Welcome!

Hanya sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....

Senin, 09 Maret 2015

Penzina yang menjadi istri seorang lelaki sholeh.

Hidup ku selalu dihiasi oleh dosa-dosa yang sengaja maupun tidak aku lakukan. Keluar masuk pintu diskotik. Makan dan minum yang tak seharusnya aku masukkan ke dalam tubuh. Mengomsumsi barang-barang yang menurut agama ku haram. Pergi dengan laki-laki mana saja. Menggunakan pakaian yang selalu memamerkan bentuk tubuh ku dan membiarkan tangan-tangan jahil menyentuhnya. Ya, begitulah kehidupan ku di masa lalu. Tak pernah menyentuh al-quran. Tak pernah membeli mukena. Tak pernah sekalipun aku beramal. Segala kegiatan ku yang aku kerjakan hanyalah kesenangan dunawi sesaat. Tak pernah terbesit di otak ku mengenai agama.

Begitu lama aku hidup dalam kemaksiatan, hidup dalam perintah syaitan, tak pernah sedikit pun aku melakukan ajaran agamaku: shalat, mengaji, berjilbab, dan beramal shaleh. Hingga akhirnya seseorang yang entah siapa mengetuk hatiku. Melihat dia melakukan gerakan shalat bagaikan melihat perilaku ku yang selalu berbuat maksiat. Mendengar dia mengaji seakan membuatku teringat kata-kata kotor apa saja yang telah aku katakan. Melihat pakaiannya yang selalu terbalut baju koko, bersarung serta berpeci membuatku sadar bahwa selama ini aku selalu telanjang. Dan melihat dia selalu beramal shaleh membuatku flashback apa selama ini aku telah melakukan satu kebaikan walau hanya sekali. Ya, itulah yang aku rasakan ketika pertama kali berjumpa dengannya. Tak pernah seorang pun yang mampu membuat hati ku terketuk kecuali ia.

Hingga akhirnya aku berpikir ‘dapatkah aku menikah dengannya?’. Ah sungguh jika orang lain dapat membaca pikiran ku mungkin orang itu akan memaki-maki ku, menertawakan ku, mengatakan aku gila sambil berkata ‘seorang penzina seperti kamu mengharapkan laki-laki sesholeh dia? siapa kamu siapa dia? bagaikan menantikan hujan uang didunia ini HAHAHAHAHA!’. Aku memang gila, sudah tak bisa berpikir dengan sehat lagi semenjak bertemu dengan ia. Aku jadi memikirkan tentang agama bahkan berpikir tentang pernikahan padahal sebelumnya aku tak pernah repot-repot memikirkan soal itu.

Awalnya ku pikir ini hanya perasaan kagum sesaat dan akhirnya aku akan melupakannya seperti dengan yang lainnya. Tapi ternyata tidak, semenjak aku bertemu dengan ia, aku selalu berharap bisa mengikuti setiap gerakan shalat dia, mengamini setiap doanya, mencium tangannya, membaca perkataan Allah bersama dengannya, dan melakukan banyak kebaikan berdua dengannya. Aku pun berusaha untuk menggodanya, aku tunggui ia selalu shalat dan mengaji tapi apa respon ia? Ia langsung menjauh, jangankan mendekat tersenyumpun tidak. Aku coba selalu memberikan senyuman terbaikku tapi apa balasannya? Hanya muka yang selalu berpaling. Sehina itukah diriku? Sekotor itu kah hatiku dihati ia? Sungguh ini menyiksaku...

Pada suatu hari aku mengutarakan perasaanku kepada temanku dan respon yang dia berikan sama dengan apa yang aku pikiran, dia bilang ‘bangun woy tidur mulu’. Jujur aku ingin sekali melupakannya bagaimana tidak semenjak hari itu semua kegiatan kemaksiatan yang biasa aku lakukan mulai berkurang. Aku mulai lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Mulai membeli sebuah mukena walau entah kapan aku akan menggunakan, membuka-buka al-quran walau aku tak tau bagaimana cara membacanya.

