Hidup ku selalu dihiasi
oleh dosa-dosa yang sengaja maupun tidak aku lakukan. Keluar masuk pintu
diskotik. Makan dan minum yang tak seharusnya aku masukkan ke dalam tubuh.
Mengomsumsi barang-barang yang menurut agama ku haram. Pergi dengan laki-laki
mana saja. Menggunakan pakaian yang selalu memamerkan bentuk tubuh ku dan
membiarkan tangan-tangan jahil menyentuhnya. Ya, begitulah kehidupan ku di masa
lalu. Tak pernah menyentuh al-quran. Tak pernah membeli mukena. Tak pernah sekalipun
aku beramal. Segala kegiatan ku yang aku kerjakan hanyalah kesenangan dunawi
sesaat. Tak pernah terbesit di otak ku mengenai agama.
Begitu lama aku hidup
dalam kemaksiatan, hidup dalam perintah syaitan, tak pernah sedikit pun aku
melakukan ajaran agamaku: shalat, mengaji, berjilbab, dan beramal shaleh.
Hingga akhirnya seseorang yang entah siapa mengetuk hatiku. Melihat dia
melakukan gerakan shalat bagaikan melihat perilaku ku yang selalu berbuat
maksiat. Mendengar dia mengaji seakan membuatku teringat kata-kata kotor apa
saja yang telah aku katakan. Melihat pakaiannya yang selalu terbalut baju koko,
bersarung serta berpeci membuatku sadar bahwa selama ini aku selalu telanjang.
Dan melihat dia selalu beramal shaleh membuatku flashback apa selama ini aku
telah melakukan satu kebaikan walau hanya sekali. Ya, itulah yang aku rasakan
ketika pertama kali berjumpa dengannya. Tak pernah seorang pun yang mampu
membuat hati ku terketuk kecuali ia.
Hingga akhirnya aku
berpikir ‘dapatkah aku menikah dengannya?’. Ah sungguh jika orang lain dapat
membaca pikiran ku mungkin orang itu akan memaki-maki ku, menertawakan ku,
mengatakan aku gila sambil berkata ‘seorang penzina seperti kamu mengharapkan
laki-laki sesholeh dia? siapa kamu siapa dia? bagaikan menantikan hujan uang
didunia ini HAHAHAHAHA!’. Aku memang gila, sudah tak bisa berpikir dengan sehat
lagi semenjak bertemu dengan ia. Aku jadi memikirkan tentang agama bahkan
berpikir tentang pernikahan padahal sebelumnya aku tak pernah repot-repot
memikirkan soal itu.
Awalnya ku pikir ini
hanya perasaan kagum sesaat dan akhirnya aku akan melupakannya seperti dengan
yang lainnya. Tapi ternyata tidak, semenjak aku bertemu dengan ia, aku selalu
berharap bisa mengikuti setiap gerakan shalat dia, mengamini setiap doanya, mencium
tangannya, membaca perkataan Allah bersama dengannya, dan melakukan banyak
kebaikan berdua dengannya. Aku pun berusaha untuk menggodanya, aku tunggui ia
selalu shalat dan mengaji tapi apa respon ia? Ia langsung menjauh, jangankan
mendekat tersenyumpun tidak. Aku coba selalu memberikan senyuman terbaikku tapi
apa balasannya? Hanya muka yang selalu berpaling. Sehina itukah diriku? Sekotor
itu kah hatiku dihati ia? Sungguh ini menyiksaku...
Pada suatu hari aku
mengutarakan perasaanku kepada temanku dan respon yang dia berikan sama dengan
apa yang aku pikiran, dia bilang ‘bangun woy tidur mulu’. Jujur aku ingin
sekali melupakannya bagaimana tidak semenjak hari itu semua kegiatan
kemaksiatan yang biasa aku lakukan mulai berkurang. Aku mulai lebih banyak
menghabiskan waktu dirumah. Mulai membeli sebuah mukena walau entah kapan aku
akan menggunakan, membuka-buka al-quran walau aku tak tau bagaimana cara
membacanya.
Hingga suatu hari aku
membaca tulisan di sebuah blog. Diblog itu tertera ‘bila ini mendapatkan pasangan
hidup yang shaleh hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki diri,
memantaskan diri tak perduli sehina apapun diri seorang manusia Allah akan
mengampuninya bila manusia itu benar-benar melakukan taubatan nasuha dengan
shalat taubah’. Setelah membaca itu hatiku semakin terketuk bahwa ternyata
harapanku untuk menikah dengan laki-laki itu masih ada. Sejak itu aku mulai
berpikir untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, mengejar cinta-Nya agar aku
bisa mendapatkan cinta ia. Tapi bagaimana aku melakukan shalat taubah bila
shalat saja aku tak pernah? Apa yang harus aku baca di dalam shalat?. Akhirnya
suatu hari, aku tekadkan untuk pergi belajar mengaji. Aku belajar mengaji mulai
dari iqra. Bayangkan diusia ku yang sudah tua ini aku baru memulai belajar iqra
dengan anak-anak kecil. Cacian makian, serta ledekan seakan menjadi santapan ku
setiap pergi mengaji. ‘Seorang penzina belajar ilmu agama?’ tak heran
manusia-manusia lain menertawakanku, meledek ku habis-habisan.
Setelah aku sedikit
bisa mengaji aku pun mulai belajar untuk shalat walau pertama kali rasanya
sulit sekali. Mengerjakannya sehari 5 waktu. Bayangkan satu waktu pun tidak
pernah aku lakukan ini lagi lima waktu sungguh amat sangat berat bagiku. Aku
pun mulai membeli baju-baju yang tertutup dan mulai mengenakan jilbab.
Menghindari barang-barang yang selama ini aku santap walau jujur itu sungguuuuh
amad sulit dan berat bagiku. Tapi Allah ternyata menguatkan tekadku,
mempertebal imanku, menjaga niat baikku. Dan pada akhirnya aku terbiasa dengan
cara hidupku yang ‘baru’.
Bertahun-tahun pun
berlalu aku bukanlah aku yang dulu, masa lalu yang kelam telah aku kubur
dalam-dalam dan sewaktu-waktu aku liat sebagai koreksi untuk diri ku. Aku
bukanlah seorang wanita malam lagi aku sekarang adalah guru ngaji diwilayah
daerah rumahku, walau awalnya tetangga ku menilai negatif tapi Alhamdulillah
seiring dengan pertolongan Allah mereka semua sekarang menganggap ku baik walau
dosa yang telah aku lakukan selangit.
Selepas melakukan
shalat taubah yang rutin aku lakukan setiap malem dan shalat-shalat sunah
lainnya, tiba-tiba aku teringat sosok laki-laki itu. Ya, laki-laki yang telah
mengubah ku menjadi seperti sekarang. Memang semenjak aku berusaha untuk
memperbaiki diri, bertaubah dijalan Allah, aku tak begitu terlalu memikirkan ia
tak seperti ketika aku masih selalu berbuat maksiat. Ya Allah apa ia malaikat
yang Engkau kirim untuk menyadarkan aku?. Ingin rasanya aku berjumpa dengannya,
mengucapkan terimakasih karena Allah telah menurunkan hidayahnya yang Allah
titipkan lewat ia.
Suatu saat ketika aku
mantapkan untuk bertemu dan menyapanya pintu rumah ku terketuk dan aku heran
melihat sosok ia di depan rumah ku berserta keluarganya. Jujur, aku tak tau
saat itu apa yang harus aku lakukan. Aku mempersilahkan ia dan keluarganya masuk
dan aku bertanya maksud kedatangnya mereka apa. Dan kamu tau sahabat? Ternyata
ia dan keluarganya datang untuk melamarku, meminang diriku yang hina ini
menjadi istri dari seorang laki-laki sholeh. Subhanallah... aku hanya bisa
berdiam diri dan terus memuji nama Allah di hatiku. Orang yang selama ini aku
dambakan, aku kagumi, aku tunggu dengan sendirinya datang sendiri ke diriku
tanpa aku harus berbuat apaapa. Sungguh sungguh Segala Puji bagi Allah, Maha
Suci Allah, Maha Besar Allah. Allah menepati janjinya kepadaku. Aku seorang
Penzina dengan dosa yang begitu banyaaaak mendapatkan seorang laki-laki sholeh.
Ketika aku dan ia resmi
menjadi suami istri aku beranikan bertanya tentang hal apa yang membuat ia
menikahi wanita sehina diriku ini dan ia menjawab “aku menikahimu karena Allah,
karena Allah yang telah mendatangkan rasa ini, karena Allah yang sudah
memberikan hidayah kepadamu, sekelam apapun masa lalu aku akan ikhlas
menerimanya, sebagaimana Nabi Muhammad yang menikahi Siti Khadijah dan
menyerahkan keperjakannya kepada seorang janda’. Sungguh aku hanya bisa
menangis bahagia mendengarnya, sungguh aku hanya bisa mengucap syukur yang
tiada henti, karena Allah begitu menyayangiku meski aku telah berkhianat
kepadaNya. Dan ternyata pertanyaan ku dahulu terjawab sudah memang ia malaikat
yang sengaja dikirim Allah untukku dan keluargaku kelak.
Sahabat sadarilah,
sehina apapun diri kita, sekotor apapun tubuh ini, sebanyak apapun dosa yang
telah kita kerjakan bila kita bener-bener bertaubah kepada Allah, ikhlas karena
Allah, dan selalu berjuang di jalan Allah, insyaAllah semua keburukan kita
bukan penghalang untuk kita tidak bisa mendapatkan surgaNya. Hidup dengan penuh
dosa bukan salah kita memang sudah sewajarnya kita ini tempat salah dan dosa
namun mati masih penuh dengan dosa itu adalah kesalahan terbesar kita. Sama seperti
ungkapan ‘terlahir miskin bukan salah kita tapi mati dengan keadaan miskin itu
baru salah kita’. Marilah sahabat mulai dari sekarang mari kita semakin
memperbaiki diri, memantaskan diri, serta semakin mengejar cintaNya.
Sekian kisah singkat
cerita pendek dari saya, kurang dan lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi
kita semua.





Lucky 15 Casino (Las Vegas) - MapYRO
BalasHapusFind addresses, 강원도 출장샵 see photos and read 대구광역 출장샵 real customer 경주 출장안마 reviews at: Lucky 15 Casino 원주 출장마사지 (Las Vegas). Rating: 광명 출장안마 2 · 1 review · Price range: $$