*Tulisan ini lahir
untuk mewakili perasaan para kaum hawa yang tak berani berbicara*
Untuk
kalian para cucu adam...
Bagaimana rasanya
begitu dicintai oleh para cucu hawa? Ribet, risih, nyebelin bukan? Ya, memang
begitulah sifat kami. Maafkan kami selalu merepotkan kalian, menyusahkan kalian
dengan sifat manja dan lemah kami. Maafkan kami yang selalu membuat kalian
marah, kesal, dongkol dengan sisi sensitif kami. Maafkan kami yang selalu
bawel, cerewet bahkan melebihi ibu kalian dengan ke khawatiran kami yang begitu
besar. Maafkan kami yang begitu cengeng dengan airmata kami yang begitu dangkal.
Dan maafkan kami yang mungkin telah menyayangi kalian dengan cara yang salah...
Tapi tahukah kalian
para cucu adam? Kami selalu merepotkan dan menyusahkan kalian itu karna memang
kalian diciptakan oleh Tuhan untuk selalu melindungi kami, menjaga kami. Kalian
diciptakan dengan kekuatan yang lebih daripada kami para cucu hawa. Jika kami
memiliki kekuatan sama seperti kalian lalu untuk apa Tuhan menciptakan kalian? Jika
kami mampu melakukan semuanya serba sendiri mungkin kalian tak kami
idam-idamkan. Ya, sudah menjadi takdir bahwasannya kalian memiliki posisi yang
jauh lebih tinggi daripada kami. Maka dari itu tolong pahami sifat lemah dan
manja kami yang selalu merepotkan dan menyusahkan kalian.
Kami diciptakan dengan
sisi sensitif yang lebih peka dibandingkan dengan kalian itu sudah menjadi
takdir. Kami bisa apa jika memang Tuhan menciptakan kami seperti itu? Tak heran
bila kami lebih menggunakan perasaan daripada logika, karna memang kami
diciptakan untuk melengkapi kalian. Apa jadinya bila kita sama sama saling
menggunakan logika masing-masing? Maafkan sifat cemburu kami yang sangat sulit
untuk kami kendalikan. Maafkan sifat cemburu kami yang selalu menimbulkan bibit
bibit pertengkaran. Tapi itu semata-mata karna kami begitu takut untuk
kehilangan pelindung kami. Percayalah, bukan karna tidak adanya rasa percaya
namun memang seperti inilah sisi kami yang sebenarnya. Mengapa sewaktu belum
jadian kami tak begitu menunjukkannya? Karna pada saat itu kami sadar diri
bahwa kami belum menjadi siapa-siapa kalian dan ketika kami menjadi siapa-siapa
kalian, kami berubah menjadi seperti moster yang selalu membuat kalian kesal,
marah, dongkol itu karna kami tau untuk bersama kalian tak semudah membalikkan
telapak tangan. Kami para cucu hawa jika sudah memiliki sesuatu akan sangat
menjaga sesuatu itu layaknya anak perempuan kecil yang tak ingin kehilangan
barang kesayangannya. Dapatkah kalian mengerti itu? Dan mengapa kami begitu
suka sekali membesar-besarkan masalah kecil? Karna memang kami begitu egois tak
ingin ada masalah sedikitpun diantara kita. Jangan salahkan kami yang suka
membesar-besarkan masalah tapi seharusnya kalian sadar karna kalian
masalah-masalah kecil itu bisa ada. Ngga akan ada masalah sekecil apapun bila
tak ada yang mencari masalahnya bukan? Pahamilah kami seperti kami selalu
mencoba memahami kalian.
Ntah apa yang Tuhan
ciptakan didiri kami sehingga menjadi sosok yang begitu ketakutan dan khawatiran.
Menjadi sosok yang begitu bawel dan cerewet bahkan melebihi ibu kalian. Kami begitu
takut bila kalian tak ada kabar layaknya anak kecil yang kehilangan barang
kesayangannya. Kami begitu ceweret bila kalian belum makan, pulang malem,
terlalu sering bermain di luar rumah seperti sosok ibu yang mengatur anak
lelaki kecil. Sadarkah kalian jika kami berusaha memberikan perhatian begitu
besar seperti ibu yang memberikan perhatian kepada anaknya? Mengapa kami
seperti itu? Karna kami sangat berharap bahwa kami adalah pengganti ibu kalian
yang siap melayani ketika kalian beranjak menjadi sesosok lelaki dewasa. Ya,
begitu tinggi harapan kami. Terlihat lebay bukan? Tapi kelebayan kami adalah
bukti ketulusan hati kami. Bagaimana tega seorang perempuan yang menyayangi
seorang lelaki tak memiliki sisi perduli sedikitpun? Itu mustahil... tolong
jangan salah artikan perhatian kami sebagai sesuatu yang membuat kalian risih
tapi artikanlah perhatian kami seperti perhatian ibu kalian...
Kami memang manusia
yang sangat mudah menangis. Ntah mengapa Tuhan begitu dangkal menciptakan
airmata kami. Sedikit saja kalian membuat kami tak enak langsung lah keluar
airmata itu. Ya, begitulah Tuhan menciptakan kami dengan sisi kelembutan yang
begitu tinggi. Kelembutan yang Tuhan ciptakan untuk menenangkan kalian disaat
emosi merasuki hati kalian. Kelembutan yang Tuhan hadiahkan untuk menyayangi
para keturunan kalian kelak. Coba kalian bayangkan bila kami tak memiliki sifat
kelembutan dan sama seperti kalian apa jadinya hubungan para lawan jenis? Tuhan
begitu adil menciptakan sifat diantara kita untuk saling melengkapi.
Dan... maafkan kami
bila cara menyayangi ini begitu salah. Karna yang kami tau apa yang kami
rasakan itu yang kami lakukan. Maafkan kami
yang selalu menjadi penganggu kesenangan kalian, pengrusuh keinginan itu
semata-mata agar kalian tak salah jalan, itu hanya kami ingin sesuatu yang
terbaik untuk kalian. Coba kalian pikir untuk apa kami repot-repot ngurusin
hidup orang lain padahal belom tentu kalian menjadi jodoh kami? Itu semua kami
lakukan karna memang pada saat itu perasaan sayang kami hanya untuk kalian. Tak
perduli dengan siapa nanti kalian menghabiskan sisa umur kalian yang kami
perdulikan hanya sesuatu yang terbaik untuk kalian. Mungkin seperti itu
gambaran ketulusan kami sebagai para cucu kaum hawa. Sadarilah itu semua sebelum kalian benar-benar kehilangan sosok yang mampu mengerti kalian dengan sepenuh hati..
Dari kami
para cucu kaum hawa...




