Welcome!

Hanya sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....

Senin, 02 Maret 2015

Ya Allah, siapa jodohku?

Ringkasan dari novel “Ya Allah, siapa jodohku?” karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

Untuk saat ini masalah pasangan hidup adalah termasuk salah satu masalah yang banyak dibahas oleh anak muda. Banyak muda-mudi yang sedang asik dimabuk cinta berharap pasangan dia hari ini kelak akan menjadi pendamping dia hingga kakek nenek. Tapi tak banyak pula diantara mereka yang apabila sedang menghadapi suatu masalah segera memutuskan untuk berakhir. Lantas kemana harapan yang sudah mereka gembar-gemborkan itu? Inilah sedikit gambaran mengenai percintaan anak muda di jaman sekarang. Terlalu terbuai oleh rasa cinta sebatas manusia dengan manusia tapi bukan antara Allah – manusia – Allah – manusia. Mereka tak menggantungkan harapan mereka kepada Allah melainkan pada rasa jatuh cinta yang bersifat sementara. Tak heran dijaman sekarang banyak muda mudi yang hatinya cepat tersakiti karna pada dasarnya mereka yang membiarkan orang lain menyakitinya.

Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah berumur namun belum menemukan jodohnya? Mungkin saja kita sebagai manusia kurang berusaha. Memang benar rezeki, maut dan jodoh adalah hal yang sudah digariskan oleh Allah dan sudah menjadi takdirnya tapi bukan berarti kita sebagai manusia hanya berdiam diri tanpa berusaha. Mana ada yang namanya hujan duit? Mana ada datangnya jodoh kalau hanya berdiam diri di kamar dan tidak bergaul? Jemputlah jodohmu dengan usaha dan doa.

Kalau sudah usaha dan doa tapi ngga dapet juga gimana? Bertaubatlah kepada Allah mungkin saja ada kesalahan kita yang menghambat hal itu. Ingat cobaan di dunia ini ada tiga tingkatan yang pertama cobaan karna ujian dari Allah ingin meninggikan derajat kita, yang kedua teguran dari Allah karna kita sudah terlalu jauh meninggalkannya dan ketiga azab Allah karna kita melalaikan ujian dan teguran yang telah dia berikan. Maka dari itu perbanyaklah memohon ampunan dan segerakanlah bertobat.

Kenapa Allah ngasihnya bukan saat ini? Mungkin Allah sedang rindu denganmu, Allah sedang ingin kamu mendekat kepadaNya, memohon kepadaNya. Kita saja kalau sudah lama tak berjumpa dengan orang yang kita sayang merasakan rindu kan? Nah, Allah juga sayang sama kita, Dia rindu dengan airmata tulus kita, Dia rindu dengan rintihan kita. “Selalu percayalah bahwa seberapa pun besar rintangan yang hadir, sejauh apapun jarak yang ada, sehebat apa pun ujian yang datang, kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga. Jangan terlalu risau Allah lebih tahu kekasih seperti apa yang terbaik dan paling sesuai dengan kepribadianmu”

Gimana sih caranya agar kita tau bahwa dia adalah jodoh kita? Jujur, saya sendiri masih selalu mencari tau tentang perihal ini. Ahmad Rifa’i Rif’an mengatakan bahwa jodoh adalah seseorang yang membuatmu jatuh cinta tanpa satu alasan apapun. Yang kamu tahu adalah hadirnya kebahagiaanmu dan hadirmu kebahagiannya. Hadirnya telah membuatmu dekat dengan Tuhanmu. Sudahkah kamu mengetahui siapa orang itu? Ingat yang sulit itu bukan menemukan tapi sulit mengetahui.

Lalu bagaimana cara memilih jodoh yang baik? Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang hendak memilih kekasih untuk dinikahi adalah mempriotitaskan menikahi seseorang yang memahami agama. Bukan paras, bukan harta, bukan nasab, meskipun ketiga hal tersebut juga diperbolehkan untuk jadi pertimbangan, tetapi yang utama adalah akhlak dan agama seseorang. Sebagaimana disebut dalam hadist Abu Hurairah ra., Nabi saw., bersabda:

Wanita umumnya dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung” (HR. Bukhari & Muslim).

Al- Khawarizmi penemu angka nol pernah bertutur kalimat yang indah, “Kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif maka ia adalah angka 1. Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0 jadi 10. Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas imbuhkan lagi 0 jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya ‘000’. Tak bernilai sama sekali”. Kawan, jangan hanya mementingkan egomu. Anakmu kelak lebih berhak mendapat pendidikan dari seorang ibu yang terbaik bukan yang tercantik. Anakmu lebih berhak mendapat pengajaran dari ayah yang indah akhlaknya bukan yang sekedar berlimpah hartanya. Kekasih terbaikmu adalah ornag yang membuatmu makin bersemangat mendekat padaNya dan membuatmu makin takut kepadaNya.

Mengapa harus yang saleh? Karena kekasih yang saleh saat cinta ia akan memuliakanmu, saat marah ia tak akan menghinakanmu. Kekasih yang saleh akan memberi yang terbaik bagi kekasihnya. Dia mencintai karena Allah. Dia pun tak mudah mempermainkan orang yang sudah dicintainya karena Allah. Dia tidak akan melupakan tanggung jawabnya sebagai suami atau istri yang baik bagi pasangan hidupnya. Dia akan menjaga komitmennya. Jika dia lelaki, dia akan menjadi imam yang baik bagi keluarganya. Dia akan memimpin keluarganya dengan memberi teladan yang mulia. Sementara jika dia perempuan, dia akan memjadi ibu rumah tangga yang baik, patuh, dan membimbing keluarganya menuju cinta pada Allah.

Bagaimana cara mendapatkan kekasih yang saleh? Hanya ada satu cara yaitu mensalehkan diri. Tak perduli andai dosamu memenuhi langit dan bumi, sungguh ampunan Tuhan tiada batas. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh lalu senantiasa berdoalah agar kau dipertemukan Tuhan dengan kekasih yang mulia. Sekelam apapun masa lalumu, sesuram apa pun akhlakmu dahulu, seburuk apapun sikapmu di masa silam, tetaplah memiliki harapan tinggi pada kekasih yang hendak jadi pendampingmu nanti. Jangan rendahkan targetmu. Karena ampunan Tuhan tiada batas. Bila dipikirkan memang tak mudah mensalehkan diri tapi bila dikerjakan dengan hati yang tulus, ikhlas dan ridha karena Allah insya Allah semua akan ada jalannya. Ingatlah bahwa janji Allah selalu benar dan rencana Allah adalah rencana yang terbaik. “Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri. Karena inilah janji Allah: orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-Alikan kekasihmu

Jangan pernah memaksa Tuhanmu untuk menjodohkan kamu dengan yang menjadi pilihan hatimu tapi berdoalah “Ya Allah jika dia adalah kekasih terbaik yang Engkau pilihkan untuk hamba yang menurutMu baik bagi agamaku, bagi duniaku, bagi akhiratku serta Engkau ridhai menjadi miliku. Maka persatukanlah kami dalam ikatan yang suci yaitu pernikahan. Jagalah selalu hati kami dan pandangan kami hingga saat itu tiba. Jika dia bukan yang terbaik bantulah aku mengikhlaskan hal-hal yang sudah menjadi kententuanMu”

Terkadang Allah memang tak mengirim jodoh yang kita harapkan. Kadang kekasih yang kita idamkan begini, tapi yang malah kita dapat kekasih yang begitu. Tapi yakinlah, bahwa Allah pasti akan mengirim jodoh yang kita butuhkan. Jadi bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan hanya memuaskan ego, sementara kebutuhan lebih cenderung memenuhi apa yang dibutuhkan oleh hidup kita. Keinginan hanya membuat kita puas dan bahagia sejenak. Sementara tergapainya kebutuhan, lebih menjanjikan kebahagiaan kita di masa depan. Kita tau apa yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuh.

Jodoh itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah persis berdampingan tapi tujuannya sama. Walau tak pernah bisa ganti posisi namun saling melengkapi. Selalu sederajad tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bila yang satu hilang maka yang lain tak punya arti.


Sumber: Ahmad Rifa’i Rif’an buku “Ya Allah, siapa jodohku?”

