlalu aku bukanlah aku yang dulu, masa lalu yang kelam telah aku kubur dalam-dalam dan sewaktu-waktu aku liat sebagai koreksi untuk diri ku. Aku bukanlah seorang wanita malam lagi aku sekarang adalah guru ngaji diwilayah daerah rumahku, walau awalnya tetangga ku menilai negatif tapi Alhamdulillah seiring dengan pertolongan Allah mereka semua sekarang menganggap ku baik walau dosa yang telah aku lakukan selangit.

Selepas melakukan shalat taubah yang rutin aku lakukan setiap malem dan shalat-shalat sunah lainnya, tiba-tiba aku teringat sosok laki-laki itu. Ya, laki-laki yang telah mengubah ku menjadi seperti sekarang. Memang semenjak aku berusaha untuk memperbaiki diri, bertaubah dijalan Allah, aku tak begitu terlalu memikirkan ia tak seperti ketika aku masih selalu berbuat maksiat. Ya Allah apa ia malaikat yang Engkau kirim untuk menyadarkan aku?. Ingin rasanya aku berjumpa dengannya, mengucapkan terimakasih karena Allah telah menurunkan hidayahnya yang Allah titipkan lewat ia.

Suatu saat ketika aku mantapkan untuk bertemu dan menyapanya pintu rumah ku terketuk dan aku heran melihat sosok ia di depan rumah ku berserta keluarganya. Jujur, aku tak tau saat itu apa yang harus aku lakukan. Aku mempersilahkan ia dan keluarganya masuk dan aku bertanya maksud kedatangnya mereka apa. Dan kamu tau sahabat? Ternyata ia dan keluarganya datang untuk melamarku, meminang diriku yang hina ini menjadi istri dari seorang laki-laki sholeh. Subhanallah... aku hanya bisa berdiam diri dan terus memuji nama Allah di hatiku. Orang yang selama ini aku dambakan, aku kagumi, aku tunggu dengan sendirinya datang sendiri ke diriku tanpa aku harus berbuat apaapa. Sungguh sungguh Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah. Allah menepati janjinya kepadaku. Aku seorang Penzina dengan dosa yang begitu banyaaaak mendapatkan seorang laki-laki sholeh.

Ketika aku dan ia resmi menjadi suami istri aku beranikan bertanya tentang hal apa yang membuat ia menikahi wanita sehina diriku ini dan ia menjawab “aku menikahimu karena Allah, karena Allah yang telah mendatangkan rasa ini, karena Allah yang sudah memberikan hidayah kepadamu, sekelam apapun masa lalu aku akan ikhlas menerimanya, sebagaimana Nabi Muhammad yang menikahi Siti Khadijah dan menyerahkan keperjakannya kepada seorang janda’. Sungguh aku hanya bisa menangis bahagia mendengarnya, sungguh aku hanya bisa mengucap syukur yang tiada henti, karena Allah begitu menyayangiku meski aku telah berkhianat kepadaNya. Dan ternyata pertanyaan ku dahulu terjawab sudah memang ia malaikat yang sengaja dikirim Allah untukku dan keluargaku kelak.

Sahabat sadarilah, sehina apapun diri kita, sekotor apapun tubuh ini, sebanyak apapun dosa yang telah kita kerjakan bila kita bener-bener bertaubah kepada Allah, ikhlas karena Allah, dan selalu berjuang di jalan Allah, insyaAllah semua keburukan kita bukan penghalang untuk kita tidak bisa mendapatkan surgaNya. Hidup dengan penuh dosa bukan salah kita memang sudah sewajarnya kita ini tempat salah dan dosa namun mati masih penuh dengan dosa itu adalah kesalahan terbesar kita. Sama seperti ungkapan ‘terlahir miskin bukan salah kita tapi mati dengan keadaan miskin itu baru salah kita’. Marilah sahabat mulai dari sekarang mari kita semakin memperbaiki diri, memantaskan diri, serta semakin mengejar cintaNya.


Sekian kisah singkat cerita pendek dari saya, kurang dan lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 02 Maret 2015

Ya Allah, siapa jodohku?