Hingga suatu hari aku membaca tulisan di sebuah blog. Diblog itu tertera ‘bila ini mendapatkan pasangan hidup yang shaleh hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki diri, memantaskan diri tak perduli sehina apapun diri seorang manusia Allah akan mengampuninya bila manusia itu benar-benar melakukan taubatan nasuha dengan shalat taubah’. Setelah membaca itu hatiku semakin terketuk bahwa ternyata harapanku untuk menikah dengan laki-laki itu masih ada. Sejak itu aku mulai berpikir untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, mengejar cinta-Nya agar aku bisa mendapatkan cinta ia. Tapi bagaimana aku melakukan shalat taubah bila shalat saja aku tak pernah? Apa yang harus aku baca di dalam shalat?. Akhirnya suatu hari, aku tekadkan untuk pergi belajar mengaji. Aku belajar mengaji mulai dari iqra. Bayangkan diusia ku yang sudah tua ini aku baru memulai belajar iqra dengan anak-anak kecil. Cacian makian, serta ledekan seakan menjadi santapan ku setiap pergi mengaji. ‘Seorang penzina belajar ilmu agama?’ tak heran manusia-manusia lain menertawakanku, meledek ku habis-habisan.

Setelah aku sedikit bisa mengaji aku pun mulai belajar untuk shalat walau pertama kali rasanya sulit sekali. Mengerjakannya sehari 5 waktu. Bayangkan satu waktu pun tidak pernah aku lakukan ini lagi lima waktu sungguh amat sangat berat bagiku. Aku pun mulai membeli baju-baju yang tertutup dan mulai mengenakan jilbab. Menghindari barang-barang yang selama ini aku santap walau jujur itu sungguuuuh amad sulit dan berat bagiku. Tapi Allah ternyata menguatkan tekadku, mempertebal imanku, menjaga niat baikku. Dan pada akhirnya aku terbiasa dengan cara hidupku yang ‘baru’.

Bertahun-tahun pun berlalu aku bukanlah aku yang dulu, masa lalu yang kelam telah aku kubur dalam-dalam dan sewaktu-waktu aku liat sebagai koreksi untuk diri ku. Aku bukanlah seorang wanita malam lagi aku sekarang adalah guru ngaji diwilayah daerah rumahku, walau awalnya tetangga ku menilai negatif tapi Alhamdulillah seiring dengan pertolongan Allah mereka semua sekarang menganggap ku baik walau dosa yang telah aku lakukan selangit.

Selepas melakukan shalat taubah yang rutin aku lakukan setiap malem dan shalat-shalat sunah lainnya, tiba-tiba aku teringat sosok laki-laki itu. Ya, laki-laki yang telah mengubah ku menjadi seperti sekarang. Memang semenjak aku berusaha untuk memperbaiki diri, bertaubah dijalan Allah, aku tak begitu terlalu memikirkan ia tak seperti ketika aku masih selalu berbuat maksiat. Ya Allah apa ia malaikat yang Engkau kirim untuk menyadarkan aku?. Ingin rasanya aku berjumpa dengannya, mengucapkan terimakasih karena Allah telah menurunkan hidayahnya yang Allah titipkan lewat ia.

Suatu saat ketika aku mantapkan untuk bertemu dan menyapanya pintu rumah ku terketuk dan aku heran melihat sosok ia di depan rumah ku berserta keluarganya. Jujur, aku tak tau saat itu apa yang harus aku lakukan. Aku mempersilahkan ia dan keluarganya masuk dan aku bertanya maksud kedatangnya mereka apa. Dan kamu tau sahabat? Ternyata ia dan keluarganya datang untuk melamarku, meminang diriku yang hina ini menjadi istri dari seorang laki-laki sholeh. Subhanallah... aku hanya bisa berdiam diri dan terus memuji nama Allah di hatiku. Orang yang selama ini aku dambakan, aku kagumi, aku tunggu dengan sendirinya datang sendiri ke diriku tanpa aku harus berbuat apaapa. Sungguh sungguh Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah. Allah menepati janjinya kepadaku. Aku seorang Penzina dengan dosa yang begitu banyaaaak mendapatkan seorang laki-laki sholeh.

Ketika aku dan ia resmi menjadi suami istri aku beranikan bertanya tentang hal apa yang membuat ia menikahi wanita sehina diriku ini dan ia menjawab “aku menikahimu karena Allah, karena Allah yang telah mendatangkan rasa ini, karena Allah yang sudah memberikan hidayah kepadamu, sekelam apapun masa lalu aku akan ikhlas menerimanya, sebagaimana Nabi Muhammad yang menikahi Siti Khadijah dan menyerahkan keperjakannya kepada seorang janda’. Sungguh aku hanya bisa menangis bahagia mendengarnya, sungguh aku hanya bisa mengucap syukur yang tiada henti, karena Allah begitu menyayangiku meski aku telah berkhianat kepadaNya. Dan ternyata pertanyaan ku dahulu terjawab sudah memang ia malaikat yang sengaja dikirim Allah untukku dan keluargaku kelak.

Sahabat sadarilah, sehina apapun diri kita, sekotor apapun tubuh ini, sebanyak apapun dosa yang telah kita kerjakan bila kita bener-bener bertaubah kepada Allah, ikhlas karena Allah, dan selalu berjuang di jalan Allah, insyaAllah semua keburukan kita bukan penghalang untuk kita tidak bisa mendapatkan surgaNya. Hidup dengan penuh dosa bukan salah kita memang sudah sewajarnya kita ini tempat salah dan dosa namun mati masih penuh dengan dosa itu adalah kesalahan terbesar kita. Sama seperti ungkapan ‘terlahir miskin bukan salah kita tapi mati dengan keadaan miskin itu baru salah kita’. Marilah sahabat mulai dari sekarang mari kita semakin memperbaiki diri, memantaskan diri, serta semakin mengejar cintaNya.


Sekian kisah singkat cerita pendek dari saya, kurang dan lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Lucky 15 Casino (Las Vegas) - MapYRO
Find addresses, 강원도 출장샵 see photos and read 대구광역 출장샵 real customer 경주 출장안마 reviews at: Lucky 15 Casino 원주 출장마사지 (Las Vegas). Rating: 광명 출장안마 2 · ‎1 review · ‎Price range: $$

Posting Komentar

Senin, 09 Maret 2015

Penzina yang menjadi istri seorang lelaki sholeh.

Hidup ku selalu dihiasi oleh dosa-dosa yang sengaja maupun tidak aku lakukan. Keluar masuk pintu diskotik. Makan dan minum yang tak seharusnya aku masukkan ke dalam tubuh. Mengomsumsi barang-barang yang menurut agama ku haram. Pergi dengan laki-laki mana saja. Menggunakan pakaian yang selalu memamerkan bentuk tubuh ku dan membiarkan tangan-tangan jahil menyentuhnya. Ya, begitulah kehidupan ku di masa lalu. Tak pernah menyentuh al-quran. Tak pernah membeli mukena. Tak pernah sekalipun aku beramal. Segala kegiatan ku yang aku kerjakan hanyalah kesenangan dunawi sesaat. Tak pernah terbesit di otak ku mengenai agama.

Begitu lama aku hidup dalam kemaksiatan, hidup dalam perintah syaitan, tak pernah sedikit pun aku melakukan ajaran agamaku: shalat, mengaji, berjilbab, dan beramal shaleh. Hingga akhirnya seseorang yang entah siapa mengetuk hatiku. Melihat dia melakukan gerakan shalat bagaikan melihat perilaku ku yang selalu berbuat maksiat. Mendengar dia mengaji seakan membuatku teringat kata-kata kotor apa saja yang telah aku katakan. Melihat pakaiannya yang selalu terbalut baju koko, bersarung serta berpeci membuatku sadar bahwa selama ini aku selalu telanjang. Dan melihat dia selalu beramal shaleh membuatku flashback apa selama ini aku telah melakukan satu kebaikan walau hanya sekali. Ya, itulah yang aku rasakan ketika pertama kali berjumpa dengannya. Tak pernah seorang pun yang mampu membuat hati ku terketuk kecuali ia.

Hingga akhirnya aku berpikir ‘dapatkah aku menikah dengannya?’. Ah sungguh jika orang lain dapat membaca pikiran ku mungkin orang itu akan memaki-maki ku, menertawakan ku, mengatakan aku gila sambil berkata ‘seorang penzina seperti kamu mengharapkan laki-laki sesholeh dia? siapa kamu siapa dia? bagaikan menantikan hujan uang didunia ini HAHAHAHAHA!’. Aku memang gila, sudah tak bisa berpikir dengan sehat lagi semenjak bertemu dengan ia. Aku jadi memikirkan tentang agama bahkan berpikir tentang pernikahan padahal sebelumnya aku tak pernah repot-repot memikirkan soal itu.

Awalnya ku pikir ini hanya perasaan kagum sesaat dan akhirnya aku akan melupakannya seperti dengan yang lainnya. Tapi ternyata tidak, semenjak aku bertemu dengan ia, aku selalu berharap bisa mengikuti setiap gerakan shalat dia, mengamini setiap doanya, mencium tangannya, membaca perkataan Allah bersama dengannya, dan melakukan banyak kebaikan berdua dengannya. Aku pun berusaha untuk menggodanya, aku tunggui ia selalu shalat dan mengaji tapi apa respon ia? Ia langsung menjauh, jangankan mendekat tersenyumpun tidak. Aku coba selalu memberikan senyuman terbaikku tapi apa balasannya? Hanya muka yang selalu berpaling. Sehina itukah diriku? Sekotor itu kah hatiku dihati ia? Sungguh ini menyiksaku...

Pada suatu hari aku mengutarakan perasaanku kepada temanku dan respon yang dia berikan sama dengan apa yang aku pikiran, dia bilang ‘bangun woy tidur mulu’. Jujur aku ingin sekali melupakannya bagaimana tidak semenjak hari itu semua kegiatan kemaksiatan yang biasa aku lakukan mulai berkurang. Aku mulai lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Mulai membeli sebuah mukena walau entah kapan aku akan menggunakan, membuka-buka al-quran walau aku tak tau bagaimana cara membacanya.

Hingga suatu hari aku membaca tulisan di sebuah blog. Diblog itu tertera ‘bila ini mendapatkan pasangan hidup yang shaleh hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki diri, memantaskan diri tak perduli sehina apapun diri seorang manusia Allah akan mengampuninya bila manusia itu benar-benar melakukan taubatan nasuha dengan shalat taubah’. Setelah membaca itu hatiku semakin terketuk bahwa ternyata harapanku untuk menikah dengan laki-laki itu masih ada. Sejak itu aku mulai berpikir untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, mengejar cinta-Nya agar aku bisa mendapatkan cinta ia. Tapi bagaimana aku melakukan shalat taubah bila shalat saja aku tak pernah? Apa yang harus aku baca di dalam shalat?. Akhirnya suatu hari, aku tekadkan untuk pergi belajar mengaji. Aku belajar mengaji mulai dari iqra. Bayangkan diusia ku yang sudah tua ini aku baru memulai belajar iqra dengan anak-anak kecil. Cacian makian, serta ledekan seakan menjadi santapan ku setiap pergi mengaji. ‘Seorang penzina belajar ilmu agama?’ tak heran manusia-manusia lain menertawakanku, meledek ku habis-habisan.

Setelah aku sedikit bisa mengaji aku pun mulai belajar untuk shalat walau pertama kali rasanya sulit sekali. Mengerjakannya sehari 5 waktu. Bayangkan satu waktu pun tidak pernah aku lakukan ini lagi lima waktu sungguh amat sangat berat bagiku. Aku pun mulai membeli baju-baju yang tertutup dan mulai mengenakan jilbab. Menghindari barang-barang yang selama ini aku santap walau jujur itu sungguuuuh amad sulit dan berat bagiku. Tapi Allah ternyata menguatkan tekadku, mempertebal imanku, menjaga niat baikku. Dan pada akhirnya aku terbiasa dengan cara hidupku yang ‘baru’.

Bertahun-tahun pun berlalu aku bukanlah aku yang dulu, masa lalu yang kelam telah aku kubur dalam-dalam dan sewaktu-waktu aku liat sebagai koreksi untuk diri ku. Aku bukanlah seorang wanita malam lagi aku sekarang adalah guru ngaji diwilayah daerah rumahku, walau awalnya tetangga ku menilai negatif tapi Alhamdulillah seiring dengan pertolongan Allah mereka semua sekarang menganggap ku baik walau dosa yang telah aku lakukan selangit.