0 komentar:

Posting Komentar

Senin, 02 Maret 2015

Ya Allah, siapa jodohku?

Ringkasan dari novel “Ya Allah, siapa jodohku?” karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

Untuk saat ini masalah pasangan hidup adalah termasuk salah satu masalah yang banyak dibahas oleh anak muda. Banyak muda-mudi yang sedang asik dimabuk cinta berharap pasangan dia hari ini kelak akan menjadi pendamping dia hingga kakek nenek. Tapi tak banyak pula diantara mereka yang apabila sedang menghadapi suatu masalah segera memutuskan untuk berakhir. Lantas kemana harapan yang sudah mereka gembar-gemborkan itu? Inilah sedikit gambaran mengenai percintaan anak muda di jaman sekarang. Terlalu terbuai oleh rasa cinta sebatas manusia dengan manusia tapi bukan antara Allah – manusia – Allah – manusia. Mereka tak menggantungkan harapan mereka kepada Allah melainkan pada rasa jatuh cinta yang bersifat sementara. Tak heran dijaman sekarang banyak muda mudi yang hatinya cepat tersakiti karna pada dasarnya mereka yang membiarkan orang lain menyakitinya.

Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah berumur namun belum menemukan jodohnya? Mungkin saja kita sebagai manusia kurang berusaha. Memang benar rezeki, maut dan jodoh adalah hal yang sudah digariskan oleh Allah dan sudah menjadi takdirnya tapi bukan berarti kita sebagai manusia hanya berdiam diri tanpa berusaha. Mana ada yang namanya hujan duit? Mana ada datangnya jodoh kalau hanya berdiam diri di kamar dan tidak bergaul? Jemputlah jodohmu dengan usaha dan doa.

Kalau sudah usaha dan doa tapi ngga dapet juga gimana? Bertaubatlah kepada Allah mungkin saja ada kesalahan kita yang menghambat hal itu. Ingat cobaan di dunia ini ada tiga tingkatan yang pertama cobaan karna ujian dari Allah ingin meninggikan derajat kita, yang kedua teguran dari Allah karna kita sudah terlalu jauh meninggalkannya dan ketiga azab Allah karna kita melalaikan ujian dan teguran yang telah dia berikan. Maka dari itu perbanyaklah memohon ampunan dan segerakanlah bertobat.

Kenapa Allah ngasihnya bukan saat ini? Mungkin Allah sedang rindu denganmu, Allah sedang ingin kamu mendekat kepadaNya, memohon kepadaNya. Kita saja kalau sudah lama tak berjumpa dengan orang yang kita sayang merasakan rindu kan? Nah, Allah juga sayang sama kita, Dia rindu dengan airmata tulus kita, Dia rindu dengan rintihan kita. “Selalu percayalah bahwa seberapa pun besar rintangan yang hadir, sejauh apapun jarak yang ada, sehebat apa pun ujian yang datang, kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga. Jangan terlalu risau Allah lebih tahu kekasih seperti apa yang terbaik dan paling sesuai dengan kepribadianmu”

Gimana sih caranya agar kita tau bahwa dia adalah jodoh kita? Jujur, saya sendiri masih selalu mencari tau tentang perihal ini. Ahmad Rifa’i Rif’an mengatakan bahwa jodoh adalah seseorang yang membuatmu jatuh cinta tanpa satu alasan apapun. Yang kamu tahu adalah hadirnya kebahagiaanmu dan hadirmu kebahagiannya. Hadirnya telah membuatmu dekat dengan Tuhanmu. Sudahkah kamu mengetahui siapa orang itu? Ingat yang sulit itu bukan menemukan tapi sulit mengetahui.

Lalu bagaimana cara memilih jodoh yang baik? Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang hendak memilih kekasih untuk dinikahi adalah mempriotitaskan menikahi seseorang yang memahami agama. Bukan paras, bukan harta, bukan nasab, meskipun ketiga hal tersebut juga diperbolehkan untuk jadi pertimbangan, tetapi yang utama adalah akhlak dan agama seseorang. Sebagaimana disebut dalam hadist Abu Hurairah ra., Nabi saw., bersabda:

Wanita umumnya dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung” (HR. Bukhari & Muslim).

Al- Khawarizmi penemu angka nol pernah bertutur kalimat yang indah, “Kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif maka ia adalah angka 1. Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0 jadi 10. Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas imbuhkan lagi 0 jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya ‘000’. Tak bernilai sama sekali”. Kawan, jangan hanya mementingkan egomu. Anakmu kelak lebih berhak mendapat pendidikan dari seorang ibu yang terbaik bukan yang tercantik. Anakmu lebih berhak mendapat pengajaran dari ayah yang indah akhlaknya bukan yang sekedar berlimpah hartanya. Kekasih terbaikmu adalah ornag yang membuatmu makin bersemangat mendekat padaNya dan membuatmu makin takut kepadaNya.

Mengapa harus yang saleh? Karena kekasih yang saleh saat cinta ia akan memuliakanmu, saat marah ia tak akan menghinakanmu. Kekasih yang saleh akan memberi yang terbaik bagi kekasihnya. Dia mencintai karena Allah. Dia pun tak mudah mempermainkan orang yang sudah dicintainya karena Allah. Dia tidak akan melupakan tanggung jawabnya sebagai suami atau istri yang baik bagi pasangan hidupnya. Dia akan menjaga komitmennya. Jika dia lelaki, dia akan menjadi imam yang baik bagi keluarganya. Dia akan memimpin keluarganya dengan memberi teladan yang mulia. Sementara jika dia perempuan, dia akan memjadi ibu rumah tangga yang baik, patuh, dan membimbing keluarganya menuju cinta pada Allah.

Bagaimana cara mendapatkan kekasih yang saleh? Hanya ada satu cara yaitu mensalehkan diri. Tak perduli andai dosamu memenuhi langit dan bumi, sungguh ampunan Tuhan tiada batas. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh lalu senantiasa berdoalah agar kau dipertemukan Tuhan dengan kekasih yang mulia. Sekelam apapun masa lalumu, sesuram apa pun akhlakmu dahulu, seburuk apapun sikapmu di masa silam, tetaplah memiliki harapan tinggi pada kekasih yang hendak jadi pendampingmu nanti. Jangan rendahkan targetmu. Karena ampunan Tuhan tiada batas. Bila dipikirkan memang tak mudah mensalehkan diri tapi bila dikerjakan dengan hati yang tulus, ikhlas dan ridha karena Allah insya Allah semua akan ada jalannya. Ingatlah bahwa janji Allah selalu benar dan rencana Allah adalah rencana yang terbaik. “Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri. Karena inilah janji Allah: orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-Alikan kekasihmu

Jangan pernah memaksa Tuhanmu untuk menjodohkan kamu dengan yang menjadi pilihan hatimu tapi berdoalah “Ya Allah jika dia adalah kekasih terbaik yang Engkau pilihkan untuk hamba yang menurutMu baik bagi agamaku, bagi duniaku, bagi akhiratku serta Engkau ridhai menjadi miliku. Maka persatukanlah kami dalam ikatan yang suci yaitu pernikahan. Jagalah selalu hati kami dan pandangan kami hingga saat itu tiba. Jika dia bukan yang terbaik bantulah aku mengikhlaskan hal-hal yang sudah menjadi kententuanMu”

Terkadang Allah memang tak mengirim jodoh yang kita harapkan. Kadang kekasih yang kita idamkan begini, tapi yang malah kita dapat kekasih yang begitu. Tapi yakinlah, bahwa Allah pasti akan mengirim jodoh yang kita butuhkan. Jadi bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan hanya memuaskan ego, sementara kebutuhan lebih cenderung memenuhi apa yang dibutuhkan oleh hidup kita. Keinginan hanya membuat kita puas dan bahagia sejenak. Sementara tergapainya kebutuhan, lebih menjanjikan kebahagiaan kita di masa depan. Kita tau apa yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuh.

Jodoh itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah persis berdampingan tapi tujuannya sama. Walau tak pernah bisa ganti posisi namun saling melengkapi. Selalu sederajad tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bila yang satu hilang maka yang lain tak punya arti.


Sumber: Ahmad Rifa’i Rif’an buku “Ya Allah, siapa jodohku?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates