Welcome!

Hanya sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....

Kamis, 19 Februari 2015

Luka.

Banyak orang yang selalu bertanya “kenapa sih ngelupain sesuatu yang buruk itu sulit?”. Gue sendiri bertanya-tanya hingga akhirnya gue mengibaratkan bahwa sesuatu yang buruk itu sebagai ‘operasi’, yang pada akhirnya meninggalkan bekas. Bekas itulah yang selalu mengingatkan gue akan kejadian selama operasi. Gimana rasanya menahan sakit selama operasi. Setelah operasi rasa sakitnya ilang tapi meninggalkan sebuah bekas, yang setiap melihat bekas-bekas itu seakan terbawa kembali ke suasana operasi.

Ya, kejadian buruk itu akan selalu meninggalkan bekas entah itu gue inginkan atau ngga. Setelah gue merasakan sakit, gue pasti bakal selalu teringat sama kejadiannya meski kadang orang itu udah minta maaf. Jadi, ibaratnya operasi adalah kejadiannya, dokter adalah pelakunya. Walau semua luka tidak selalu meninggalkan bekas namun ada beberapa bekas luka yang sulit hilang bahkan tak bisa hilang. Gue sendiri pun pengen banget ngilangin bekas-bekas luka itu. Kadang gue sadar luka itu bukan luka jatuh biasa yang berdarah terus kering dikasih betadine lama-lama sembuh dan berbekas bahkan bekasnya itu bisa hilang. Tapi ada beberapa bekas luka yang sulit hilang kaya bekas luka operasi, yang jahitannya selalu terlihat, bahkan kalo mau ngilangin pun harus lama ngga kaya luka jatuh biasa. Akhirnya gue berfikir mungkin bekas luka ini belum menemukan obat yang tepat untuk menghilangkannya. Ntah apa akan hilang atau ngga walau udah menemukan obatnya. Ada kan tuh orang yang nyaranin pake obat ini itu buat ngilangin sebuah bekas luka, dia cocok tapi ngga untuk kita. Ya sama kaya luka yang pernah seseorang buat. Orang lain nyaranin buat ini itu tapi pada akhirnya itu ngga berhasil juga. Nggatau apa luka itu membandel, nggatau kitanya yang kurang usaha atau memang kitanya yang sengaja ngga mau ngilangin bekas luka itu. Bukan berarti gue pendendam tapi emang pada dasarnya susah hilangnya. Jadi wajar aja kalo ada yang suka ngerasa gitu. Gue akuin itu wajaaaar bangeeeet, itu manusiawi bangeeet. Mungkin luka-luka yang yang bekasnya cepat hilang itu hanya luka kecil. Tapi ada beberapa luka besar yang sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkannya. Jadi, bukannya kita yang pendendam hanya saja kita butuh waktu itu menghilangkan bekasnya.

Kadang kita yang menjadi dokternya. Ya, kita yang menyebabkan seseorang orang terluka. Ntah dengan sengaja atau tidak. Gue mau sharing tentang pengalaman gue pribadi, gue sering banget nyakitin orang ini sampai pada akhirnya gue ngelakuin hal yang fatal dan dia kayanya udah ngga akan bisa lagi nerima kata “maaf” dari gue. Gue rasa luka yang gue kasih buat dia terlalu dalem sehingga meninggalkan bekas yang sulit juga hilangnya. Kadang gue ngerasa kesel sama dia, gue udah minta maaf tapi tetap aja ngga direspon hingga akhirnya gue ngajuin pertanyaan yang sama ketemen-temen gue dan jawaban mereka sama kaya yang dilakuin sekarang dan gue mencoba memposisikan diri gue sebagai dia. Seketika keinget luka yang orang-orang yang gue sayang lakuin dan emang itu nyakitin banget dan susah ilangnya, mungkin saat ini itu yang dia rasain:’). Tapi terkadang seseorang melakukan hal yang nyakitin itu karna dia mempunyai suatu alasan dan gue punya alasan juga kenapa ngelakuin itu sama dia hhhh orang mah udah emosi susah yak nerima alasan apapun juga hehehe.


Buat yang lagi ngalamin disakitin atau nyakitin obat keduanya sama yaitu: WAKTU. Seberapa lama waktu yang dibutuhkan itu tergantung seberapa dalam luka tersebut dan bagaimana kita mengusahakan untuk menghilangkannya. Jadi jangan terfokus “kapan luka ini bakal hilang” tapi lebih berfokuslah kepada “bagaimana cara menghilangkan bekas luka ini” itu yang penting menurut gue. Kalopun luka itu tak bisa hilang mungkin bisa dijadikan sebagai pelajaran buat dimasa depan agar kita bisa lebih menjaga hati dan sikap. Menjaga hati agar tidak mudah merasakan sakit dan menjadi sikap agar tidak mudah menyakiti orang lain. Ya, keduanya memang bukan hal yang mudah tapi yakin deh keduanya adalah pelajaran yang akan membangun sosok kita menjadi lebih dewasa lagi. Gue pun sekarang lagi berusaha untuk ngelakuin keduanya, yuk mari kita sama sama saling mendewasakan diri, menjadi pribadi yang bisa lebih baik. Puas ngga sama jawabannya? Hahaha kalo ngga puas nanti kita bahas lagi yakxD maapkan daku, daku hanya manusia biasa:’). Next time and new theme hahahaha{}.

0 komentar:

Posting Komentar

Kamis, 19 Februari 2015

Luka.

Banyak orang yang selalu bertanya “kenapa sih ngelupain sesuatu yang buruk itu sulit?”. Gue sendiri bertanya-tanya hingga akhirnya gue mengibaratkan bahwa sesuatu yang buruk itu sebagai ‘operasi’, yang pada akhirnya meninggalkan bekas. Bekas itulah yang selalu mengingatkan gue akan kejadian selama operasi. Gimana rasanya menahan sakit selama operasi. Setelah operasi rasa sakitnya ilang tapi meninggalkan sebuah bekas, yang setiap melihat bekas-bekas itu seakan terbawa kembali ke suasana operasi.

Ya, kejadian buruk itu akan selalu meninggalkan bekas entah itu gue inginkan atau ngga. Setelah gue merasakan sakit, gue pasti bakal selalu teringat sama kejadiannya meski kadang orang itu udah minta maaf. Jadi, ibaratnya operasi adalah kejadiannya, dokter adalah pelakunya. Walau semua luka tidak selalu meninggalkan bekas namun ada beberapa bekas luka yang sulit hilang bahkan tak bisa hilang. Gue sendiri pun pengen banget ngilangin bekas-bekas luka itu. Kadang gue sadar luka itu bukan luka jatuh biasa yang berdarah terus kering dikasih betadine lama-lama sembuh dan berbekas bahkan bekasnya itu bisa hilang. Tapi ada beberapa bekas luka yang sulit hilang kaya bekas luka operasi, yang jahitannya selalu terlihat, bahkan kalo mau ngilangin pun harus lama ngga kaya luka jatuh biasa. Akhirnya gue berfikir mungkin bekas luka ini belum menemukan obat yang tepat untuk menghilangkannya. Ntah apa akan hilang atau ngga walau udah menemukan obatnya. Ada kan tuh orang yang nyaranin pake obat ini itu buat ngilangin sebuah bekas luka, dia cocok tapi ngga untuk kita. Ya sama kaya luka yang pernah seseorang buat. Orang lain nyaranin buat ini itu tapi pada akhirnya itu ngga berhasil juga. Nggatau apa luka itu membandel, nggatau kitanya yang kurang usaha atau memang kitanya yang sengaja ngga mau ngilangin bekas luka itu. Bukan berarti gue pendendam tapi emang pada dasarnya susah hilangnya. Jadi wajar aja kalo ada yang suka ngerasa gitu. Gue akuin itu wajaaaar bangeeeet, itu manusiawi bangeeet. Mungkin luka-luka yang yang bekasnya cepat hilang itu hanya luka kecil. Tapi ada beberapa luka besar yang sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkannya. Jadi, bukannya kita yang pendendam hanya saja kita butuh waktu itu menghilangkan bekasnya.

Kadang kita yang menjadi dokternya. Ya, kita yang menyebabkan seseorang orang terluka. Ntah dengan sengaja atau tidak. Gue mau sharing tentang pengalaman gue pribadi, gue sering banget nyakitin orang ini sampai pada akhirnya gue ngelakuin hal yang fatal dan dia kayanya udah ngga akan bisa lagi nerima kata “maaf” dari gue. Gue rasa luka yang gue kasih buat dia terlalu dalem sehingga meninggalkan bekas yang sulit juga hilangnya. Kadang gue ngerasa kesel sama dia, gue udah minta maaf tapi tetap aja ngga direspon hingga akhirnya gue ngajuin pertanyaan yang sama ketemen-temen gue dan jawaban mereka sama kaya yang dilakuin sekarang dan gue mencoba memposisikan diri gue sebagai dia. Seketika keinget luka yang orang-orang yang gue sayang lakuin dan emang itu nyakitin banget dan susah ilangnya, mungkin saat ini itu yang dia rasain:’). Tapi terkadang seseorang melakukan hal yang nyakitin itu karna dia mempunyai suatu alasan dan gue punya alasan juga kenapa ngelakuin itu sama dia hhhh orang mah udah emosi susah yak nerima alasan apapun juga hehehe.


Buat yang lagi ngalamin disakitin atau nyakitin obat keduanya sama yaitu: WAKTU. Seberapa lama waktu yang dibutuhkan itu tergantung seberapa dalam luka tersebut dan bagaimana kita mengusahakan untuk menghilangkannya. Jadi jangan terfokus “kapan luka ini bakal hilang” tapi lebih berfokuslah kepada “bagaimana cara menghilangkan bekas luka ini” itu yang penting menurut gue. Kalopun luka itu tak bisa hilang mungkin bisa dijadikan sebagai pelajaran buat dimasa depan agar kita bisa lebih menjaga hati dan sikap. Menjaga hati agar tidak mudah merasakan sakit dan menjadi sikap agar tidak mudah menyakiti orang lain. Ya, keduanya memang bukan hal yang mudah tapi yakin deh keduanya adalah pelajaran yang akan membangun sosok kita menjadi lebih dewasa lagi. Gue pun sekarang lagi berusaha untuk ngelakuin keduanya, yuk mari kita sama sama saling mendewasakan diri, menjadi pribadi yang bisa lebih baik. Puas ngga sama jawabannya? Hahaha kalo ngga puas nanti kita bahas lagi yakxD maapkan daku, daku hanya manusia biasa:’). Next time and new theme hahahaha{}.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates