Bagi gue ada dua
hal penting dalam rasa sayang. Pertama, Saya
tidak pernah memaksa seseorang untuk menyayangi saya dan saya tidak pernah
melarang seseorang untuk menyayangi saya. Saya minta tolong, jangan paksa saya
untuk menyayangi seseorang yang tidak bisa saya sayangi. Kedua, tolong biarkan saya tetap menyayangi anda tanpa anda harus
menyayangi saya juga.
Silahkan anda menyayangi saya tapi tolong jangan paksa
saya untuk bisa menyayangi anda juga. Karena pada
dasarnya rasa sayang itu sebuah rasa bukan sebuah kata-kata. Rasa sayang
berbanding lurus dengan kesadaran. Rasa sayang harus lahir dari dalam diri,
bukan karena suatu paksaan atau permintaan.
Coba anda fikir, apa benar anda bisa bahagia dengan orang yang terpaksa
menyayangi anda? Apa anda rela melihat orang yang anda sayangi membohongi
perasaannya sendiri? Apa benar itu semua yang anda inginkan? Jika iya, maka
anda tidak tulus menyayanginya. Sayang yang tulus adalah ketika anda membiarkan
orang yang anda sayangi jujur dengan perasaannya sendiri. Mulai saat ini jangan
berfikir ‘dia tidak menyayangi saya’ tapi mulailah berusaha ‘bagaimana agar dia
bisa menyayangi saya’ kalau pun usaha anda tidak berbuah manis itu berarti
Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang terbaik untuk anda. Saya tau menyayangi
seseorang itu tak mudah dan ketika sudah menyayangi pasti anda sangat berharap
dia juga akan menyayangi anda. Tapi hidup tak seperti itu. Hidup selalu mengajari
anda tentang keikhlasan. Terkadang dalam hidup, apa yang anda ingini belum
tentu akan menjadi yang terbaik bagi anda. Apa yang anda mau tidak selalu bisa
terpenuhi. Dan apa yang anda idam idamkan bukan lah sesuatu yang anda butuhkan. Mungkin suatu hari nanti saya akan menyesal telah mensia-siakan orang yang sayang sama saya tapi bagi saya itu lebih baik daripada harus menjalani hubungan dengan kepura-puraan. “Jodoh sudah ada yang ngatur deketin aja
yang ngaturnya” ini berarti anda harus mendekati Tuhan agar anda di
dekatkan pula dengan jodoh anda. Jodoh yang mungkin tidak sempurna tapi sudah
pasti dia adalah teman hidup yang terbaik. Dia yang datang karena dikirim Tuhan
memang untuk anda. Dia yang memang sudah menjadi hak anda. Percayalah, tak ada
yang sia-sia. Sekalipun harapan anda tak selalu menjadi nyata tapi itu pasti
akan membuat anda sadar suatu saat nanti tentang suatu pelajaran baru. Hidup
ini adalah sekolah. Manusia adalah muridnya. Pengalaman adalah gurunya. Senang,
sedih, bahagia, tawa, tangis, dan kecewa adalah pelajarannya. Musibah adalah
ujiannya. Nikmat adalah hari liburnya. Dan kematian adalah kelulusannya.
Tolong biarkan saya tetap menyayangi anda tanpa harus anda
menyayangi saya juga. Biarkanlah seseorang menyayangi
anda. Itu adalah hak anda dan hak saya. Hak anda adalah dicintai saya dan hak
saya adalah mencintai anda. Jadi, biarkanlah saya tetap boleh menyayangi anda hingga
akhirnya rasa ini sadar dan menghilang dengan sendirinya. Tak perlu anda
membalas saya. Karena saya tak mengharapkan itu. Saya hanya berharap anda
mengetahuinya dan tetap memperbolehkan saya untuk tetap menyayangi anda.
Biarkanlah saya berdiri sendiri dengan rasa ini, hingga rasa ini lelah dengan
sendirinya lalu memilih untuk beristirahat. Jangan paksa saya untuk cepat
menghilangkan rasa ini karena itu hal yang tak bisa saya janjikan. Maaf jika
saya menganggu hidup anda. Saya tidak pernah sedikitpun mempunyai niat seperti
itu. Saya hanyalah manusia biasa yang dipilih Tuhan untuk menjadi seseorang
yang menyayangi anda. Jika saya bisa memilih, saya hanya akan menyayangi orang
yang menyayangi saya juga. Tapi saya tak bisa seperti itu. Saya hanya bisa
menjalankan apa yang Tuhan kirim kepada diri saya. Jika anda marah, silahkan
marah kepada Tuhan dan minta Dia untuk menghilangkan rasa ini. Ketahuilah,
suatu saat nanti anda akan mengerti rasanya bagaimana menjadi saya, ketika anda
sudah menyayangi seseorang dengan tulus. Mungkin bukan saat ini tapi suatu saat
nanti. Biarkan orang lain menyayangi anda karena itu akan membuat diri anda
menjadi seseorang yang berarti.





0 komentar:
Posting Komentar