Selepas melakukan shalat taubah yang rutin aku lakukan setiap malem dan shalat-shalat sunah lainnya, tiba-tiba aku teringat sosok laki-laki itu. Ya, laki-laki yang telah mengubah ku menjadi seperti sekarang. Memang semenjak aku berusaha untuk memperbaiki diri, bertaubah dijalan Allah, aku tak begitu terlalu memikirkan ia tak seperti ketika aku masih selalu berbuat maksiat. Ya Allah apa ia malaikat yang Engkau kirim untuk menyadarkan aku?. Ingin rasanya aku berjumpa dengannya, mengucapkan terimakasih karena Allah telah menurunkan hidayahnya yang Allah titipkan lewat ia.

Suatu saat ketika aku mantapkan untuk bertemu dan menyapanya pintu rumah ku terketuk dan aku heran melihat sosok ia di depan rumah ku berserta keluarganya. Jujur, aku tak tau saat itu apa yang harus aku lakukan. Aku mempersilahkan ia dan keluarganya masuk dan aku bertanya maksud kedatangnya mereka apa. Dan kamu tau sahabat? Ternyata ia dan keluarganya datang untuk melamarku, meminang diriku yang hina ini menjadi istri dari seorang laki-laki sholeh. Subhanallah... aku hanya bisa berdiam diri dan terus memuji nama Allah di hatiku. Orang yang selama ini aku dambakan, aku kagumi, aku tunggu dengan sendirinya datang sendiri ke diriku tanpa aku harus berbuat apaapa. Sungguh sungguh Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah. Allah menepati janjinya kepadaku. Aku seorang Penzina dengan dosa yang begitu banyaaaak mendapatkan seorang laki-laki sholeh.

Ketika aku dan ia resmi menjadi suami istri aku beranikan bertanya tentang hal apa yang membuat ia menikahi wanita sehina diriku ini dan ia menjawab “aku menikahimu karena Allah, karena Allah yang telah mendatangkan rasa ini, karena Allah yang sudah memberikan hidayah kepadamu, sekelam apapun masa lalu aku akan ikhlas menerimanya, sebagaimana Nabi Muhammad yang menikahi Siti Khadijah dan menyerahkan keperjakannya kepada seorang janda’. Sungguh aku hanya bisa menangis bahagia mendengarnya, sungguh aku hanya bisa mengucap syukur yang tiada henti, karena Allah begitu menyayangiku meski aku telah berkhianat kepadaNya. Dan ternyata pertanyaan ku dahulu terjawab sudah memang ia malaikat yang sengaja dikirim Allah untukku dan keluargaku kelak.

Sahabat sadarilah, sehina apapun diri kita, sekotor apapun tubuh ini, sebanyak apapun dosa yang telah kita kerjakan bila kita bener-bener bertaubah kepada Allah, ikhlas karena Allah, dan selalu berjuang di jalan Allah, insyaAllah semua keburukan kita bukan penghalang untuk kita tidak bisa mendapatkan surgaNya. Hidup dengan penuh dosa bukan salah kita memang sudah sewajarnya kita ini tempat salah dan dosa namun mati masih penuh dengan dosa itu adalah kesalahan terbesar kita. Sama seperti ungkapan ‘terlahir miskin bukan salah kita tapi mati dengan keadaan miskin itu baru salah kita’. Marilah sahabat mulai dari sekarang mari kita semakin memperbaiki diri, memantaskan diri, serta semakin mengejar cintaNya.


Sekian kisah singkat cerita pendek dari saya, kurang dan lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

1 komentar:

  1. Lucky 15 Casino (Las Vegas) - MapYRO
    Find addresses, 강원도 출장샵 see photos and read 대구광역 출장샵 real customer 경주 출장안마 reviews at: Lucky 15 Casino 원주 출장마사지 (Las Vegas). Rating: 광명 출장안마 2 · ‎1 review · ‎Price range: $$

    BalasHapus

Template by:

Free Blog Templates