Ringkasan dari novel “Ya Allah, siapa jodohku?” karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

Untuk saat ini masalah pasangan hidup adalah termasuk salah satu masalah yang banyak dibahas oleh anak muda. Banyak muda-mudi yang sedang asik dimabuk cinta berharap pasangan dia hari ini kelak akan menjadi pendamping dia hingga kakek nenek. Tapi tak banyak pula diantara mereka yang apabila sedang menghadapi suatu masalah segera memutuskan untuk berakhir. Lantas kemana harapan yang sudah mereka gembar-gemborkan itu? Inilah sedikit gambaran mengenai percintaan anak muda di jaman sekarang. Terlalu terbuai oleh rasa cinta sebatas manusia dengan manusia tapi bukan antara Allah – manusia – Allah – manusia. Mereka tak menggantungkan harapan mereka kepada Allah melainkan pada rasa jatuh cinta yang bersifat sementara. Tak heran dijaman sekarang banyak muda mudi yang hatinya cepat tersakiti karna pada dasarnya mereka yang membiarkan orang lain menyakitinya.

Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah berumur namun belum menemukan jodohnya? Mungkin saja kita sebagai manusia kurang berusaha. Memang benar rezeki, maut dan jodoh adalah hal yang sudah digariskan oleh Allah dan sudah menjadi takdirnya tapi bukan berarti kita sebagai manusia hanya berdiam diri tanpa berusaha. Mana ada yang namanya hujan duit? Mana ada datangnya jodoh kalau hanya berdiam diri di kamar dan tidak bergaul? Jemputlah jodohmu dengan usaha dan doa.

Kalau sudah usaha dan doa tapi ngga dapet juga gimana? Bertaubatlah kepada Allah mungkin saja ada kesalahan kita yang menghambat hal itu. Ingat cobaan di dunia ini ada tiga tingkatan yang pertama cobaan karna ujian dari Allah ingin meninggikan derajat kita, yang kedua teguran dari Allah karna kita sudah terlalu jauh meninggalkannya dan ketiga azab Allah karna kita melalaikan ujian dan teguran yang telah dia berikan. Maka dari itu perbanyaklah memohon ampunan dan segerakanlah bertobat.

Kenapa Allah ngasihnya bukan saat ini? Mungkin Allah sedang rindu denganmu, Allah sedang ingin kamu mendekat kepadaNya, memohon kepadaNya. Kita saja kalau sudah lama tak berjumpa dengan orang yang kita sayang merasakan rindu kan? Nah, Allah juga sayang sama kita, Dia rindu dengan airmata tulus kita, Dia rindu dengan rintihan kita. “Selalu percayalah bahwa seberapa pun besar rintangan yang hadir, sejauh apapun jarak yang ada, sehebat apa pun ujian yang datang, kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga. Jangan terlalu risau Allah lebih tahu kekasih seperti apa yang terbaik dan paling sesuai dengan kepribadianmu”

Gimana sih caranya agar kita tau bahwa dia adalah jodoh kita? Jujur, saya sendiri masih selalu mencari tau tentang perihal ini. Ahmad Rifa’i Rif’an mengatakan bahwa jodoh adalah seseorang yang membuatmu jatuh cinta tanpa satu alasan apapun. Yang kamu tahu adalah hadirnya kebahagiaanmu dan hadirmu kebahagiannya. Hadirnya telah membuatmu dekat dengan Tuhanmu. Sudahkah kamu mengetahui siapa orang itu? Ingat yang sulit itu bukan menemukan tapi sulit mengetahui.

Lalu bagaimana cara memilih jodoh yang baik? Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang hendak memilih kekasih untuk dinikahi adalah mempriotitaskan menikahi seseorang yang memahami agama. Bukan paras, bukan harta, bukan nasab, meskipun ketiga hal tersebut juga diperbolehkan untuk jadi pertimbangan, tetapi yang utama adalah akhlak dan agama seseorang. Sebagaimana disebut dalam hadist Abu Hurairah ra., Nabi saw., bersabda:

Wanita umumnya dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung” (HR. Bukhari & Muslim).

Al- Khawarizmi penemu angka nol pernah bertutur kalimat yang indah, “Kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif maka ia adalah angka 1. Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0 jadi 10. Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas imbuhkan lagi 0 jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya ‘000’. Tak bernilai sama sekali”. Kawan, jangan hanya mementingkan egomu. Anakmu kelak lebih berhak mendapat pendidikan dari seorang ibu yang terbaik bukan yang tercantik. Anakmu lebih berhak mendapat pengajaran dari ayah yang indah akhlaknya bukan yang sekedar berlimpah hartanya. Kekasih terbaikmu adalah ornag yang membuatmu makin bersemangat mendekat padaNya dan membuatmu makin takut kepadaNya.

Mengapa harus yang saleh? Karena kekasih yang saleh saat cinta ia akan memuliakanmu, saat marah ia tak akan menghinakanmu. Kekasih yang saleh akan memberi yang terbaik bagi kekasihnya. Dia mencintai karena Allah. Dia pun tak mudah mempermainkan orang yang sudah dicintainya karena Allah. Dia tidak akan melupakan tanggung jawabnya sebagai suami atau istri yang baik bagi pasangan hidupnya. Dia akan menjaga komitmennya. Jika dia lelaki, dia akan menjadi imam yang baik bagi keluarganya. Dia akan memimpin keluarganya dengan memberi teladan yang mulia. Sementara jika dia perempuan, dia akan memjadi ibu rumah tangga yang baik, patuh, dan membimbing keluarganya menuju cinta pada Allah.

Bagaimana cara mendapatkan kekasih yang saleh? Hanya ada satu cara yaitu mensalehkan diri. Tak perduli andai dosamu memenuhi langit dan bumi, sungguh ampunan Tuhan tiada batas. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh lalu senantiasa berdoalah agar kau dipertemukan Tuhan dengan kekasih yang mulia. Sekelam apapun masa lalumu, sesuram apa pun akhlakmu dahulu, seburuk apapun sikapmu di masa silam, tetaplah memiliki harapan tinggi pada kekasih yang hendak jadi pendampingmu nanti. Jangan rendahkan targetmu. Karena ampunan Tuhan tiada batas. Bila dipikirkan memang tak mudah mensalehkan diri tapi bila dikerjakan dengan hati yang tulus, ikhlas dan ridha karena Allah insya Allah semua akan ada jalannya. Ingatlah bahwa janji Allah selalu benar dan rencana Allah adalah rencana yang terbaik. “Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri. Karena inilah janji Allah: orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-Alikan kekasihmu

Jangan pernah memaksa Tuhanmu untuk menjodohkan kamu dengan yang menjadi pilihan hatimu tapi berdoalah “Ya Allah jika dia adalah kekasih terbaik yang Engkau pilihkan untuk hamba yang menurutMu baik bagi agamaku, bagi duniaku, bagi akhiratku serta Engkau ridhai menjadi miliku. Maka persatukanlah kami dalam ikatan yang suci yaitu pernikahan. Jagalah selalu hati kami dan pandangan kami hingga saat itu tiba. Jika dia bukan yang terbaik bantulah aku mengikhlaskan hal-hal yang sudah menjadi kententuanMu”

Terkadang Allah memang tak mengirim jodoh yang kita harapkan. Kadang kekasih yang kita idamkan begini, tapi yang malah kita dapat kekasih yang begitu. Tapi yakinlah, bahwa Allah pasti akan mengirim jodoh yang kita butuhkan. Jadi bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan hanya memuaskan ego, sementara kebutuhan lebih cenderung memenuhi apa yang dibutuhkan oleh hidup kita. Keinginan hanya membuat kita puas dan bahagia sejenak. Sementara tergapainya kebutuhan, lebih menjanjikan kebahagiaan kita di masa depan. Kita tau apa yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuh.

Jodoh itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah persis berdampingan tapi tujuannya sama. Walau tak pernah bisa ganti posisi namun saling melengkapi. Selalu sederajad tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bila yang satu hilang maka yang lain tak punya arti.


Sumber: Ahmad Rifa’i Rif’an buku “Ya Allah, siapa jodohku?”

Template by:

Free Blog Templates